SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Keputusan tanpa Kepastian


__ADS_3

Setelah melewati drama kasar dan berhasil meredam amarah nya Boy akhirnya Ricco bisa membawa Boy pulang kerumahnya.


Dan sesampainya dirumah,Boy hanya terdiam dan mengurung diri didalam kamarnya hingga membuat keluarga nya semakin khawatir melihat tingkah anehnya terlebih ketika Ricco menceritakan keadaan Boy yang sempat mengamuk disepanjang jalanan.


"Huuhfh...Mama gak ngerti harus gimana lagi menghadapi sikap anak kita ini..."Mama Shoffie terlihat begitu frustasi dan hanya bisa menghela napas seakan kehabisan akal menghadapi kelakuan putranya.


"Entahlah Mah..!


Seandainya kita tau masalah apa yang sedang dipikirkan sama si Boy ,Mungkin kita bisa bantu kasih solusi..Huuhfh.."


Seperti halnya Shoffie nampak Petter pun hanya bisa menghela napas pasrah.


Sonia dan Ricco tak sedikitpun bergeming hanya terduduk diam diantara sepasang suami istri yang tengah kebingungan.


"Aku mau ngomong Pah..."Suara Boy terdengar parau sambil menghampiri dengan langkah gontai hingga membuat semua mata tertuju padanya.


"Aku mau minta izin sama Papa dan Mama.."Boy langsung duduk diatas Shoffa menghadap kearah Petter dan Shoffie dengan raut wajah serius.


"izin...? "Seketika Petter dan Shoffie terkejut.


"Heh ? "Ricco dan Sonia pun terperangah.


"Tiga hari lagi aku mau berangkat ke inggris , Aku mau nerusin S2 ku disana...


"DEG.

__ADS_1


Semua mata terperangah dengan mulut memganga terkesiap kaget mendengar ucapan Boy yang sangat mengejutkan.


"Sebelum dirawat dirumahsakit aku sudah mendaftarkan namaku di University Of Oxford dan tadi pagi aku sudah melihat nama ku sudah diterima dan terdaftar disana...Maaf kalo keputusan aku ini mendadak..."


Boy langsung berdiri melangkah cepat meninggalkan semua orang tanpa menunggu jawaban dari kedua orangtuanya yang masih terkejut dengan keputusannya.


"Astaga...?


kenapa ? kenapa ka Boy tiba-tiba aja mau nerusin S2 nya ..?


kenapa harus di inggris ?


Sonia mendengus kesal merasakan sebuah kejanggalan dari sikap dan keputusan Boy yang terkesan mendadak itu.


Mama Shoffie tak bisa lagi membendung air matanya hingga Petter hanya bisa pasrah membiarkan istrinya terisak sedih dalam pelukannya.


"Pecundang...! "Ricco berteriak lantang menyambar asbak yang tergeletak diatas meja dan melemparkannya kearah pintu kamar Boy dengan sangat keras.


"Beib..?"Lirih Sonia merangkul bahu Ricco yang bergetar naik turun seirama deru napasnya yang memburu akibat ledakan amarahnya yang spontan.


"Pecundang Lu Boy...!!!


Ricco kembali berteriak dengan lebih kencang dan lantang melampiaskan kekesalannya hingga membuat Petter dan Shoffie semakin terkejut.


Beruntung tangisan Sonia yang tiba-tiba pecah berhasil meredam emosi Ricco dengan cepat, hingga membuat Ricco mengalah dan membawa Sonia keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Astaga...anak itu benar-benar mengerikan sekali..."batin petter cemas.


Petter dan Shoffie yang masih merasa terkejut mendengar keputusan Boy menjadi semakin cemas melihat calon menantunya murka meledakan amarah yang tak terduga.


"Kenapa dia nyebut si Boy pecundang ? Apa karena keputusan si Boy itu cuma alasan dia supaya bisa menghindar ? tapi Apa yang dia hindari..? Apa Sitti ? apa masalah dia ? atau ada masalah lain ? "Batin Petter cemas.


💔💔


Amarah yang menyeruak akibat rasa kecewa memang sangat berpengaruh dan selalu saja berhasil membungkam akal sehat seseorang hingga mengakibat kan terjadinya hal yang tak pernah terduga seperti hal nya Boy yang saat ini tengah terjebak dalam kesalahfahaman akibat akal sehatnya yang tertutup oleh kekecewaan dan kemarahan.


Dalam hening suasana kamarnya Boy seakan tak berdaya pada keadaan dan bertekuk lutut pasrah menelan kesedihan atas ketentuan tuhan yang tak terduga akibat kedangkalan pikirannya yang tertutup kabut emosi.


"Dari awal gua emang gak pantes jadi calon suami lu Siti..!! Tapi.. Tapi ini terlalu menyakitkan ..kenapa Lu gak bilang sama gua ? Aaarrgh..Shitt..Siti ? Ahh..Siaalll..


Boy meremas dadanya yang terasa sesak seakan menahan rasa sakit akibat jutaan anak panah telah menusuk hatinya.


Tubuh Boy semakin merunduk dan terjatuh tersujud diatas lantai dengan airmata yang semakin deras mengalir seakan meluapkan kesedihan dan kepedihan hatinya.


"Maafin gua Siti...


gua harus pergi demi kebahagian lu Siti..hiks ..hiks..hiks..


.


💔💔

__ADS_1


"Arghh..Shitt..shitt....! Author mulai pusing...!!! Siaall.. Astagaaa ...! Author pengen buru'buru tamatin episode memuakkan ini..Shitt...Astagaaa..Oh God ! Help Me..!!! Author butuh Kopi...Aaargh Shitt...DAMNNN


😆


__ADS_2