
Tak terasa seminggu berlalu semenjak Boy pergi dan masih saja tidak ada kabar apapun darinya hingga membuat Petter berinisiatif mengumpulkan ketiga sahabatnya Boy untuk mencari informasi mengenai kepergiannya.
Andre, Tonny dan Ricco yang merasa kesal dengan sikap Boy malah terlihat semakin kesal saat Petter menginterogasi mereka dalam suasana yang menegangkan.
"Kalian benar-benar tidak tahu kemana perginya Bocah itu ? "Petter masih saja mendengus sebal mencurigai ketiga pemuda dihadapannya.
"Tolonglah ! Tante khawatir sama kondisi Siti kalau Boy masih saja tidak memberi kabar apapun.."Raut wajah Shoffie semakin cemas memikirkan kondisi kehamilan menantunya.
"Kami benar-benar tidak tahu apa-apa, Semenjak Pesta, Dia tidak pernah menghubungi kami sama sekali.."Ricco berusaha menjelaskan keadaan mereka.
"Saya juga sibuk mengurus urusan pribadi saya, Tante ! Saya enggak sempat ketemu sama Boy.." Tonny hanya bisa menghela napas merasa tak berdaya dan tak tahu apa-apa.
Andre malah terlihat melamun sendirian hingga membuat semua mata tertuju padanya.
"Elu kenapa malah bengong ? "Sudah pasti Tonny merasa jengkel dengan sikap Andre.
"Kayaknya ada yang salah..."Sejenak Andre larut dalam pemikirannya seolah enggan menanggapi pertanyaan Tonny.
"Ada yang salah ? Maksudnya ?
"sehari setelah acara pesta, sepupu gua yang paling rese itu datang sama si playboy cap badak.."
__ADS_1
"Heh ?
"Maksud lu si Garry sama Patrick ? "Ricco mendadak terkejut mendengar pengakuan Andre.
"ya ya ya, Orang yang mengaku sepupu kamu itu juga datang kerumah Si Jali.." Petter pun teringat cerita Babeh Jali saat menelpon dan bercerita perihal keadaan menantunya.
"What ? "Ketiga sahabat Boy itu sudah pasti terkejut sekaligus penasaran.
"Kenapa kalian terkejut sekali ? "Shoffie dan Petter keheranan.
" 2 orang itu biang rusuh, Tan ! Setiap kali ada mereka, Pasti ada kerusuhan.." Andre berdecak sebal mengingat tempramen kedua pemuda itu.
"Benar itu, Tan ! Mereka lebih rusuh dibandingkan Kami.." Tonny ikut berdecak sebal menyadari tingkah nyeleneh mereka.
"Kemungkinannya, Kedatangan kedua anak itu berhubungan sama kepergiannya Si Boy ? "Petter mencoba menerka-nerka segala kemungkinan.
"Kalau sampai ada hubungannya sama mereka, berarti ada masalah yang serius, Om..." Raut wajah Andre seketika berubah tegas dan serius seperti halnya Ricco dan juga Tonny.
Sementara Petter dan Shoffie nampak beradu pandang dengan ekspresi cemas mengingat putranya yang tak memberi kabar apapun.
"Huuuhfh, Besok acara 7 bulanan kehamilan Siti, Kalau sampai besok Boy masih saja tidak pulang, Kita harus secepatnya mencari informasi dan bergerak mencarinya.." Petter hanya bisa menghela napas panjang namun sedikit berharap karena Dia mengingat kebiasaan dan Sifat putranya yang selalu memprioritaskan istri kesayangannya itu.
__ADS_1
.
.
.
.
Putry dan Sonia yang diminta datang menemani Siti terlihat berbicara serius sambil memotong Dodol betawi buatan Nyak Romlah untuk persiapan acara 7 bulanan calon cucunya.
"Aku jadi sedih tiap lihat ekspresi Ka Siti.." Sonia mendadak menghela napas panjang.
"Iya, Aku juga tahu, Sehebat apapun Siti nutupin kesedihannya tetap saja masih bisa kita rasakan.." Putry membenarkan pengakuan Sonia.
"Ka Boy tega banget sih ? Jahat ! Aku jadi kesal sama Dia, Ckk..Awas aja ! Nanti kalau Dia pulang bakal Aku unyeng-unyeng..."
"Sstt ! Jangan berisik ! Siti baru istirahat, Jangan sampai Dia bangun gara-gara denger kamu marah-marah.."
"Ehh, Upss ! Aku lupa, Ckk..Gara-gara Kakak Rese, Errghh.."
"Plokk..."Sonia memotong Dodol dengan ekspresi marah hingga mengeluarkan tenaga ekstranya.
__ADS_1
"Haisshh..."Putry hanya bisa geleng kepala melihat kemarahan Sonia.
"Hari ini juga Aku bakal cari informasi sama Si Garry..."Andre langsung sibuk membuka Handphonenya berbarengan dengan Ricco dan Tonny yang seketika sibuk menghubungi seseorang.