
Tak pernah terbayangkan oleh Putry bahkan tak pernah terpikirkan olehnya menjadi seorang pengantin wanita yang begitu beruntung mendapat perlakuan istimewa dari suaminya dengan menyelenggarakan pesta pernikahan yang super mewah yang menghabiskan biaya besar bahkan dihadiri para tamu special yang berasal dari kalangan pebisnis, selebritis hingga para pejabat.
Kini Putry mulai merasakan pengaruh besar dari keluarga suaminya saat dirinya disambut dan eluh-eluhkan sebagai tuan putri yang menjadi menantu pilihan keluarga Alvian.
Hingga saat Andre mengajak dirinya menyapa para tamu kehormatan, Putry semakin merasakan tingginya kualitas sosial diantara mereka.
Namun dari semua orang yang hadir dipesta pernikahannya itu, Sosok Kakak angkatnyalah yang paling Dia hormati dan kagumi hingga tak bosan Dia bersyukur dan berterimakasih pada Boy.
"Haish, Kok mendung gitu sih ? Jangan cengeng deh ! Gua yakin Om Riri sedang tersenyum melihat Tuan Putrinya terlihat begitu cantik memakai gaun pengantin ini.."Boy malah terkekeh saat raut wajah Putry mulai sendu dan melirik kearah Fhoto Almarhum Rizal yang diletakan oleh Andre diantara singgasana pengantin.
"Eh Kunyuk ! Elu enggak usah ngerayu istri gua ! Pake muji-muji cantik segala ? Semua orang juga tahu kalo istri gua ini yang paling cantik seantero jagad raya, yah meskipun agak galak dikit..Hihihi..
"Aaww...
"iisshh..."Putry hanya mendengus sebal mendengar celotehan suaminya setelah menghadiahkan cubitan kecil dilengan kiri Andre.
"Tuh kan galak..Hihihi.." Andre malah semakin terkekeh sambil mengusap-usap tangannya.
"Kak ?
"Ehh .."Seketika Boy terhenyak saat mendengar panggilan Kakak akhirnya keluar dari mulut Putry.
"Makasih Kak ! Makasih atas semuanya !
"ini kewajiban gua, Karna ini juga merupakan janji gua sama Om Riri..Tapi, Sekalipun gua enggak punya janji sama Dia, Gua akan tetap mendukung kalian..Simpan rasa terimakasih Lu buat Siti ! Karena Dia yang punya peranan penting dibalik semua ini.."
"Hah ? Siti ? "Sudah pasti Putry merasa heran saat mendengar pengakuan Boy dan juga anggukan kepala Andre yang membenarkan pengakuan sahabatnya.
"Sudahlah, Jangan dipikirkan ! Kalian nikmati saja rasanya menjadi raja dan ratu hari ini..Hahaha.." Boy malah tergelak seraya memboyong mereka kembali keatas singgasana mereka.
"isshh..Aku jadi makin penasaran.."
__ADS_1
"Sudahlah, sekarang saatnya kita menyambut tamu penting, Lets go ! "Andre hanya terkekeh sambil menggandeng Putry. Sementara Boy mulai beringsut dan menjauh saat beberapa pejabat menghampiri dan memberi ucapan selamat kepada pengantin.
"Heh ? "Kedua mata Boy seketika terperangah seperti halnya para tamu undangan yang merasa heran saat melihat Alvian yang dikenal tegas dan tak kenal kompromi dalam dunia bisnis mendadak terlihat begitu ramah dan sopan menyambut kedatangan Kong Mamat bersama keluarga dan besannya.
"Astaga, Baru kali ini Gua ngelihat Om Alvian tundukin kepalanya didepan orang lain..Ternyata Si Peot masih punya taring ? Hihihi.."Boy mendadak terkekeh geli melihat pemandangan itu, Namun kedua matanya langsung terbuka lebar saat melihat penampilan Siti yang sedang digandeng oleh Mamah Shoffie.
"Oh My God ! She's beautiful.."Boy lantas bergegas melangkah cepat menghampiri istrinya.
"Bang..."Siti lantas meraih tangan Boy dan menciumnya.
"Pretty savage..."Boy bergumam dengan kedua mata yang tak lepas dari wajah cantik istrinya hingga membuat semua orang yang berada disekelilingnya hanya bisa geleng kepala.
"Istriku memang paling the best.."Boy langsung berhambur memeluk istrinya dihadapan semua orang.
"Abang iihh, iisshh...
"Lain kali jangan kayak gini lagi ya ! Abang gak mau kalo Cowok-cowok disini jadi jelalatan liatin wajah cantik istri Abang.."
"Haiihh..."Semua orang kembali berdecak sebal sambil geleng kepala mendengar ocehan Boy.
"Pulang aja yuk ! Rasanya Abang gak rela kalau wajah cantik istri Abang ini dilihat sama orang lain..."
"Plak..."
"Aaww..."Boy hanya bisa meringis saat kepalanya disentil oleh Kong Mamat.
"Hahahaha..."
"Haissh..Gak asyik Lu, Kong !
"Nah elu maen tegrep aje ! Kagak tau apa kaki gua udeh pegel pengen selonjoran ?
__ADS_1
"Hahaha..."Semua orang mendadak tergelak hingga membuat Siti merasa begitu malu dan sungkan akibat kelakuan absurd suaminya.
"Mari Kong ! Kita tinggalkan saja pasangan muda seperti mereka ini ! Kita yang tua-tua lebih baik menikmati suasana pesta saja daripada pusing melihat kekonyolan Si Boy.."Alvian dan istrinya malah terkekeh sambil memboyong mereka menuju table tamu kehormatan.
"Nah, Akur tuh ! Mending gua makan prasmanan daripada liat Si Boy ngelonin Bininye.."Junet langsung menyelak sambil mengikuti langkah Kong Mamat.
"Haiihh..Dasar Muka Rantang.."Arifin hanya terkekeh dan bergegas melangkah bersama Jali dan Petter.Sementara Nivvy terlihat memboyong para istri ke table kaum sosialita yang bersebelahan dengan table para suami mereka.
"Abang issh..Aye pan malu.."Siti mencebik sebal saat Boy masih saja tak mau melepas dekapannya.
"Kenapa harus malu ? Santai saja ! Lagian ini adalah cara untuk memberitahu semua orang yang ada disini kalau kamu itu milik Abang.."
"iissshh..."Siti hanya bisa pasrah ketika Boy semakin mendekap erat rangkulan tangan dipinggangnya.
"Cici...
"Limeh ?
"Haiihh..."Boy hanya bisa berdecak sebal melihat Halimah berhambur menghampiri Siti.
"Elu juga datang ? Sama siapa ?
"Tuh.."Halimah menunjuk kearah Bagas yang berjalan beriringan bersama semua karyawan Caffenya.
"Heh ?
"Astaga ?
Boy dan Siti seketika merasa heran saat melihat semua karyawan Caffe datang dipesta pernikahan Andre dan Putry.
"Damn..Jadi ini maksudnya Si Andre ? Pantas saja Dia malah ketawa waktu gua tanya soal kejutan itu..Haissh"
__ADS_1