SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Penasaran


__ADS_3

"Stock kitchen minim ,Bos.."Bisik Angga yang baru terlihat setelah berperang berjibaku diarea kitchen kekuasaannya.


"Hemm..tadi gua juga udah ng'Check, Tolong sekalian lu catat daftar belanja buat besok yah!


"Siyaap Bos.."Angga terlihat antusias sambil melirik kearah Ayu yang sedang sibuk di meja kasir.


"Haissh..Mata tuh Mataaaa..."ejek Boy.


"Hihihi..kangen Bos ,daritadi belum sempet nengokin bidadari gua hihihi.."


"Bidadari ? "Seketika Boy terdiam dengan isi kepala mengingat Siti yang biasa dia panggil dengan panggilan Bidadari.


"lu kenapa Bos ? "Angga mengibas-ngibaskan tangan nya dihadapan wajah Boy yang sedang melamun.


"ehh..gak apa-apa...cuma lagi seneng aja hari pertama pembukaan Caffe ternyata responsnya lebih dari ekspektasi gua.."Boy berusaha berkilah dari kecurigaan Angga.


"iya juga sih Bos ! Tangan gua ampe pegel bolak-balikin Pan ..hihihi.."Angga terkekeh sambil menunjukan lengan kanannya yang terlihat kencang.


"Jangan sungkan buat manggil gua kalo lu keteteran dikitchen..!


"Santuy Bos...gua sama si Made bisa handle kok !


"Goodjob ! Stay Foccus n work well ,Okay !


"Siyaap Bos Quuuh..hihihi


"udah sana balik ke kitchen ! jangan larak-lirik si Ayu mulu !


"namanya juga usaha ,Bos hihihi.."Kekeh Angga lantas pergi meninggalkan Boy.


"WPS ? apa itu inisial nama gua ? tapi kan gak ada orang yang tau nama lengkap gua ? "Boy kembali memikirkan maksud tulisan diMemmo tadi namun kedua matanya masih melihat langkah Angga yang masuk kedalam Kitchen.

__ADS_1


"Bunga itu emang buat gua ! Tapi siapa yang kirim ? Darimana Dia tau identitas gua ?


💔


Pulul 09 malam Caffe pun ditutup karena jumlah pengunjung hari ini melebihi target Boy dan membuatnya terpaksa tutup lebih awal karena sudah kehabisan Stock bahan mentah.


Setelah sedikit berdiskusi sambil menikmati kopi dan melepas lelah Mereka pun mulai undur diri satu persatu.


"lu jangan pulang dulu Halimah ! gua ada perlu sama elu.."Boy memanggil Halimah yang sudah bersiap untuk pulang.


"heh ? ada apa ? kenapa si Willy nahan si imah? ,Bagas mendadak curiga dan penasaran.


"ada apa Bos Willy ? "Halimah langsung duduk menghadap Boy.


"on Point aja yah..Maaf gua maksud ngorek urusan pribadi lu..! "raut wajah Boy terlihat begitu serius membuat Halimah jadi salah tingkah dan gugup.


"Kemarin si Bagas gak sengaja denger lu nyebut nama BOY waktu telponan sama sodara lu..gua cuma pengen tau siapa itu si BOY ?


Halimah terperangah sekilas menatap ke arah Bagas yang berdiri disamping mereka.


"gua cuma memastikan Dia itu siapa ? karena ini berhubungan sama nasib seseorang..


"maksudnya ? kenapa Bos Willy penasaran sama yang namanya BOY itu ?


"lu cukup bilang aja siapa dia ?


"Si Boy itu calon suami nya Cici sepupu saya ?


"Cici ?


Halimah hanya menganggukan kepalanya tak berani bertatapan dengan Boy.

__ADS_1


"Huhfh..alhamdulillah ternyata dugaan gua salah.." Boy tersenyum tipis menyadari Boy yang dimaksud Halimah itu bukan dirinya


"Maaf ya..gua udah gak sopan masuk ranah privasi lu ,ini gua lakukin karena pengen memastikan aja kalo lu itu masih single..


"Heh ? Maksudnya apa Bos ?


"Ada cowo yang pengen serius sama elu tapi dia takut elu udah punya gandengan...hihihi "Boy terkekeh sambil melirik kearah Bagas.


"Astaga si Willy ? Bisa-bisa nya dia jeblosin gua dalam keadaan seperti ini.."Bagas mendadak Mangkel sekaligus lega.


"Saya gak mau pacaran Bos.."Suara Halimah terdengar begitu pelan.


"What ? astaga..What the...? " Mulut Bagas mengangga mendengar ucapan Halimah.


"gak mau pacaran ? "cecar Boy sementara Halimah hanya menganggukan kepalanya.


"mau langsung nikah ? "Tembak Boy dan Halimah pun kembali menganggukan kepalanya.


"Nice..."Boy mengacungkan jempolnya kearah Halimah.


"maksudnya apa sih ? kenapa Bos Willy nanya urusan pribadi aye ? " Halimah masih terdiam larut dalam pemikirannya sendiri.


"Berarti elu aman, Gas ! selamat berjuang yah..."Boy sengaja menaikan suara nya agar terdengar Bagas dan Halimah.


"Anjreeettt..What the Hell going on ? " Bagas semakin terbelalak menyadari Boy sedang meledeknya.


"Sekali lagi gua minta maaf ya ! gua gak ada maksud apa-apa cuma pengen memastikan status lu single apa double ? Biar gak salah faham.."Boy tersenyum tenang merasa lega atas pengakuan Halimah.


"iya Bos, gak apa-apa kok..aye cuma heran aja kenapa Bos penasaran sama yang namanya Boy..Ya udah,saya balik duluan yah..


"Hemm..lu balik sama Bagas aja ! Kasian tuh si Bagas daritadi mukanya asem bener nungguin elu.."Boy malah semakin antusias meledek Bagas.

__ADS_1


"Ayo Calon istri ! kita pulang dulu biar gak diledekin mulu sama Jomblo Toxic itu.."Bagas langsung menyambar tangan Halimah menarik paksa keluar dari Caffe tanpa peduli raut wajah kesal Halimah.


"syukurlah ! ternyata cuma sama namanya doang ? tapi gua masih penasaran sama orang yang kirim bunga..huhfh.." Boy menghela napas lega melirik langkah mereka yang terburu-buru keluar dari Caffe.


__ADS_2