SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Akhirnya Jadian


__ADS_3

"Kalian jaga rumah yah ! Papa sama Mama mau pergi dulu.."


Boy dan Trio Lacknat hanya menanggapi ucapannya dengan ledekan.


"Wah, Mau pacaran lagi ?


"Kencan Lansia ?


"Elu gak mesen Ade lagi, Boy ? Gua pengen Sonia diganti aja sama yang baru.." Andre terkekeh geli mengejek Petter dan Shoffie.


"Bugh.."Sebuah bantal mendarat tepat dikepala Andre.


"Segitu bencinya Kakak sama Aku ? Heh ? "Sonia yang baru saja keluar dari kamarnya mendelik sengit memarahi Andre.


"Eh, Ada orangnya ? Hihihi, Gua cuma bercanda kok, Tapi kalo bener kejadian, itu lebih bagus...Hahaha


Petter dan Shoffie hanya bisa geleng kepala menyaksikan pertengkaran Andre dan Sonia lantas memilih bergegas pergi meninggalkan anak muda yang sedang berkumpul dirumahnya.


"Papah sama Mamah mau kemana sih ? Gua jadi curiga ? Tumben mereka keluar rumah berdua ?


"Woy, Bengong aja Lu ?


"Haish, Ketularan Si Ricco nih.."


"Makin kompak aja Kakak sama Adik ipar ?


"Berisik ! " Ricco lantas berdiri dan meninggalkan mereka mengikuti Sonia yang berjalan keluar rumah.


"Jiaah, Bokap Nyokapnya pergi, Anaknya langsung disosor.."Andre terkekeh geli melihat Ricco berjalan cepat menyusul Sonia.


"Tunggu Nia !


Sonia terus saja berjalan tanpa menoleh sedikitpun.


"Sonia ? Hey !


Sonia masih tetap berjalan hingga sampai ditaman depan rumahnya seraya cepat duduk tanpa peduli pada Ricco yang berteriak memanggilnya.


"Haish, Masih marah ?

__ADS_1


Sonia masih membisu sambil menatap layar Handphonenya.


"Huuhfh..."Sekilas Ricco menghela napas.


"Maaf ya ! Sorry, Gua terpaksa tolak kemauan Lu, Enggak mungkin Gua suapin Elu didepan Om sama Tante..."


Sonia semakin tertunduk dan terlihat begitu serius menatap layar Handphoneya.


"Haish, Ya sudahlah, kalau memang masih marah ? Gua mau masuk lagi deh.."Ricco hanya bisa pasrah saat Sonia terus saja acuh dan tidak memperdulikannya.


Seketika Sonia menengadahkan wajahnya seraya menatap lekat kedua mata Ricco.


"Ya sudah ! Kalay mau masuk, ya masuk saja !


"Haish, Segitu marahnya ? Cuma karena kemauannya gak diturutin doang ?


"Hufh.."Ricco kembali menghela napas kasar saat melihat Sonia mendelik sengit.


"Kenapa ? Enggak suka ?


mendengar ucapan Sonia yang semakin ketus dan sengit, Ricco lantas duduk disebelah Sonia.


"Apa ?


"Masa cuma gara-gara enggak disuapin Elu jadi marah sama gua ?


"Bukan cuma itu ! Aku benci setiap kali Kakak Cuek sama Aku.."


"Haish, Elu bukan pacar gua ? Elu juga bukan adik gua ? Gak pantas kalau gua harus suapin Elu didepan Om Sama Tante..."


"Ya sudah, Kalau begitu jadiin Aku pacar Kakak saja biar bisa disuapin sama Kakak.."


"Heh ? Jangan becanda deh !


"Aku serius !


"Haih, Apa kata Si Boy kalau nanti Dia tahu gua pacaran sama Elu ?


"Jadi kaka takut sama Kak Boy ? Pengecut !

__ADS_1


Seketika Rahang Ricco mendadak mengeras dengan gigi bergemerutuk hingga kedua matanya terlihat penuh amarah saat mendengar ucapan Sonia.


"Jangan ! Jangan pernah Lu ucapain Kata itu didepan gua !


"Kak ? Kakak kenapa ? "Nyali Sonia mendadak menciut saat melihat ekspresi kemarahan Ricco.


"Arghh.." Ricco mengusap kasar wajahnya seakan merasa frustasi lantas berdiri dan menendang sebuah pot bunga.


"Kak ? Kak Ricco kenapa sih ?


"Sekuat tenaga Sonia menyingkirkan rasa takutnya lantas bertanya karena mwrasa khawatir saat melihat Ricco tiba-tiba saja murka.


"Kak ? Kenapa ? "Sonia menengadah menatap Ricco dengan ekspresi sendu.


"Heh ? "Seketika Ricco berusaha meredam amarahnya saat melihat ekspresi Sonia yang terlihat hampir menangis ketakutan.


"Maaf ! Maafin Gua ! Gua gak ada maksud bikin Elu ketakutan..."Ricco mendadak begitu lembut seraya mengusap-usap rambut Sonia.


"Kakak kenapa sih ? hiks hiks..Jangan marah-marah didepan aku ! Aku takut kalau lihat orang marah..hiks..hikss.."Akhirnya Airmata Sonia tak bisa lagi dibendung.


"Maaf sayang ! Aku janji enggak bakal marah-marah didepan kamu... "


"DEG..."Seketika Sonia terkesiap mendengar ucapan Ricco.


"Sayang ? Kak Ricco manggil Sayang ?"Sonia menatap kedua mata Ricco seolah merasa tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


"Jadi ? jadi Kakak mau jadi pacar aku ?


Ricco hanya menganggukan kepala sambil tersenyum tipis menatap Sonia.


"Kak, Aku seneng banget.."Sonia langsung berhambur memeluk Ricco meluapkan kebahagiaannya.


"Haish.."Ricco hanya berdesis merasa canggung ketika Sonia mendekap erat tubuhnya.


"Alhirnya Kita jadian juga..Hehehe "Sonia terkekeh senang dan semakin bersandar nyaman dalam pelukan Ricco.


"Kamu yang pertama, Dan semoga menjadi yang terakhir.."Sejenak Ricco mengecup kening Sonia yang terlihat memejamkan mata menikmati sentuhan dan ucapan Ricco yang berhasil membuat jantungnya berdetak begitu hebat.


"Gua cuma bisa mendukung kalian, Tapi Gua bakal bertindak kalau Elu berani nyakitin Adik kesayangan Gua.." Boy yang berdiri dibalik jendela hanya bisa menghela napas melihat Ricco dan Sonia yang sedang berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2