
Menjelang Sore Boy menyerahkan semua urusan Caffe pada Bagas karna dia ingin segera kembali kejakarta demi membayar kerinduannya.
Jarak Bali dan Jakarta yang tidak membutuhkan waktu tempuh yang lama membuatnya semakin bersemangat memutuskan untuk langsung ke rumah Siti.
Namun karna kemacetan disepanjang jalanan ibukota Boy akhirnya kemalaman dan lebih memilih rumah Kong Mamat yang menjadi tempat persinggahannya dan seperti kebiasaannya dia tertidur diatas balai bambu tanpa mau membangunkan sipemilik rumah.
"Astagfirullah.."Boy berusaha membuka matanya ketika suara adzan tubuh mengusik telinganya.
Dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya Boy bergegas bangkit dan melenggang menuju Musholla.
Karna sedikit terlambat Boy langsung berwudhu dan bergegas masuk Musholla yang hanya berisikan 10 orang jamah subuh.
Seketika jamaah menoleh kearah belakang mereka ketika Boy membaca iqomah dengan suara yang sudah pasti merdu.
"Heh ? Boy ? "Arifin terkejut melihat Boy yang berdiri tegak melantunkan iqomah.sementara jamaah yang sudah mengenal Boy sebagai murid Arifin nampak tersenyum melihat sang Rocker bergegas mengakhiri bacaan iqomah.
Sholat Subuh berjamaah yang didominasi oleh umur senja itu lantas dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan.
Entah karna lelah atau mata yang memang tak bisa diajak kompromi Boy malah tertidur bersandar pada tembok ketika jamaah masih berdzikir.
"Dasar bocah tengik..."Gumam Arifin terkekeh menghampiri Boy yang semakin menempel ditembok.
"Bangun Boy ! Ayo pindah kerumah ! "Arifin mencoba membangunkan dengan menepuk-nepuk bahu pemuda yang terlihat nyaman menutup matanya.
"engghh..."Boy hanya melenguh malas.
"Haiisshh..."Desis Arifin jengah melihat Boy seakan acuh malah makin semakin terlelap.
__ADS_1
"EH SITI ? BARU DATENG ? "Pekik Arifin tepat ditelinga Boy.
Seketika Boy membuka kedua matanya dan mengedarkan pandangannya kesegala penjuru ketika mendengar nama Siti disebut oleh Arifin.
"Hahahaha...giliran denger nama Siti aje baru dah melek..."Arifin tergelak puas melihat ekspresi kagetnya Boy.
"Uhss..Sialan lu Bang ! "Ketus Boy menyadari gurunya sedang menjahili dirinya.
"Hihihi.. Lagian susah banget dibangunan !
"Dibangunin Bang !
"eh iya itu..hihihi..
"Auu Aahh...
"Hihihi.. Ayo pindah kerumah gua ! kite ngupi dulu sambil nunggu matahari nongol..
"ya udah , ayo tidur dirumah !
"gua mau tidur dirumah Si Peot aja biar lebih gampang nyamperin Siti...
"Haiisshh..emang susah kalo berurusan sama orang yang lagi dedemenan..
"Gua kangen berat sama dia Bang ! Dari Bali langsung kemari..
"Heh ? Pantesan muka lu kusut bener..hihihi..
__ADS_1
"Auu aahh..
"Hahahaha..
Meski malas untuk bangkit akhirnya Boy memilih kembali kerumah Kong Mamat untuk meneruskan mimpinya yang terputus.
"awas nabrak Boy ! "Ejek Arifin terkekeh melihat Boy berjalan sempoyongan kembali ke rumah Kong Mamat.Sementara Boy seakan tak peduli karna ingin segera melanjutkan istirahatnya.
"Kan maen dah ah anak muda..." Arifin tersenyum kecil melihat Boy yang semakin menjauh dari pandangannya.
Begitu sampai dirumah kong Mamat , Boy langsung menghempaskan tubuhnya diatas balai bambu bahkan dengan begitu cepatnya dia terlelap masuk ke alam mimpi.
"Begajulan ini pasti belum pulang " Babeh Jali yang sedaritadi mengetahui kedatangan Boy nampak tersenyum melihat Boy begitu nyenyak tanpa menyadari keberadaannya.
"Segitu yakin nya lu Tong sama anak gua ? " Babeh Jali lantas pergi meninggalkan Boy tanpa mau mengusik istirahatnya.
💕
💕
LIKE silahkan !
COMMENT silahkan !
VOTE silahkan !
BEBAS 😉
__ADS_1
Readers Puas , Othor Lemesss 😆
yang penting masih ada KOPI..☕