
Pagi ini keluarga Boy nampak berdiskusi dengan keluarga Babeh Jali perihal masa perawatan Siti dan Boy, terutama Baby mungil yang kini menjadi kesayangan semua orang.
Boy lebih memilih menemani istri dan Baby nya daripada ikut berkomentar ditengah-tengah percakapan mereka.
"Lagi pade ngobrolin apa sih, Bang ? Babeh sama nyang laen romannye serius bener ? "Siti yang baru saja menidurkan Baby mungilnya mulai merasa penasaran dengan obrolan para sepuh disebelah ruangannya.
"Biasalah, Para orangtua mulai banyak pertimbangan..Hehehe " Boy malah terkekeh menimpali pertanyaan istrinya.
"Maksudnye pegimane ?
"Dokter sudah memberi pilihan, Kamu sudah bisa pulang setelah cairan infus hari ini habis, tapi Dokter juga menyarankan agar ditunda dulu supaya bisa memastikan kondisi terbaik kamu dan Baby.."
"Jadi Aye udeh bisa balik ?
"iya, Tapi Papah sama Mamah pengennya kamu tetap disini selama satu minggu supaya perawatan kamu dan Baby bisa dijalankan dengan maksimal.."
"Lama amat, Bang ?
"Demi kebaikan kamu dan Baby kita, Sayang ! Lagian Aku juga belum boleh pulang karena luka Abang masih dalam proses pengamatan dan perawatan.."
"Kalo gitu sekalian aje kite dimarih seminggu lagi.."
"iya, tapi Enyak sudah kepengen pulang, katanya perawatan dirumah juga sama saja dan Enyak juga merasa sudah berpengalaman.."
"Ehh, Enyak ? Maklumin deh Bang ! Namenye orang kampung pan udeh biasa ngerawat dirumah.."
"iya, Abang juga mengerti dan faham sama maksud Enyak, tapi Abang sama Papah Mamah lebih memilih perawatan medis untuk menanggulangi sekaligus berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak terduga..."
__ADS_1
"Biar Aye nyang ngomong sama Enyak ! Lagian Aye juga malah jadi watir kalo pulang berdua sama Baby doang, pan Abang belon boleh balik ?"
"Kamu memang the best, sayang ! Hihihi
"isshh..."Siti hanya mencebik saat suaminya bertingkah manja memeluk dan mengendus tubuhnya.
.
.
.
Sementara dirumah Tini, nampak Tonny tak menyia-nyiakan kesempatan setelah memiliki alasan tepat untuk mengajak Tini dan Budi menjenguk Siti dan Boy dirumah sakit.
"Beneran sudah lahiran ? "Tini masih saja tak percaya pada Tonny karena merasa pemuda itu hanya memanfaatkan peluang untuk bisa pergi bersamanya.
"Dede bayi sudah lahir, Pa ? "Budi yang sedang asyik bermain game pun seketika antusias bertanya pada Tonny.
"Yah, Kamu sudah punya Dede.."Tonny terkekeh melihat Putranya berbinar senang mengetahui Baby yang sering ditanyakannya itu kini sudah lahir dengan selamat.
"Aku pengen lihat Dede bayi, Pa ! Ayo Bu, Kita lihat Dede Bayi.."
"Haisshh.."Tini hanya berdesis jengah melihat putranya begitu antusias bahkan hubungannya terlihat semakin dekat dengan Tonny.
"Dede bayi Om Boy sama Tante Siti pasti cantik ya, Pa ? Kayak tante Siti ?
"iya, Dede Bayinya memang cantik ! " Tonny semakin terkekeh mendengar celotehan Budi.
__ADS_1
"Aku juga pengen punya Dede..."
"Ehh..? "Seketika suasana menjadi canggung saat celotehan Budi itu mengusik gemuruh perasaan Tonny dan Tini.
"Ckk, Anak ini, bicaranya kenapa sampai situ sih ? Si Tonny bisa makin besar kepala.." Tini hanya bisa memalingkan muka seolah tak mendengar celotehan putranya itu.
"Anak kita juga sudah kepengen punya adik, jadi kapan kamu siap menikah sama aku ? "Sudah pasti Tonny tak menyia-nyiakan peluang untuk kembali merayu Tini.
"Jangan bahas soal itu ! " Tini semakin membuang muka dan berusaha menghindar dari pembahasan itu.
"Huuuhf... Sampai kapan kamu seperti ini? Apa yang harus aku lakukan supaya kamu percaya sama keseriusan aku ? " Tonny hanya bisa menghela napas panjang tiap kali Tini menghindar dari topik pembahasan perihal pernikahan diantara mereka.
"Assalamu alaikum..."Seketika Tonny tertegun karena merasa mengenal suara perempuan yang mengucap salam itu.
"Wa alaikum salam..Masuk Nia ! Kok lama banget sih ?
"Tante Nia.."Budi beringsut turun dan berlari menyambut kedatangan Tania.
"My Son makin pinter ! Tante kangen deh sama kamu.."
"Aku juga kangen ditraktir sama Tante.."
"Hahaha dasar rese..."Tania tertawa senang memeluk dan mencium Budi yang semakin tumbuh besar dan semakin menggemaskan.
"Damn it..Shiitt.." Sudah pasti Tonny mendadak panik dan keheranan karena tak menyangka bisa bertemu dengan mantan kekasihnya dirumah calon istrinya itu.
"Heh ? "Sementara Tini mulai merasa curiga saat melihat perubahan ekspresi wajah Tonny ketika melihat kedatangan Tania.
__ADS_1