SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
CurCol Tonny Tini


__ADS_3

"Saya pernah denger nasehat yang bagus dari orang , Katanya...Ketika Badai datang dalam hidup kita ,maka kita harus tetap tenang tanpa harus sibuk menenangkan badai itu ,Karna ketika kita tenang maka Badai sebesar apapun pasti bisa dilewati.."


"Siapa yang ngomong kayak gitu ? Sok bijak amat..."Tonny terkekeh melihat raut wajah Tini yang bersemangat.


"Ada deeehh..hihihi...


"Tuh orang mungkin gak pernah merasa kesusahan atau kesulitan dalam hidupnya ,makanya enteng banget ngomong kayak gitu.."


"Dia juga bilang , Tuhan menciptakan semesta begitu sempurna dengan segala maksud yang terkandung didalamnya..


"Tuhan sudah memberi keseimbangan pada hidup seluruh makhluknya ,memasang kan semua dengan begitu tepatnya ,memberi dengan maksud agar semua makhluknya tak sekedar menerima ,tapi juga memaknai dan mengambil hikmahnya.."


"Hanya orang yang tidak bersyukur dan tak pernah berkaca diri yang cuma mengeluh pada keadaan dirinya.."


"Saya sudah sering berada diposisi terendah dan terpahit dalam hidup ini , Tapi Tuhan selalu menunjukan jalannya meskipun ada lelah yang harus saya tempuh.."


Tonny hanya terdiam menyimak dan mencerna semua ucapan Tini yang terdengar begitu tepat sasaran sesuai dengan perjalanan hidup nya.


"Bukan kah kita tak kenal terang bila tak ada gelap ? Meskipun tak semudah teory , Tapi keyakinan dan pengalaman akan membimbing diri untuk bisa lebih kuat menghadapi masalah hidup.."


"amazing..Biasanya gua males dengerin ocehan Si Kunyuk sama Si Kulkas...Tapi kenapa omongan lu bisa gua denger ya ?


"Mungkin Aa emang butuh suasana baru..

__ADS_1


"bisa jadi..


"lagian kita gak pernah tau dimana dan dari siapa pengalaman itu datang..Bahkan sekolahan aja gak bisa memastikan pelajaran hidup seseorang..hanya sekedar teory untuk memperkaya pengetahuan dan meminimalisir resiko pengetahuan itu sendiri..."Tini tersenyum kecil mendengar pengakuan Tonny.


"Kok gua ngerasa elu lebih cocok jadi psikiater sih ? apa bener elu cuma lulusan SMK ?


"Semua yang saya tau berdasarkan pengalaman aja..Maaf kalo ada yang salah atau gak sependapat ,tapi kira-kira begitulah keadaannya..."


"Pas , Pas banget kayak racikan kopi lu.."Tonny terkekeh seraya menyecap sisa kopi digelasnya sementara Tini hanya tersenyum kecil melihatnya.


"Next plan apa ?


"Terlalu banyak..Saya punya banyak rencana meskipun saya tau itu gak mungkin..hihihi


"Kemampuan kita beda , Kalo Aa mungkin lebih mudah meraih semuanya karna banyak faktor yang mendukung..Beda sama Saya yang serba minim dukungan.."


"berbelit-belit aahh..garis besarnya aja ?


"Emm.."Sejenak Tini menghela napas.


Saat ini prioritas saya cuma buat anak saya aja , apapun dan bagaimanapun saya harus bisa membesarkan dia dengan pendidikan yang baik meskipun harus banting tulang "


"Belum ada niatan nyari Calon bapak buat Si Budi ?

__ADS_1


"Saya juga gak mau dibilang munafik ,Sudah pasti sempet kepikiran , Tapi ?


emangnya ada cowo yang mau terima saya dengan segala kekurangan dan masa lalu yang buruk ? apalagi saya punya Budi ?


"Pasti ada lah , Mungkin gua termasuk salah satu daftar Fans lu..hahaha


"Saya gak mau ngotot soal itu , kalo emang udah ada jodohnya pasti ketemu kok..sekarang itu saya lebih mengutamakan urusan Si Budi daripada urusan saya.."


"Tapi gak menolak kan kalo ada cowo yang mau maju ?


"Tergantung !


"Heh ?


"Gak usah bahas soal itu , lieur ! "Tini terkekeh melihat raut wajah penasaran Tonny.


"aahh gak asyiikk lu...


"hihihi...


"Strong Woman..Cara berpikirnya lebih dewasa dibanding sama usia nya..Anak nya Si Budi juga terpaksa dewasa sebelum waktunya.."Aahh seberat apa hidup lu ,Tin ?"


Sejenak Tonny tertegun mencerna semua pemikiran Tini yang diterjemahkan lewat ucapannya.

__ADS_1


__ADS_2