SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Orang Baik


__ADS_3

Ketiga sahabat Boy yang masih penasaran dengan tingkah anehnya itu kini tak lagi membahasnya seolah hanya angin lalu saja.


Pada akhirnya mereka memilih untuk pulang dan tak ingin mengganggu Boy yang sedang beristirahat sambil menghafal Sholawat.


Dan pagi ini raut wajah Boy terlihat begitu cerah setelah semalam berhasil tidur nyenyak tanpa ada gangguan ketiga sahabat Lacknatnya.


"Morning All.."Boy menghampiri Orangtua dan adiknya yang sudah duduk manis diruang makan.


"Heh ? "Petter mengkernyitkan dahi saat melihat ekspresi Boy yang begitu cerah dan penuh semangat.


"Anak Mamah kayaknya lagi Happy banget ? "Shoffie menatap wajah Boy yang terlihat begitu ceria bahkan senyuman Boy tak pernah lepas dari bibirnya.


"Kakak sudah sembuh ?


"Kalian kenapa lihatin Aku kayak begitu ? Aku tahu kalau Aku memang ganteng, Tapi biasa saja dong lihatnya..Hehehe


"Papah cuma heran lihat kamu pagi-pagi sudah cengengesan ?


"He'ehh, Mamah juga heran, kenapa pagi ini kamu sumringah banget sih ?


"Apa Kakak masih kesurupan ?


"Haish, Enggak ada apa-apa kok ! Aku cuma lagi belajar jadi orang baik saja..."


"Hah ? "Petter, Shoffie dan Sonia menganga tak percaya saat mendengar pengakuan Boy.


"Maksudnya Bagaimana, Kak ?

__ADS_1


"Ckk, Selama ini Kakak sudah lupa sama yang namanya ibadah, Bahkan benar-benar menjauh dari Tuhan.."


"Huuhfh.."Sejenak Boy menghela napas panjang.


"Aku baru sadar, Tuhan itu memang Maha Baik dan menyukai hal-hal yang Baik.."


"Sementara saat ini, Aku ingin memiliki seorang istri yang baik dan bisa mendampingi serta mendukungku melakukan hal-hal baik.."


"Tapi ?


"Bagaimana Aku bisa mendapat istri yang baik kalau Aku sendiri belum menjadi orang yang baik ?


"Makanya, sedikit demi sedikit Aku lagi belajar jadi orang baik...."


Suasana dimeja makanpun mendadak terasa hening saat Boy mengungkapkan keinginan dan rencananya yang berhasil menyentuh relung hati semua orang yang berada dimeja makan itu.


"Mamah akan selalu mendukung kamu, Nak..." Shoffie lantas beringsut mendekap putranya seraya menahan tangis haru hingga kedua matanya nampak berkaca-kaca.


"Aku juga Kak, Aku mendukung Kakak !


Aku setuju sama pemikiran Kakak..."


"Biarpun selama ini Kakak sudah menjadi yang terbaik buat Aku, Tapi Kakak juga harus menjadi yang terbaik buat Kakak ipar Ku..."


"Yeah, Thanks ! Thanks Mom, Dad !


Boy berusaha tersenyum meski sebenarnya hati dan perasaannya terenyuh dan ingin menangis, karena untuk pertama kalinya Dia mendapat dukungan semangat dari keluarganya.

__ADS_1


"Habiskan dulu sarapanmu, Boy ! Menjadi orang baik itu butuh tenaga juga loh..."Petter terkekeh menggoda putranya.


"Dan butuh kesabaran.."Shoffie ikut terkekeh menimpali.


"Dan butuh perjuangan juga.."Sonia tak kalah terkekeh menimpali orangtuanya.


"Hahaha..."Mereka tertawa lepas dalam suasana hangat yang sudah lama tak pernah mereka rasakan.


Boy lantas bergegas pergi setelah mendapat asupan Nutrisi dan asupan semangat dari keluarganya.


"Kamu mau kemana bawa-bawa buku segala ?


"Aku mau numpang ngadem dirumah Kong Mamat sambil baca buku, Siapa tahu Aku beruntung bisa ketemu sama Siti..."


"Sepertinya Dia memang serius, Pengaruh Siti memang sangat besar sampai-sampai berhasil merubah Bocah Nakal ini.."


Petter seolah malas berkomentar namun tatapan matanya mengarah pada Buku yang dipegang oleh putranya itu.


"Aku pergi dulu ya Mah, Pah !


Boy lantas mencium tangan mereka sebelum bergegas pergi dari hadapan mereka.


"Assalamu alaikum.... "


Petter dan Shoffie hanya menganga merasa tak percaya dengan kejadian yang baru saja mereka alami.


"Apa dia beneran anak kita, Mah ?

__ADS_1


"Terimakasih Tuhan ! Engkau telah mempertemukan Boy dan Siti.." Mamah Shoffie masih saja tertegun menatap kepergian putranya.


"Aku cuma bisa berdoa, Semoga Kak Siti benar-benar menjadi Kakak iparku, Aiihh Ka Siti memang paling the Best, Dia berhasil menjinakkan Macan Liar.." Sonia tersenyum simpul saat mengingat Boy dan Siti yang tampak serasi menjadi pasangan.


__ADS_2