SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Kumpul


__ADS_3

Perlahan satu-persatu pengunjung mulai berdatangan mengisi kekosongan meja Caffe hingga menjelang sore suasana Caffe itu semakin ramai bahkan table luar pun nampak terisi penuh.


Untuk pertama kalinya Sonia merasakan lelahnya melayani para tamu di Caffe milik Kakaknya namun gadis itu terlihat begitu menikmatinya sambil terus melirik dan mengawasi Ayu yang dicurigainya memiliki perasaan lebih terhadap kakanya.


"Huuuhfh..."Sonia menghela napas setelah menyelesaikan tugasnya melayani table luar.


"Kenapa ? Cape ? "Boy terkekeh melihat adiknya menghela napas begitu dalam.


"Hemm..Cape tapi seru ..hihihi


"iyakah ?


"Hemmm.."


"kayaknya kaka mesti nambah table baru deh ! Caffe ini ternyata pengunjungnya banyak yah..."Sonia mengedarkan pandangannya memperhatikan suasana Caffe.


"Kaka lagi nego lahan sebelah tapi harganya masih belum deal , rencana nya kaka juga mau memperluas Area Caffe ini supaya bisa nampung lebih banyak tamu..


"kurang dana ? "Ejek Sonia.


"tabungan kaka udah habis buat modal makanya jual mobil buat tambahan..eh masih kurang buat beli lahan sebelah..hihihi


"pake duit aku aja, Ka ! itung-itung invest hihihi


"Haissh..gak ah ! Kaka gak mau berbisnis sama saudara apalagi sama kamu hihihi


"Dasar perhitungan..."Pekik Sonia kesal.


"Bukan gitu..Kaka cuma gak mau ada keluarga yang ikut campur sama usaha ini karna kedepannya belum tentu Kaka bisa stay disini dan pastinya malah mengecewakan..


"Maksudnya ? Kaka mau pergi lagi ?


"Enggak juga sih ! kita kan gak pernah tau masa depan nanti kayak gimana ? sekedar antisipasi aja..


"O" Sonia hanya membulatkan bibirnya.


"Tapi aku siap bantu loh kalo kaka butuh dana tambahan !


"Hemm...Thanks "Boy mengulum senyumnya sambil mengusap gemas rambut Sonia.


"Heh ? Mama ? "Sonia meliha Mama Shoffie sedang berbicara dimeja kasir.


"Mama ? "Boy membalikan tubuhnya setelah mendengar ucapan Sonia dan mendapati Mama dan Papa nya nampak berdiri didepan meja kasir.


"Maaah...Mamaaahh..."Boy melangkah cepat menghampiri mereka


"Mamaaaah..


"Boy ? "Mama Shoffie terperangah melihat putra kesayangannya berlarian menghampirinya.


"Boooyyy..."Mama Shoffie berhambur memeluk putranya meluapkan kerinduan sekaligus kekesalannya.


"Forgive me ,Mom...! "Im sorry..! Boy mendekap erat tubuh Mamanya melepas kerinduannya yang tertunda.


"Bocah Nakal Mamah makin Nakal..Heh ? "Mama Shoffie mendelik kesal sedetik kemudian menghujani wajah Boy dengan kecupan.


"Maaahh...udah dong ! "Boy meraup kedua pipi Mama Shoffie menahan tingkah Mamanya yang selalu saja berlebihan.


"Kamu tuh gak tau gimana perasaan Mama ,Heh ? Mama..Mama..Mama..


hikss..hikss.."Mama Shoffie seakan tercekat lantas menangis mengingat kesedihannya.


"Dont Crying,Mom ! Forgive Me ! "Boy mengusap airmata Mamanya berusaha menghindari tatapan beberapa pengunjung yang memperhatikan mereka.


"Sudahlah Mah ! "Papa Petter yang sedaritadi hanya terdiam akhirnya angkat Suara melihat istrinya mulai menangis.

__ADS_1


"Sebaiknya kita masuk dan duduk dulu ,Pinggang Papa masih pegel nih semenjak turun dari pesawat..."Papa petter terkekeh mencoba mengalihkan kesedihan istrinya dengan lelucon kecil.


"Dasar pak tua.."Ketus Mama Shoffie.


"Tapi tetep ganteng kan ? hihihi "Petter makin terkekeh.


"Thanks Pah ! "Boy menyadari Papa nya mencoba menenangkan Mama Shoffie.


"Kamu gak mau peluk Papa Boy ? hihihi


"Haissh.."Boy hanya berdesis malas namun seketika berhambur memeluk Papanya.


"Sorry Pa...


"Hemm..Dasar bocah ! "Ketus Petter menepuk-nepuk punggung putranya.


"Hey , Kalian gak malu jadi tontonan orang-orang ? "Sonia mendelik sambil bersidekap dada mengejek mereka.


"Haissh.."Petter melepas pelukannya begitu mendengar suara Sonia.


"Kamu juga pengen dipeluk,heh ? "Petter mengejeknya dan langsung merangkul bahu Sonia.


"Haissh..


"Ayo masuk dulu Mah ,Pah ! "Boy menggandeng Mama Shoffie menuju table yang terlihat kosong dan diikuti Petter dan Sonia yang juga bergandengan tangan.


"Mereka orangtuanya ka Willy ? Pantes aja Si Bos ganteng ,ternyata Papa nya juga Bule ganteng..hihihi..Tapi kenapa Sonia keliatan akrab banget sama mereka ? " Ayu terus saja memperhatikan mereka yang sudah berkumpul ditable ujung.


"Silahkan ! "Leon menyodorkan empat gelas Mocktail diatas meja mereka.


"Kenalin Mah , Pah ! Dia Leon Bartender di Caffe ini..."


Mamah Shoffie dan Papa Petter mengulum senyumnya sambil bersalaman dengan Leon.


"Dasar bocah nakal selalu aja berteman sama yang nakal lagi..."Petter terkekeh melihat penampilan Leon yang tidak jauh berbeda dengan Boy.


"Maaf ya Om saya balik lagi ke meja..."Pamit Leon lantas berlalu sambil mengulum senyuman merasa lucu melihat tingkah Boy yang terlihat manja didepan orangtuanya.


"karyawan kamu itu mirip si Andre , ,Tampangnya tengil..hahaha "Petter tergelak.


"tapi dia baik Pah .."Bela Sonia.


"iyakah ? "Cecar Shoffie.


"Semua karyawan aku baik kok Mah.. malah saking baiknya karyawan cewe ampe rebutan pengen jadiin aku calon suami...hihihi "Boy terkekeh sambil merangkul manja Mama nya.


"jangan macem-macem kamu Boy ! "Mama Shoffie seketika membulatkan matanya menatap tajam sambil bersidekap dada.


"hihiihi..just kidding Mom...


"Mama gak suka kamu ngomong kayak gitu ! kamu gak tau gimana rapuh nya Siti waktu tau pesawat kamu kecelakaan.."Seketika raut wajah Mama Shoffie mendadak pias mengingat Siti.


Boy pun mendadak terdiam begitu Mamanya menyebut nama Siti.


"Mama tau dia berusaha tegar dihadapan Mama demi menghibur dan menenangkan Mama... Dia emang anak baik,Boy ! Dia pura-pura tenang didepan Mama ,tersenyum tertawa bahkan becanda sama Mama ..Tapi


"Huuhf..Mama tau dia nangis tiap kali keluar dari kamar Mama...


"ternyata Mama juga tau.." Sonia mengulum senyumnya mendengar penuturan Mama nya.


"Jangan kecewakan Siti lagi ,Boy ! "Mama Shoffie sekilas mengecup kening putranya.


"Forgive me Mom..! "Lirih Boy lantas mendekap Mama Shoffie.


"Kamu beruntung Boy ! Siti itu memang menantu idaman..."Mama Shoffie mendadak sumringah.

__ADS_1


"Sayang nya dia lagi sakit jadi gak bisa ikut kemari..."Papa Petter menyelak ucapan istrinya


"Apa ? Sakit ? " Boy seketika terbelalak dengan mulut menganga.


"Pantes aja gua ampe mimpiin dia.."lirih Boy pelan namun masih terdengar oleh orangtuanya yang mendadak mengulum senyuman mereka.


"Ka Boy mimpiin Siti ampe teriak-teriak gak jelas..."Ejek Sonia.


"Makanya jangan sok-sok an kabur.."Timpal Papa Petter terkekeh.


"Kalian memang punya ikatan bathin yang kuat..Semoga aja kedepannya bisa lebih baik lagi..."Mama Shoffie meraup kedua pipi Boy kembali mengecup keningnya.


"Siti sakit apa Mah ? "lirih Boy khawatir.


"gak tau juga sih ? soalnya dia gak mau dibawa kerumahsakit , Mama gak sempet ngobrol soalnya dia lagi tidur waktu Mama mampir kerumahnya..


"Huuhfh..Kasian..Muka nya pucet banget .."Mama Shoffie nampak menghela napas begitu dalam mengingat keadaan Siti.


"O ya ...pacar ku mana Mah ? "Sonia mencoba mengalihkan suasana sedih dihadapannya.


"Haissh...Bocah bisu itu masih didepan katanya males ketemu sama kaka mu.."Ejek Petter terkekeh senang.


"Dasar jutek..."Ketus Sonia namun seketika terkejut melihat Ricco tengah berjalan menghampiri mereka.


"Beib ? "Sonia langsung bangkit berdiri melangkah cepat berhambur memeluk Ricco yang hanya mematung tanpa membalas pelukannya.


"lepas ! gak enak sama om tante ! "Ketus Ricco lantas membawa Sonia kembali ke Table.


"Heh ? kenapa Sonia juga mesra banget sama cowo itu ? " Dari kejauhan Ayu masih tetap mengawasi Sonia.


"Siapa yah ? kayaknya aku kenal sama cowo itu ? " Kartika melirik ke arah Ricco.


"Apa kabar bro ? "Boy berdiri dan menyambut sahabatnya itu.


"Minggir lu pecundang ! " Ricco malah mendorong tubuh Boy menyingkirkan sahabatnya itu dari hadapannya.


"Haisshh..."Boy hanya bisa pasrah menerima kekesalan Ricco.


"Hihihihi...Mamam tuh..."Sonia terkekeh lantas membawa Ricco duduk disebelah Papanya.


"Maaf Bos , mau makan gak ? "Halimah menghampiri dan seketika semua menatap kearahnya.


"Bilang sama Si Angga supaya bikin maincourse 4 porsi yah..."


"iya bos.."


"O ya , De ! kenalin mereka orang tua gua...


"De ? Petter dan Shoffie beradu pandang merasa heran dengan panggilan itu.


"Eh iye Bos , Aye Halimah ..."Imah langsung mengecup tangan Shoffie dan Petter. Dan Seketika Mama Shoffie malah menangis.


"Loh Mama kenapa ? "Boy langsung merangkul kembali Mamanya.


"Hikss..hiks..Mama jadi inget sama Siti.."


"Udah dong Mah ! "Petter langsung menyambar istrinya menariknya dalam pelukan.


"Siti ? siapa sih ? "Sejenak Halimah tertegun.


"Kalo gitu aye permisi dulu ya..! "Sekilas Halimah tersenyum ramah lantas berlalu setelah mendapat anggukan kepala Boy.


"Kenapa Bos Willy sama keluarga nya selalu aja bahas soal SITI ? ..jangan-jangan ? "Halimah melenggang dengan setumpuk pertanyaan mengisi kepalanya.


"Gua tau lu pengen ngamuk tapi gak enak sama papa mama..hihihi " Boy mengulum senyumnya melirik Ricco yang sedartadi membuang pandangannya tak mau melihat kearah Boy.

__ADS_1


"Sorry Will ! gua bukan gak mau kenalan sama keluarga lu , tapi saat ini kayaknya kalian butuh waktu buat diskusi panjang.." Bagas tersenyum memperhatikan mereka dari kejauhan.


__ADS_2