
Jam 10 malam Boy sudah berada dibandara Ngurah rai dan langsung pulang menaiki taksi menuju rumah pak Kail.
Sepanjang jalan By pass Ngurah rai sampai ke jalan Ulun siwi dan jalan pemelisan agung ,Boy hanya terdiam melamun memandang jalanan dari balik kaca mobil.
Namun sebelum lajur kanan arah ke Jimbaran Boy melihat Leon sedang duduk termenung disebuah kursi kayu didekat the open house bali.
"Depan Stop ,Bli ! "Boy meminta sang sopir menghentikan laju kendaraannya.
Setelah memberikan selembar uang Boy langsung turun dan menghampiri Leon.
"kirain gua gembel cuma ada disiang hari ? ternyata malam hari ada juga yang kelayaban..."Boy bersidekap dada mengejek Leon.
Leon yang sedang larut dalam lamunannya seketika terkejut melihat Boy berdiri disebelahnya.
"Jangan asal ngomong lu ! gua lagi males buang tenaga buat berantem..."Ketus Leon mendelik sengit.
"Hahaha..Cemen lu ! Ayo ikut sama gua ! "Boy malah tergelak mendengar ucapan Leon.
"Lu nantangin gua ? heh ? "Leon pun bangkit berdiri dan siap menghajar Boy.
"gua cuma mau ngajak lu makan dilesehan situ.."Boy menunjuk sebuah warung seafood lesehan.
"Tapi kalo lu ngajak berantem sih ? Hemm ..Boleh juga , badan gua emang lagi pegel 2hari bolak-balik jalarta-Bali..."Boy malah terkekeh meremehkan Leon.
"punya nyali juga lu ? "Leon menyeringai.
"gua udah pernah mati ,dan sekarangpun gua hidup dalam kematian.. Gua gak pernah takut ngadepin gembel kayak elu.."Boy hanya mendengus seakan menunjukan keseriusannya.
"jangan main-main sama gua ! "Leon berhambur mencengkram kerah jaket Boy.
"jadi lu milih berantem daripada nikmatin Seafood ? "Boy langsung menyambar tangan Leon dan menendang betisnya hingga dia bersimpuh ketanah.
"brugh..
"Kuda-kuda lu loyo.."Ketus Boy mengejek Leon.
"Bangsaaddd..."Leon lantas bangkit dan menerjang Boy namun dengan sigap Boy memutar tubuhnya dan kembali menendang kaki Leon.
__ADS_1
"Bruukk..."Leon kembali tersungkur.
"udahlah ! lu gak bakal mampu ngelawan gua ! Mending kita makan disana ,gua laper banget nih..hihihi.."Boy terkekeh sambil mengulurkan tangannya.
"Banyak bacot lu..."Pekik Leon menepis uluran tangan Boy lantas bangkit dan siap menyerang Boy.
"Haish..Bukannya gua sombong,Bro ! gua nguasain tekhnik Karate sama Silat betawi dan gua terbiasa melawan orang dalam jumlah banyak , jadi kalo cuma ngadepin gembel kayak elu sih cuma buang waktu doang..."Boy masih saja senang mengejek Leon yang terlihat sedikit berdecak sinis mendengar ucapan Boy.
"Ayo lah ! gua lapar banget nih ! "Boy membalikan tubuhnya meninggalkan Leon.
"Bangsaaadd..."Leon kembali menerjang Boy yang membelakanginya namun insting fighter Boy langsung bereaksi menghindar dan membalikan serangan.
"Bugh..."Satu pukulan mendarat tepat diperut Leon.
"Bruk.."Tangan kanan Boy mendorong tubuh Leon hingga terhuyung kebelakang.
"udah gua bilang kan ? Lu gak bakal bisa ngalahin gua sekalipun lu main belakang..hihihi.."Boy terkekeh melihat Leon meringis kesakitan memegangi perutnya.
"Ayo buruan ikut gua sebelum gua jadi serius matahin tulang-tulang lu..."Boy merangkul bahu Leon membawanya pergi kesebuah warung seafood diseberang jalan.
"lu mau makan apa Bro ? "Tanya Boy lantas duduk bersebelahan dengannya.
Leon masih saja diam dengan tatapan sinisnya seakan tak terima dengan kekalahan sekaligus kebaikan pemuda dihadapannya.
"Haish..kenapa jadi mendadak bisu ? hihihi ya udah biar gua yang pesen..."Boy memanggil pelayan memesan kepiting dan udang bakar yang menjadi top seafood diwarung itu.
"Plus 2 lemon tea sama 1 jus mentimun yah ! "Boy kembali menegaskan pesanannya.
"sehat banget lu ?"Leon mengejek Boy yang memesan jus mentimun.
"eh udah gak bisu ? hihihi.."Boy malah terkekeh sambil menyuruh pelayan bergegas.
"maksud lu apa ngajak gua kesini ? "Leon terlihat masih saja mendengus kesal.
"gua cuma mau minta temenin makan aja sekalian pengen ngobrol..Lagian mending disini kan daripada lu bengong dipinggir jalan..hihihi..gua khawatir lu kesambet leak..hahahaha..."Boy makin tergelak mengejek Leon.
"Dia memang punya nyali..gua pikir waktu itu cuma gertakan doang ?
__ADS_1
Kedua mata Leon semakin mendelik sinis melihat tingkah Boy.
"apa alasan lu bantuin keluarga gua ? "Tiba-tiba saja Leon mempertanyakan hal yang diluar perkiraan Boy.
"Heh ? maksudnya ?
"gak usah pura-pura sok polos deh ! kenapa lu kasih pinjem duit buat ade gua ?
"oh itu..emangnya kenapa ?
Tika karyawan gua, dan wajar dong kalo gua perhatian sama karyawan gua ?
"Bulshittt.."Ketus Leon.
"terserah lu mau bilang apa ? yang jelas gua gak mau Pak Gede sama ibu dan adik lu kehilangan rumah karena harus menanggung akibat kelakuan ngaco elu..
Leon terdiam dan membuang pandangannya seakan mengisyaratkan dia juga menyesali perbuatannya.
"o ya..Sekarang lu kerja dimana Bro ?
"maksud lu apa nanya kayak gitu ?
"Haish..Sensitif amat kaya putri malu..hihihi
maksud gua kalo lu free ,gua mau nawarin kerja di Caffe..lu bisa kan jagain Bar ?
Leon terdiam menatap sinis dengan guratan kemarahan yang masih terlihat jelas diwajahnya.
"Sudahlah kita makan aja dulu ! "Boy menyambar makanan yang disajikan seorang pelayan yang membuyarkan obrolan tegang mereka.
Tanpa basa-basi Boy langsung menyantap udang bakar dihadapannya karna dia memang sudah kelaparan.Sementara Leon terlihat tidak bernapsu untuk makan dan hanya meminum lemon tea dihadapannya.
"jangan minum mulu ! udah kayak ikan..hihihi..
Buruan makan ! abis ini kita pulang , dan besok siang lu harus datang ke Caffe langsung jagain Bar ! "Boy masih saja terkekeh mengejek Leon.
"Maksud nya apa sih ? kenapa orang ini seenaknya aja nyuruh gua ? apa dia beneran gak tau siapa gua ? kenapa dia bisa sebaik ini sama orang yang gak dia kenal ? "Leon larut dalam pemikiran nya sendiri sambil mencicipi makanan dihadapannya.
__ADS_1