SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
GOODBYE


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit dan meleawati drama umpatan dan makiannya Andre disepanjang perjalanan , akhirnya mereka tiba dibandara tak lama setelah Ricco dan keluarga Boy tiba disana.


Dengan langkah cepat Andre dan Siti memasuki bandara dan langsung menuju ruang tunggu penumpang Route penerbangan internasional.


"gimana Bro ? " Andre mempercepat langkahnya menghampiri Ricco dan Petter serta Shoffie yang tengah bernegosiasi dengan penjaga pintu masuk.


"Ka Siti..."Sonia berhambur memeluk Siti yang baru saja tiba dengan raut wajah pucat dan mata yang sembap akibat membaca pesan terakhir yang dikirim si Boy.


"Sabar Nia.. !!! "Lirih Siti mencoba menenangkan Sonia meski sebenarnya hatinya pun tengah dilanda kegelisahan dan ketakutan.


"Masih ada waktu 5 menit lagi.. "Andre melangkah cepat menerobos penjagaan dan langsung berkeliling disekitar ruang tunggu mengedarkan pandangannya kesegala penjuru mencari keberadaan sahabatnya.


"lu dimana kunyuuuk..? Andre berteriak sambil terus berjalan menyusuri setiap sudut ruangan hingga membuat beberapa orang yang berada diruangan itu terkejut keheranan melihat seorang pemuda yang berlarian sambil berteriak.


"Tolong jaga sikap Anda Pak !


Anda sudah mengganggu kenyamanan dan ketenangan semua orang.."Dua orang penjaga mengapit tubuh Andre dan membawa nya keluar dengan paksa karena Andre terus saja berontak dan memaki kedua penjaga itu hingga membuat Petter semakin pusing dengan kelakuan konyolnya Andre.


Dengan kemampuan negosiator ulung yang melekat pada dirinya Papa Petter berhasil meredam emosi Andre dan sukses mendapat ampunan dari para penjaga akibat pelanggaran keamanaan yang disebabkan oleh tingkah konyol Andre.


Suara keras pengumuman keberangkatan para penumpang tujuan inggris yang terdengar lantang seakan merobek telinga mereka dan memicu kepanikan semua orang


Ricco dan Andre hanya bisa menghela napas kasar melihat ruang tunggu penumpang terlihat kosong karena semua orang sudah masuk kedalam pesawat.


"Kita terlambat Mah.."Sonia berhambur memeluk Mama Shoffie yang tengah limbung terisak dalam pelukan Papa Petter.

__ADS_1


Siti terdiam bersandar pada sekat kaca dengan tubuh gemetar tak kuasa untuk berkata-kata lagi berusaha tetap tegar menahan kesedihannya yang begitu dalam karena merasa tak memiliki kesempatan untuk menjelaskan kesalahfahaman yang memicu keputusan sepihak yang dilakukan oleh sang pujaan.


"Kenapa jadi begini ? Kenapa Abang membuat keputusan tanpa mencari kebenarannya dulu ?


"Bang Boy..? "Lirih Siti melangkah gontai keluar dari ruangan meninggalkan keluarga dan sahabatnya Boy berusaha tetap mencari keberadaan Boy karena naluri nya seakan menolak situasi rumit ini.


Dengan kedua mata yang berkaca-kaca karena tetap berusaha sekuat tenaga menahan airmata yang semakin sulit dibendung Siti tetap mengedarkan pandangannya memperhatikan setiap route area penumpang penerbangan internasional.


"DEG.


Siti terperangah menatap dikejauhan sosok wajah yang sangat dikenalnya tengah berdiri tegak dibalik sekat kaca .


"Bang Boy..? Lirih Siti terkejut melihat Boy tengah menatap tajam kearah dirinya dengan raut wajah yang sulit dimengerti oleh Siti.


"Baaang...?" Akhirnya air mata yang sedari tadi sekuat tenaga ditahan oleh Siti kini tak bisa lagi dibendungnya ketika Boy tak terlihat lagi dan menghilang dari pandangannya.


Ricco dan Sonia yang mendengar suara teriakan Siti berlarian menghampiri Siti yang tengah berdiri dan terisak sambil memukul-mukul dinding sekat kaca ruang penumpang.


"Ada apa ka..? "Pekik Sonia panik melihat Siti yang mendadak menangis pilu.


"Bang Boy..Bang Boy ..Bang Boy disana..."Kedua mata Siti terus saja menatap kedepan mencoba mencari sosok Boy meski terlihat dengan jelas bahwa ruangan itu sudah kosong.


"Apa...?


Ricco dan Sonia tersentak melihat Route Area penerbangan internasional tujuan Belanda.

__ADS_1


"Jadi dia bohongin semua orang..? "Ricco mengepalkan tangan dengan tubuh gemetar menyadari kecerdikian Boy yang berhasil mengelabui semua orang dengan merubah tujuan keberangkatannya.


"jadi ka Boy pergi ke Belanda ? bukan pergi ke inggris ? Astagaaa.. "Sonia berdecak kecal sambil merangkul bahu Siti yang masih gemetar.


Pada akhirnya mereka semua hanya bisa pasrah sambil menyaksikan Sang Burung Besi terbang membawa seorang pemuda yang sedang terjebak dalam kesalahfahaman dan terjerumus dalam keputusan yang entah disesali atau mungkin memang sudah garis ketentuan tuhan yang memaksa mereka terpisah dengan cara yang menyakitkan.


"Aye bakal nunggu abang...Aye yakin abang pasti balik lagi demi harapan dan impian kita yang tertunda ini..." I love you My partner in pray..."


πŸ’”


πŸ’”


β™‘ END.


"Maafkan Author yang terpaksa mengambil keputusan untuk segera mengakhiri hubungan ini...Eehh Sorry ! Maksudnya mengakhiri cerita ini...hihihi..πŸ˜†


Happy reading n Thanks for Support😊


Semoga cerita ini bisa sedikit menjadi pengingat bagi kita untuk selalu tenang dan berhati-hati dalam mengambil keputusan karena setiap tindakan kita akan selalu memiliki akibat yang tak selalu bisa kita duga-duga.πŸ˜‡


and Next..


Othor akan melanjutkan Part 2 SHOLAWAT CINTA setelah selesai mengurus pencarian bang toyyib yang lagi kabur kebelanda πŸ˜†


πŸ™‹πŸ™πŸ™πŸ™Œ

__ADS_1


__ADS_2