SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Welcome Home


__ADS_3

Jam 05 sore Boy tiba dirumahnya namun suasana dirumahnya terlihat begitu sepi tanpa ada jejak kehidupan sama sekali.


"Assalamu alaikum..Mah..Mamaaahh..?


Boy mengedarkan pandangannya kesegala penjuru ruangan namun tak melihat keberadaan siapapun.


"BUGH..."Sebuah bantal mendarat tepat diwajah Boy.


"HAJAAARRR...."Boy terkejut melihat ketiga sahabatnya berlarian keluar dari kamar tamu.


"Bug..Duk..plak..plak..."Boy hanya bisa pasrah ketika tubuhnya mendadak jadi samsak kekasalan dan kemarahan ketiga sahabatnya.


"Pecundang..Bangsadd..Bocah Bodoh..penakut..gendeng..."Hujan Makian dan umpatan keluar dari mulut Andre ,Ricco dan Tonny yang masih saja kesal dengan kepergiannya.


"Gua udah gak sabar pengen ng'gulung muka luh setaann.."Tonny mendekap leher Boy dari arah belakang.


"Gua juga masih gregetan sama kunyuk bodoh ini..."Andre menjambak rambut Boy hingga kepalanya terseret kesamping.


"Nyusahin...! "Ketus Ricco mencengkram kerah jaket Boy.


"Ampun Bro ! Sorryy..."Boy hanya bisa pasrah meringis kesakitan dengan perlakuan sahabatnya.


"gak ada ampuuuunnnn...."Andre mengguncang tubuh Boy meluapkan kekesalannya.


"BUGH...Biar gak kabur lagi .."Ketus Ricco setelah menendang kaki Boy.


"Astaga...sakit bangsaaaaddd..."Pekik Boy meringis kesakitan.

__ADS_1


"Wooyy...udah dong ! Kasian Kaka gua bisa bonyok gara-gara kelakuan kalian..."Sonia membulatkan matanya berkecak pinggang memarahi kelakuan mereka.


Petter dan Shoffie hanya bisa geleng kepala menyaksikan tingkah Bar-Bar mereka.


"Tolong aku Mah..."Boy meng iba memohon perlindungan Mamah nya.


"nikmatin aja resiko kesalahan kamu.."Petter malah mengejek Boy yang meringis kesakitan karna Andre semakin kencang menjambak rambutnya.


"udah..udah..udah ! Bisa luntur ketampanan anak ku karna ulah kalian.."Mama Shoffie berfatwa dan seketika dipatuhi oleh mereka.


"kalo gak ada tante Shoffie , sumpah gua Gulung nih bocah.."Ketus Andre masih saja jengkel.


"Gregetan banget gua pengen nabokin..."Ceplos Tonny mendengus kesal.


"Bugh..."Ricco tak berkomentar namun menyempatkan melepas satu pukulan dipunggung Boy hingga dia terhuyung kedepan Mamah nya.


"Kenapa baru sampe ? seharusnya kan sampe sini siang ? "Mama Shoffie langsung berhambur memeluk putra kesayangannya.


"loh ? kok Mama sama Trio Kusut itu tau aku mau pulang ? "Boy masih bingung dengan surprisse yang didapat nya.


"Gua yang dapet kabar dari si Bagas..."Pekik Andre ketus.


"Dasar ember tuh bocah...


"jangan nyalahin orang lain ! Mana berani dia tutup mulut didepan gua..."Andre tersenyum kecut mengejek Boy.


"Haiissh..."Boy hanya memutar bola matanya mengingat Bagas adalah mantan anak buahnya Andre.

__ADS_1


"kamu mampir kemana Boy ? "Mama Shoffie terlihat masih penasaran.


"Ke rumah Bang Ifin , Mah ! Boy kangen banget sama Guru sableng itu..hihihi..


"Haiisshh..dasar gak sopan..


"Ke rumah Ka Siti juga kan ? "Sonia nampak antusias.


Boy hanya terdiam seolah tuli dengan pertanyaan adiknya.dan seketika semua mata melirik sinis padanya.


"eh..Boy mau sholat Ashar dulu yah ! takut keburu abis waktunya.."Sekilas Boy mengecup pipi Mamanya dan mencium tangan petter lantas bergegas masuk kekamarnya menghindari pertanyaan susulan yang sudah pasti keluar dari mulut tak berfilter Trio lacknat.


"jangan lama-lama yah ! Mama udah masak kesukaan kamu..."Pekik Shoffie melihat Boy sudah menutup pintu kamarnya.


"Dia pasti belum kerumah si Jali..." Petter tersenyum tipis menyadari putra nya masih tak bisa berpikir jernih dengan resiko atas kelakuannya sendiri.


"Gua yakin Si Kunyuk itu gak mampir kerumahnya Siti..."Andre bersidekap dada seakan memikirkan jawaban atas ekspresi Boy.


"Mungkin takut dihajar si Bewok sama Si Peot..."Tonny malah terkekeh.


"Aku harus konfirmasi sama ka Siti..."Sonia menjauh dan nampak sibuk dengan ponselnya.


"Udah jangan dipikirin ! Biar jadi urusan Om saja..."Petter mengulum senyumnya melerai perdebatan mereka.


"Heh ? "Trio Lacknat merasa heran dengan ekspresi Petter yang begitu tenang.


"Apa si Om punya rencana lain ? "Ricco melirik raut wajah Petter yang terlihat sangat tenang.

__ADS_1


__ADS_2