SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Mampir Melimpir


__ADS_3

Sekilas Tini menghela napas ketika melihat Budi kecil begitu antusias bercanda dan tertawa bersama Thonny.


Semenjak tiba dikontrakan, Putra kesayangannya itu tak pernah mau lepas dari dekapan Thonny hingga membuat dirinya mulai gelisah memikirkan hubungan mereka yang perlahan semakin dekat.


"Haish, Udah malem loh ! Kamu harus tidur, besok pagi kan mau ikut ibu pergi kerumah Nenek.."


"Eh iya Bu, Om Thonny ikut gak ? Kan seru kalo Om Thonny ikut ke rumah nenek.."


Sejenak Tini merasa canggung ketika kedua mata Thonny tiba-tiba saja menatap penuh harap seakan mengamini kemauan anaknya.


"Om Thonny sibuk kerja, Besok gak bisa ikut sama kita.."Meski tak enak hati akhirnya Tini terpaksa mencari alasan demi menghindari tatapan pemuda dihadapannya.


"Yah, Padahal aku pengen belajar main gitar sama Om Thonny, Dirumah nenek kan ada gitar bagus.."


"Kapan-kapan aja yah ! Om janji deh, Nanti Om ajarin kamu main gitar sekalian Om beliin gitar yang baru.."Meski merasa kecewa dengan ucapan Tinni yang terkesan menghindarinya, Namun Thonny tetap berusaha tenang dan menghibur anak kecil yang betah duduk dipangkuannya.


"Beneran Om ?


"Heemm..Sekarang kamu masuk dulu, Cuci kaki, Cuci muka, gosok gigi, terus tidur deh..hehehe"


"ah kelamaan, Aku mau langsung tidur aja"


"Haiihh..Jangan males dong ! Kalo kamu males pasti gak bakal keren lagi, Kadar ketampanan dan keimutan kamu bisa hilang kalo kamu males kayak gitu.."


"Kok gitu ? Masa bisa begitu Om ?


"ya iyalah, Kalo kamu gak mau bersih-bersih sebelum tidur, Pasti badan kamu jadi gak sehat apalagi gigi kamu tuh bisa jadi ompong loh, Emangnya ada cowo keren yang giginya ompong ?


"ihh aku gak mau ompong Om ! Gak keren !


"Makanya jangan males !

__ADS_1


"Ok deh, Kalo gitu aku bersih-bersih dulu yah !


"Goodboy !


"Jangan lupa janjinya ya Om !


"Asiyaapp..Pokoknya beres !


"Yeah..."


"Haiih.."Tini hanya bisa geleng kepala melihat anaknya berlarian masuk dengan penuh semangat, Namun jauh dilubuk hatinya mulai merasa tersentuh dengan perlakuan Thonny terhadap putra kesayangannya.


"Jangan manjain dia ! Kamu gak usah beliin gitar baru.."


"Hey ! No No No, Aku udah janji loh ! Apa jadinya aku ini kalo gak bisa tepatin janji sama anak kecil.."


"Nanti kamu malah repot.."


"enggak dong, Lagian aku suka sama Dia, Aku suka kalo liat anak kecil punya potensi dibidang seni.."


"Heh ? Kenapa ?


"Gak apa-apa sih, Cuma gak mau aja..Lagian hidup harus realistis, Orang-orang seperti kami gak layak buat bermimpi terlalu tinggi.."


"Haiihh.." Thonny hanya bisa menahan diri tiap kali Tini merasa rendah diri dan tak mau memiliki ekspektasi yang tinggi.


"Kamu gak bakal ngerti, Kamu kan gak pernah ngerasain hidup susah kayak aku.."


"Realistis memang harus, Tapi cita-cita dan hàrapan harus tetap ada.."


"itu cuma untuk mereka yang memiliki ambisi, Sedangkan Aku cuma butuh jalan buat hidup, apapun dan dimanapun Aku hanya mencari cara untuk bertahan hidup bersama anakku.."

__ADS_1


"Oh God ! Ya ya ya..Aku gak mau debat sama kamu, Mending kita bahas soal masa depan ! Kali aja kita punya tujuan masa depan yang sama.."


Sekilas Tini menggigit bibirnya merasa jengah dan canggung menyadari maksud dari ucapan pemuda dihadapannya.


"Eh, Udah malem ! Gak enak sama tetangga kalo ada tamu cowo kemaleman dikontrakan.."


"Aisshh.."Thonny hanya bisa mendesah pasrah menyadari Tini berusaha menghindari obrolan sensitif lantas segera berinisiatif menyuruhnya pulang.


"Kalo gitu aku pamit dulu deh, Salam buat Budi ya.."


"Heem..Makasih udah repot-repot nganterin kita pulang.."


"Hey, Dont say like that ! Aku selalu siap kok kalo kapan-kapan kamu butuh ojek.."


"Eh ? Gak usah repot-repot ! Aku lebih suka naik angkot, Tapi makasih udah nawarin.."


"Haiissh..Ya udah ! Goodnight and sleep well..


"Hati-hati !


"Hati Ku tertinggal disini..hehehe


Tini hanya terdiam melihat Thonny terkekeh menggodanya sambil melangkah pelan masuk kedalam mobilnya.


"See you...


"Heemm.."Tini hanya menganggukan kepala dan tersenyum canggung ketika Thonny melambaikan tangan dan bergegas tancap gas.


"Maafin aku Thon, Aku gak mau berharap lebih, kita punya perbedaan yang terlalu besar,Aku gak mau kecewa untuk kedua kalinya.." Sejenak Tini tertegun ketika mobil milik Thonny sudah hilang dari pandangannya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2