
"Kenapa Kak ? Lihat apa sih ? kayaknya ada yang lagi dipikirin ? "Halimah merasa aneh saat melihat Bagas yang sering menghela napas sambil memperhatikan suasana resepsi yang masih saja dipenuhi para tamu undangan.
"Enggak Kok, Aku cuma kepikiran soal resepsi aja, Apa Aku mampu membuat resepsi seperti ini buat kita ?
"Heh ? resepsi kita ? "Sudah pasti Halimah mendadak tersedak mendengar celotehan Bagas.
"Aku juga pengen bikin Kamu bangga, Aku pengen tunjukin bahwa Aku pantas jadi suami kamu, Tapi kalau melihat resepsi mewah seperti ini, nyaliku mendadak ciut..."
"Hihihi..Pesimis amat ?
"Heh ? "Sudah pasti Bagas kebingungan saat melihat Halimah malah terkekeh mendengar pengakuannya.
"Nilai seorang lelaki itu bukan cuma soal Finansialnya aje, Lagian saya juga enggak pernah kepikiran ngadain resepsi semewah ini.."
"Eh ? Lalu, Apa yang kamu mau ?
"Saya bersedia menerima khitbah Kakak karena saya tahu Kak Bagas sudah siap dan mampu menjadi calon suami dengan segala kekurangan dan kelebihannya, kalo soal urusan rezeki kan bisa usaha bareng-bareng.."
"Astaga ! Aku memang beruntung.."Bagas mendadak cengengesan lantas beringsut duduk mendekat.
"Eh mau ngapain ?
"Haissh, Aku gak sabar pengen peluk Kamu.."
"enak aja ! Tapi boleh sih, asalkan Kakak mampu bikin resepsi mewah kayak gini..Hihihi
"Haissh..
"Hahahaha.."Halimah tertawa hingga terkekeh-kekeh saat melihat calon suaminya hanya bisa mendengus sebal dan menghela napas panjang tak berdaya dihadapannya.
.
__ADS_1
.
.
.
Boy dan Siti yang baru saja tiba dirumahnya mendadak terkejut saat melihat 2 orang Polisi tengah berdiri didepan rumah Babeh Jali itu.
"Nape ade Pulisi didepan rumah, Bang ? Mao ngapain ye ? "Sudah pasti Siti merasa bingung sekaligus penasaran.
"Entahlah ! Mungkin cuma mau tanya alamat.."Boy hanya mengangkat kedua bahu seolah tak merasa penasaran dan tak memperdulikannya.
"Selamat Sore Pak, Bu ! Apa benar ini rumahnya Saudara William Prayoga ? "Kedua Polisi itu langsung menyapa dan bertanya pada mereka.
"Saya William, Ada apa Bapak-bapak ini menanyakan saya ? "Boy malah tersenyum tipis menatap kedua Polisi itu seakan berbanding terbalik dengan raut wajah cemas Siti yang mendengar nama Suaminya disebut oleh Polisi.
Kedua Polisi itu seketika beradu pandang dan mengangguk kecil seraya menyerahkan selembar amplok coklat.
"Saya ditugaskan oleh Pimpinan untuk menyerahkan ini, Pak !
"Benar Pak ! Komandan sendiri yang menugaskan kami secara langsung.."
"Okay ! Sudah saya terima, Titip salam saja sama Dia ya ! Nanti malam saya hubungi.."
"Baiklah Pak ! Kalau begitu kami permisi dulu.."
"Ok, Terimakasih !
Kedua Polisi itu lantas bergegas pergi tanpa banyak basa-basi dan meninggalkan mereka yang kini perlahan melangkah masuk kedalam rumah.
"Komandan Surya siape, Bang ? Kok Abang kenal sama Pulisi ? Entu juga Amplok apaan sih ? "Seketika Siti mencecar suaminya dengan pertanyaan demi menuntaskan rasa penasarannya.
__ADS_1
"Haissh.."Boy hanya bisa menghela napas seraya menuntun Siti duduk diatas balai bambu.
"Oh God, Apa Aku salah kalo harus berbohong sama istriku ? Tapi ini rahasia yang enggak boleh diketahui sembarang orang.." Lagi-lagi Boy menghela napas dan memikirkan cara terbaik menjelaskan segalanya pada Siti.
"Maaf Sayang ! Abang cuma bisa bilang kalau Abang memang kenal sama Komandan Surya, Tapi Abang enggak bisa jelasin apa-apa, termasuk soal isi amplok ini.."
"Jangan bikin Aye mangkin penasaran deh ! Jangan maen rahasia-rahasian ! Kalo ada masalah jangan dijabanin sendiri !
"Enggak Kok ! Enggak ada masalah apa-apa.."
"Aye boleh lihat isi amploknye, Bang ?
"Maaf Sayang ! Enggak boleh dibuka ! Lagian, Besok mau diantar kerumah teman Abang.."
"ishh, Aye jadi mangkinan penasaran ! eni beneran kagak ada masalah apa-apa pan ? Abang kagak terlibat urusan kriminal kan ?
"Hahahaha..Masa Suamimu yang super ganteng ini terlibat urusan kriminal ?
"Panan Abang masih doyan bengkelahi, Kali aje punya urusan diluaran.."
"Enggaklah, Abang enggak bakal duel lagi kalau enggak kepepet hehehe.."
"Ckk..Beneran nih kagak nape-nape ?
"Iya Sayang ! Enggak usah dipikirin ! Mending kita masuk dulu, Mumpung Enyak sama Babeh lagi sibuk ditempat pesta, Gimana kalo kita juga bikin kesibukan didalam kamar ?
"isshh.."Siti hanya bisa mencebik melihat Suaminya malah terkekeh dan menggoda dirinya hingga rasa penasarannya pun mulai teralihkan.
"Yuk Ahh ! Kapan lagi kita bisa bebas..Hihihi
"Abang iihh..
__ADS_1
"Hihihi..
"Moga aja Siti enggak penasaran lagi, bisa runyam kalau Dia terus-terusan tanya soal ini itu.." Boy merasa lega ketika Siti mulai berhenti bertanya dan kini hanya bisa mencebik sebal mendengar godaan dan rayuannya.