
Ricco dan Fahri duduk bersebelahan diatas kursi tunggu tanpa sepatah katapun keluar dari mulut mereka seakan larut dengan pemikiran nya masing-masing.
Kakak beradik yang sudah 4 tahun tak pernah bertemu dan berbicara itu seakan enggan membuka mulut mereka meski sekedar menyapa ataupun bertanya kabar karna saat ini hanya ada kemarahan yang menguasai jiwa muda mereka.
"Jadi ? "Fahri berusaha menekan ego nya dan mulai membuka obrolan meskipun terasa canggung.
"Apa ? "Ketus Ricco sengit.
"Lu gak mau minta maaf sama gua ? "Ejek Fahri dengan senyum kecut.
"Ciihhh...
Ricco dan Fahri kembali terdiam seolah tak ada jalan untuk menyatukan mereka menuju kata damai.
.
.
'Flashback :
"PLAK..."satu tamparan keras mendarat dipipi putra kedua Ustadz Baihaqqi ketika tingkah putranya itu semakin sulit dikendalikan.
Tamparan itu tak terasa sakit bagi seorang Ricco yang sudah terbiasa berkelahi dengan teman-teman nya bahkan sering terlibat baku hantam dengan warga sekitar rumahnya.
Namun tamparan Ayah nya kali ini terasa begitu menyakitkan hati dan perasaannya ketika orang yang telah dibela nya itu malah memberikan sebuah tamparan keras.
Fahri yang merasa bersalah atas keributan yang baru saja terjadi tak punya keberanian mengakui kesalahannya bahkan malah ikut menyudutkan adiknya.
"Sampai kapan kamu mau bikin Ayah malu dengan kelakuan kamu itu ?
"Apa masih belum puas ?
"Hari ini kamu sudah menambah daftar kesalahan kamu ! Apa kamu gak tau anak yang kamu pukulin itu putranya Kyai Syamsul?
"mau ditaruh dimana muka Ayah ini...?
"Sudahlah Yah ! Sebaiknya sekarang kita sekeluarga meminta maaf sama mereka..."Bunda Salwa mencoba meredam amarah suaminya.
"Apa mau kamu ,Fattih ? Sudah terlalu sering kamu mencoreng muka Ayah dengan kelakuan mu itu..?
"Dosa apa aku ini sampai punya anak seperti ini ..? Astagfirullaaaaahhh...
"Disuruh jadi santri malah kabur , Disuruh kuliah malah Kena D-O , Disuruh ngurus yayasan malah bikin ulah ,kerja dibutik bunda masih saja bikin ulah...MAU KAMU APA ? Apa penjara belum cukup buat kamu jadi jera ?
Ricco yang masih berusia muda dengan gejolak jiwa bebas nya justru malah terpancing emosi mendengar kekecewaan Ayahnya yang menganggap semua yang dilakukannya hanya mencoreng nama baik keluarganya.
"Cihh...Akhirnya Ayah sempat juga bertanya apa kemauan ku ?
"Fattih ! kamu makin kurang ajar saja !
"Terserah kalian saja..! Sepertinya aku harus pergi dari rumah ini supaya tidak ada lagi anak yang bisa mencoreng nama baik Ustadz Ahmad Bayhaqqi..." Ricco meletakan kunci mobil ,Ponsel serta Atm yang diberikan oleh Ayahnya diatas meja.
__ADS_1
"Aku kembalikan semua pemberian Ayah , Apa perlu aku berikan darah ku juga ?
Mulai hari ini, anggap saja aku bukan anak mu ! Supaya Anda bisa tenang tanpa harus memiliki anak yang cuma jadi sampah gak berguna dan hanya bisa mencoreng nama baik Anda..
"Kamuuu ??? " Haqqi semakin mendengus kesal melihat putranya malah menantang dirinya.
"Fattih ? "Bunda Salwa terbelalak melihat putranya menyerahkan semua fasilitasnya.
"Sekali kamu keluar dari rumah ini , maka tidak ada lagi pintu masuk.."Pekik Haqqi murka.
"OK ! "Ricco tersenyum kecut.
"Kamu juga tidak akan mendapat sedikitpun harta warisan Ayah kalo kamu pergi dari rumah ini...
"Ciihh...Persetaaann dengan Harta Ayah ..
Berikan saja sama putra kesayangan mu itu !
"BRAAAKKK...."Ricco membanting pintu lantas pergi tanpa peduli dengan isak tangis Bundanya.
"Astagfirullaaahh..."Haqqi semakin murka menatap sengit kepergian putranya yang begitu kurang ajar.
"Maafin Abang De !" Fahri tak bergeming merutuki kebodohannya yang tak berani mengakui kesalahannya itu.
"FATTIIIIHHH..."Bunda Salwa berlari menyusul putranya namun Anak yang selalu dianggap biang onar itu sudah tak terlihat lagi menghilang cepat tanpa jejak.
💔💔💔Flashback of.
.
.
"Cihh..Telaaattt..."Ketus Ricco.
"Haiisshh...Apa 4 tahun Hukuman ini belum bikin lu puas ? Kenapa lu malah menghindar tiap ada kesempatan buat ketemu ?
"Ckk..."Ricco hanya berdecak.
"Lu kira gua gak pusing ngurusin semua usaha Ayah ? bahkan gua harus ikut bantu Bunda ngurusin Butik-butik nya...
"Bukan nya itu yang lu mau ? "Ketus Ricco.
"iissh..waktu gua habis cuma buat kerja sampe gak sempet nyari calon kaka ipar buat elu..."Fahri terkekeh.Sementara Ricco hanya tersenyum kecut.
"Maafin Abang !
"Abang gak seberani kamu ,De !
Abang terlalu pengecut buat ngakuin kesalahan itu.. Maaf udah bikin kamu terpaksa jauh dari Bunda ! Maaf udah bikin Ayah salah faham sama kamu...
"Kita bukan anak kecil lagi ,De !
__ADS_1
Abang gak mau hubungan kita makin jauh dan bikin Bunda makin sedih , Abang udah cerita semuanya sama Ayah Bunda..Gua Bangga sama elu , De !
"Ciihh..Lambaaattt...! "Ketus Ricco sengit.
"Haiisshh..."Fahri mendengus lantas merangkul bahu Ricco yang hanya terdiam menyadari perlakuan hangat sang kakak yang sudah lama tak dirasakannya.
"Maafin gua yah ! hihihi...Ok Ok Ok...! "Fahri terkekeh sambil terus merangkul adiknya.
"lu juga keterlaluan ,De ! Belajarlah tahan emosi ! jangan cuma otot yang digedein..hihi
"Haiissshh...! "Sementara Ricco berusaha menepis tangan Fahri yang merangkulnya karna membuatnya merasa canggung.
"by the way ! gimana perkembangan usaha lu?
Masih produksi alat musik ?
"Heh ? Lu tau ?
"Hihihi..Sebenernya Si Boy udah cerita semuanya waktu gua ketemu dia di Bali pas acara gathering..hihihi..
"Ckk...Kunyuuukkk..."Ricco mendengus kesal menyadari ucapan Boy yang pernah menyindirnya perihal masalah mereka.
"Gak usah sok akrab deh ! Gua masih kesel liat tampang lu ,Bang !
"Hihihihi..."Fahri terkekeh melihat adiknya masih saja ketus ,Namun Panggilan "Abang" itu sudah menandakan bahwa sang Adik mulai memaafkannya.
"Sorry ..Sorry..hihihi..Jagoan kok ambekan kayak cewe dateng bulan..hihihi..
"Ckk..auu aahh...
"Hahahahhaa....
"Haiisshh...
"Oh ya , Tolong lu urus pesantren ya !
Gua gak sanggup ngurus semuanya kalo cuma sendirian..hihihi..
"jangan Ngaco deh !
"kan seru kalo ada Rocker yang mendadak jadi ustadz..Hahahaha...
"Haiisshh...lama-lama gua gampar lu ,Bang !
"Hahahaha... taatttuuuttt...
"Anjing Lu...
"hihihi...
"Baaccooooottt..."
__ADS_1
"hihihihi...
"Alhamdulillaaaaahhh..." Bayhaqqi nampak tersenyum dibalik pintu kaca melihat kedua putranya terlihat mulai akur.