
"Ssshh..."Boy perlahan mulai membuka matanya dan sejenak terlihat mengedarkan pandangannya.
"Akhirnya sadar juga..."Sonia yang menyadari temannya telah siuman seketika berteriak hingga membuat pandangan semua orang tertuju pada Boy.
"Thanks god..." Patrick sontak bangkit dan menghampirinya bersamaan dengan Amanda, Dhanny dan Garry yang juga bergegas melihat kondisi Boy.
"Kenapa kalian disini ? "Sambil meringis kesakitan, Boy terlihat bingung mendapati kelima orang teman lamanya berkumpul diruangan itu.
"Ehh, ini anak Amnesia, Apa kesambet ? "Garry malah terkekeh saat melihat raut wajah Boy yang kebingungan.
"ini berapa Boy ? "Dhanny ikut terkekeh sambil menunjukan 2 jari jemarinya.
"isshh...Gua masih normal, Bro ! "Boy hanya mendengus sebal melihat tingkah Dhanny.
"Are you Okay, Now ? Hmm ? " Patrick terlihat tetap sangat mengkhawatirkan kondisi Boy.
"Im Fine..."Boy hanya tersenyum kecil sambil sedikit menganggukan kepalanya.
"Makasih Boy..Makasih sudah menyelamatkan Aku...Kalau enggak ada kamu, pastinya Aku yang sekarang ini di opname.." Amanda terlihat begitu menyesal seraya menggenggam tangan kanan Boy.
"Eheemm..."Patrick berdehem kecil dan terlihat kesal saat Amanda menggenggam tangan Boy.
"Hihihi..."Semua orang terkekeh menyadari Patrick sedang cemburu.
"Pelit amat Bro ? "Boy pun tersenyum dan malah mengejek Patrick, sementara Amanda terlihat kesal dan langsung mencubit pinggang Patrick.
"Hahahaha..."Semua orang tertawa melihat Patrick meringis kesakitan saat dicubit oleh Amanda.
"Guys, Padahal Dokter bilang Si Boy bakal sadar besok atau lusa, Tapi sekarang malah sudah sadar ? Kamu memang selalu bikin orang terkejut Boy..Hihihi "
"Kamu kok hapal banget sama kebiasaannya Si Boy ? " Dhanny langsung merapat saat Sonia semakin mendekat pada Boy.
__ADS_1
"Hahaha Elu emang punya bibit jadi perusak rumah tangga, Boy..."Garry malah tertawa mengejek Dhanny dan Patrick yang hanya bisa mendengus sebal.Sementara Boy malah terkekeh melihat mereka saling mengejek.
"Sudah, sudah ! Tolong panggil Dokter dong ! Gua pengen tahu kondisi gua saat ini, Gua pengen pulang..."
"Haissh..Kita kenapa jadi lupa panggil Dokter, gara-gara kamu nih..."Amanda seketika menambah cubitan dipinggangnya Patrick.
"Dia udah sembuh, enggak usah panggil Dokter lagi..Hahaha.."Garry malah tertawa mengejek Boy.
"Buruan panggilin Dokter Bro ! Gua bener-bener pengen pulang, Kangen sama Bokin.."Boy malah terkekeh meskipun wajahnya terlihat meringis menahan rasa sakit.
Amanda dan Patrick sejenak beradu pandang saat menyadari sahabatnya tengah merindukan istrinya meskipun kondisi tubuh Boy sedang lemah tak berdaya.
Dan tak butuh waktu lama, seorang Dokter dan perawat diikuti seorang Polisi masuk memeriksa kondisi lukanya Boy.
"Bagaimana Dok ? Bagaimana kondisi teman saya ini ? "Patrick malah menjadi orang pertama yang bertanya pada Dokter itu.
"Kondisi luka tembaknya sudah semakin membaik, tapi masih butuh istirahat selama satu minggu agar bisa mempercepat proses penyembuhannya.."Dokter itu hanya tersenyum melihat ekspresi penasaran pemuda dihadapannya itu.
"Karena kondisi kamu sudah membaik, saya harus segera membuat laporan.."
"yeahh, Thanks Capt ! Sorry, merepotkan kapten.."Boy hanya tersenyum kecil melihat Kaptennya mencebik.
"Haisshh, Kamu ini senang sekali membuat orang lain khawatir.."Sang Kapten hanya mendengus dan bergegas kembali keluar lantas diikuti Dokter yang sudah selesai melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Boy.
"Hahaha..Si Kapten aja sewot liat kelakuan lu Boy ..."Lagi-lagi Garry tertawa lepas mengejek Boy.
"Oh, Jadi Kamu senang melihat orang yang menyelamatkan nyawa aku terkapar diatas ranjang ? "Seketika Amanda mendelik sengit memarahi Garry.
"Hihihi..Sorryy Bun ! Becanda..Hehehe "Garry hanya bisa mengalah saat Amanda dan Sonia murka.
"Sstt...Sudah, Sudah ! "Dhanny lantas melerai mereka saat menyadari Boy malah terdiam dan melamun seolah memikirkan sesuatu.
__ADS_1
.
.
.
.
Sementara di bandara, Andre terlihat begegas berjalan cepat bersama Petter dan Rojali setelah mendapat kabar dari Komandan Surya yang mengabarkan perihal kondisi Boy yang masih di opname.
"Thanks God.."
"Alhamdulillah..."
Petter dan Rojali nampak menghela napas lega dan sedikit tersenyum saat mengetahui Boy sudah sadar dengan kondisi yang membaik.
"ALHAMDULILLAAAAHHH...."
"Heh ? "Seketika Petter dan Rojali terkekeh saat melihat dan mendengar suara Andre mengucap syukur dengan suara lantang.
"Kenapa kalian tertawa ?
"Om pikir tuh kamu tidak tahu caranya bersyukur hehehe.."
"Iye, Gue kira Bocah sableng eni kagak bisa nyebut..Hahaha.."
"Haish..Ini semua berkat Bang Ifin dan istriku yang sudah memberi Virus kesadaran..Hahaha.."Andre malah tertawa lepas menyombongkan dirinya dihadapan Petter dan Rojali yang hanya bisa geleng kepala menanggapinya.
"Jodoh memang Kuasa-Nya, bahkan seorang Andre yang paling kacau pun bisa berubah sedikit demi sedikit..." Petter nampak tersenyum menyadari perubahan sikap Andre.
"Apa jadinye sama anak gua ? kalo ampe Si Boy kenape-nape..Subhanallah.." Babeh Rojali malah mengingat menantunya yang tengah terbaring lemah dalam perawatan.
__ADS_1