
FLASHBACK :
"Shitt.." Pattrick dan Garry terkejut saat melihat Boy terkapar diruang UGD dan tengah mendapat perawatan bahkan mendapat penjagaan seorang Polisi wanita.
Mereka lantas berlari menghampirinya dan bergegas memeriksa keadaan Boy.
"Kenapa jadi begini ? Bagaimana kondisinya ? "
"Kalian tunggu diluar dulu, Pasien akan segera dibawa keruang operasi.." Sang Polwan malah mengusir mereka keluar demi kelancaran proses medis.
"Ckk, Lalu Kondisinya bagaimana ? "Ketika mereka diluar pintu, Patrick langsung mencecar Polwan itu dengan penuh rasa penasaran.
"Rekan saya itu tertembak karena berusaha menyelamatkan kekasih Anda.."
"What ?
"Hah ?
Seketika Patrick dan Garry terperangah dan saling beradu pandang.
"Amanda ? Kenapa Amanda bisa ada dilokasi itu ? Lalu bagaimana keadaannya ?
"Dia selamat dan tidak terluka sama sekali, tapi rekan saya tertembak dibagian pinggangnya karena berusaha menyelamatkan Dia.."
"Damn it..I hate you, Big Uncle ! "Tiba-tiba saja Patrick meninju tembok seolah melepas emosinya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana kondisi Boy ?
"Seharusnya tidak terlalu berbahaya, karena tidak terlalu fatal, tapi kita tunggu saja hasil operasinya.."
"Ckk..sekarang dimana Amanda ?
"Kami sudah mengamankannya dan sudah diantar pulang.."
"Huuhfh..."Patrrick dan Garry nampak menghela napas namun raut wajah mereka terlihat begitu murka setelah mendengar penjelasan sang Polwan.
"Kalian darimana ? kenapa baru sampai ? "Dhanny yang melihat Patrick dan Garry sudah tiba langsung menghampiri mereka.
"Kenapa Lu enggak kasih kabar soal si Boy ? "Patrick malah langsung marah dan mencecar sahabatnya itu.
"Hey, kejadiannya terlalu cepat dan diluar rencana, Justru Gua mau tanya, Kenapa Amanda bisa ada dilokasi ? "Dhanny malah terpancing emosi dan mendorong Patrick.
"Kasus ini tidak ada hubungannya dengan saudari Amanda, tapi kedatangannya diluar prediksi dan rencana kami, sehingga kami terpaksa berada dalam situasi yang lebih tegang hingga mengakibatkan rekan saya tertembak.."
"Sudahlah ! Mungkin Si Manda khawatir sama Elu, Nyet ! Makanya Dia datang ke lokasi, tapi Dia enggak tau kalo dilokasi itu cuma ada Polisi dan target.."
"Kamu benar, Itu kemungkinan terbesarnya, Sekarang yang harus kita khawatirkan adalah kondisi rekan saya, Boy.."
"Gua enggak terima ! Baa jii ngaaann itu harus mendekam seumur hidup dipenjara karena sudah melukai sahabat gua dan juga hampir mencelakai calon istri gua.."
"Sudahlah ! Sebaiknya kita kasih kabar keluarganya dulu !
__ADS_1
"Maaf ! sebaiknya jangan kalian yang memberi kabar ! itu sudah menjadi kewajiban kami, karena rekan saya terluka saat menjalankan tugasnya.."
"Ya, Baiklah ! " Garry terlihat menyetujui dan menghormati kewenangan namun Dia tetap saja diam-diam mengirim pesan pada sepupunya.
"Sonia mana ? "
"Dia sedang menemani Amanda, Pacarmu itu sangat terkejut dan ketakutan mengalami kejadian seperti itu.."
"Arrghh.."Patrick terlihat kebingungan karena satu sisi sahabatnya terluka sementara ditempat lain calon istrinya tengah trauma.
"Mending Lu tenangin Amanda dulu ! Lagian Si Boy juga baru proses operasi, kita tidak tahu berapa lama ? Dan tidak tahu hasilnya seperti apa ? "Dhanny yang masih emosi itu mencoba mengalah dan menenangkan Patrick.
"Enggak ! Amanda masih bisa menunggu, Tapi Boy ? Argh..Gua harus bagaimana kalo sampai Boy kenapa-kenapa ? Dia baru saja menikah dan sebentar lagi punya anak ? Dan istrinya ..? Argghh..Forgive me, Bro ! Harusnya Gua enggak meminta bantuan Lu.."
"Tenanglah Bro ! Sebaiknya kita berdoa ! Semoga saja Si Boy tidak berada dalam kondisi serius.."
FLASHBACK OFF,
.
.
.
.
__ADS_1
**Kalau penasaran sama tokoh Patrick dan Garry, Kalian boleh intip di Novel Othor yang lama "JEJAK SI PETRUK"
Nah, Kalau tokoh Dhanny dan Sonia bisa diintip by novel "SONIA SI PLAYGIRL**"