
Suasana Caffe yang semakin ramai membuat Boy berinisiatif merayu istrinya agar pulang ke Hotel demi melancarkan aksinya menikmati kemesraan tanpa adanya gangguan.
Dan berkat negosiasi yang alot layaknya kontraktor yang melobbi project akhirnya Boy berhasil membawa istrinya pulang namun seketika Boy menghela napas manakala sang istri lebih memilih membaca kitab daripada menemaninya.
"Emang nya gak ngantuk apa ? Serius amat ?
"Tanggung Bang...
Boy merebahkan tubuhnya disamping Siti yang masih terduduk dan bersandar pada headboard ranjang sambil tetap Fokus membaca kitab melalui ponsel nya.
"Gak dosa kan kalo dia belum ngajak..hihihi.."Siti mengulum senyum melirik suaminya yang terlihat salah tingkah."Tapi menawarkan pahalanya gede ? aaiihh..Astagfirullah.."
"Haiiss...gimana ya cara nya supaya Siti stop baca itu ? masa langsung gua suruh ? kesannya gua suami yang gak pengertian.." Lagi-lagi Boy kembali menghela napas menatap langit-langit kamar hotel dengan pikiran menerawang jauh.
"Sayang..My Queen..Abang ngantuk nih ! "Boy berusaha menghentikan aktivitas Siti dengan cara halus.
__ADS_1
"Ya udah , Abang tidur duluan aja ! "Siti menoleh tersenyum manis menjawab pancingan sang suami.
"Tanggung nih dikit lagi..."Tangan kanan Siti beralih mengelus-elus rambut suaminya dengan pandangan mata yang masih tetap kelayar ponselnya.
"Ckk..."Boy berdecak merasa kehabisan akal bingung menghadapi situasi saat ini sementara isi kepalanya hanya tentang keindahan yang masih sulit disegerakan.
Siti yang menyadari suaminya berdecak kesal lantas membaca Sholawat yang ada dalam Syair kitab maulid yang dibacanya dengan suara yang yang agak kencang namun tetap terdengar merdu.
"Astaga..." Boy hanya memutar bola matanya merasa jengah."Gua berasa kayak Bocil yang dibacain dongeng sebelum tidur...Aaiihh..."
Jemari Siti tetap bergerak mengusap rambut suaminya sambil memberi pijitan lembut dikepalanya.
"Hemm..."Boy hanya berdehem makin bingung mencari alasan dengan sikap Siti yang tetap menyempatkan memijit kepalanya meskipun sedang fokus membaca.
Perlahan suara merdu istrinya yang sedang bersholawat dengan jemari yang terus saja mengusap dan memijit kepalanya membuat Boy terlena dan tanpa sadar memejamkan matanya hingga lambat laun tertidur pulas.
__ADS_1
"ehh beneran tidur ? "Siti terkekeh pelan mendengar desis napas teratur suaminya yang terlelap disampingnya.
Senyum manis tersungging dibibir Siti manakala menatap intens wajah tampan sang suami yang terpejam setelah gagal merayunya dengan berbagai cara.
"Maaf ye Bang ! Aye gak ada maksud buat nolak..Tapi kalo diturutin entar abang jadi kebiasaan gak kenal waktu..Maafin Aye !" Sejenak Siti mengecup kening suaminya lantas merebahkan tubuh setelah mematikan ponsel nya.
"Jangan marah ye ! Maafin Aye Bang ! "Gumam Siti pelan seraya kembali mengecup kening sang suami lantas memejamkan matanya dengan wajah yang menelusup dibahu kiri suaminya.
Boy yang sebenarnya terbangun saat Siti mengecup keningnya pertama kali mencoba tetap memejamkan matanya karna merasa penasaran dengan sikap istrinya yang terus menghindar dengan cara halus.
"Haiissh..Tuh kan dia nyadar ! Dasar jail ..Abang gak marah kok , Cuma kepala puyeng doang..hihihi.." Bathin Boy terkekeh.
Dan malam itupun berlalu begitu saja tidak sesuai dengan ekspektasi Boy yang memiliki banyak rencana nakal namun gagal di realisasikan.
Setidaknya dua kali kecupan dan pelukan hangat Sang istri berhasil membuat Boy tertidur pulas setelah mencoba bersabar dan memahami kemauan istrinya.
__ADS_1