SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Jangan pernah Maafkan Aku ?


__ADS_3

Tonny memilih menghindar dari keramaian dan terlihat melamun disudut taman Hotel seolah tak sedikitpun berminat untuk memeriahkan suasana pesta pernikahan sahabatnya.


Raut wajah murung dan jas hitam yang kini sudah dilepaskannya seolah mengisyaratkan bahwa pemuda itu benar-benar enggan berbaur bersama orang lain.


"Ckk.."Lagi dan lagi Tonny hanya bisa berdecak sebal saat menatap segelas Cocktail ditangannya yang terlihat kosong.


"Damn ! Gua lupa bawa minuman..Ckk.."Hembusan napasnya yang mengeluarkan asap tembakau itu terlihat begitu kasar seolah menyesali kebodohannya sendiri.


"Tini ? "Namun Tonny seketika berdiri dari kursi taman saat kedua matanya menangkap sosok gadis yang terlihat begitu sibuk mengatur para pegawai Hotel yang bertanggung jawab mengurus pesta pernikahan pemilik Hotel tersebut.


Dan tanpa pikir panjang lagi, Tonny langsung bergegas berlarian menghampiri Tini yang sedang memberikan instruksi pada rekan-rekan kerjanya itu.


"Daritadi Aku cari kamu, Ternyata sembunyi disini..."


"Heh ? Ton, Lepas ! "Sudah pasti Tini terkesiap dan terkejut saat tubuhnya tiba-tiba saja dipeluk oleh seorang laki-laki.


"Enggak mau ! Aku gak mau kamu pergi lagi.."Tonny malah semakin mendekap tubuh Tini meski gadis itu berusaha berontak sekuat tenaga.


"Kalian lanjut kerja dulu ! Saya harus mengurus pemabuk ini dulu.."Demi menghindari gosip dan raut wajah heran bawahannya, Tini langsung berinisiatif membubarkan rekan kerjanya saat menyadari aroma alkohol menyeruak dari mulut Tonny.


"Ton ? Lepas Ton ! Lepasin ! "Lagi-lagi Tini berusaha lepas dari dekapan tangan Tonny yang memeluk erat tubuhnya dari belakang.


"Enggak ! Enggak mau...


"Ckk..Jangan buat aku semakin kecewa sama kamu ! Lepasin !

__ADS_1


"Enggak !


"Tonny ? Lepasin ! " Tini berusaha menyikut perut dan dada Tonny, namun pemuda itu tetap tak bergeming seolah tak peduli pada rasa sakit.


"Enggak ! Aku gak mau kamu terus-terusan pergi dan menghindar..


"Lepas Ton ! Aku lagi kerja.."Tini berusaha mencari alasan yang tepat untuk menghindar.


"Bodo amat..


"Ckk..Aku Mohon Ton ! Jangan seperti ini !


"Tidak..Tidak ..Kamu enggak boleh memohon, Aku yang seharusnya Memohon sama Kamu.."Seketika tubuh Tonny bergetar hebat hinnga Tini pun dapat merasakan tubuh Tonny yang gemetar itu.


"Tonny ? "Perasaan Tini mendadak bercampur aduk saat menyadari pundak kanannya terasa basah oleh airmata Tonny.


"Aku enggak mau minta maaf lagi sama kamu..Aku sadar, Seberapa kalipun Aku meminta maaf, Kamu tetap enggak mau maafin Aku, Tapi...


"Aku hanya bisa berjanji, Aku akan terus berusaha mendapatkan kamu sekalipun kamu tidak akan pernah memaafkan Aku.."


Tini hanya terdiam dengan raut wajah datar saat Tonny mengungkapkan perasaannya, Gadis itu hanya terlihat mengepalkan tangannya seakan terjebak dalam situasi yang sulit untuk dijabarkan dengan kata-kata.


"Kasih Aku kesempatan, Tin ! Aku akan memperbaiki semuanya.."Perlahan Tonny melepas pelukannya dan beralih menggenggam kedua tangan Tini.


"Aku tidak berani berjanji apa-apa, Karena Janjiku tidak pernah bisa membuat kamu percaya, Tapi Aku bisa membuktikan keseriusanku..Aku akan tetap memperjuangkan kamu, Apapun resikonya..

__ADS_1


"Apapun ? "Tini mulai bersuara dan menatap bengis kedua mata Tonny.


"Ya , Apapun itu...


"Kalau begitu, Pergilah dari hidup kami ! Dan jangan pernah muncul dihadapan Aku dan Budi lagi !


"Enggak Tin ! Jangan ! Jangan bicara seperti itu lagi ! Tolong beri Aku kesempatan ! Tolong Beri Aku kesempatan ! Aku mohon.."


Sekujur tubuh Tini bergetar hebat dan perasaannya menyeruak tak menentu saat tubuh Tonny tiba-tiba saja merosot kebawah hingga bersimpuh dan mendekap erat kedua kakinya.


"Beri Aku kesempatan, Tin ! "


" Bangun Ton ! Laki-Laki terhormat tidak akan bersimpuh dihadapan seorang wanita..!


Tonny malah semakin tertunduk saat mengingat dirinya sudah menghancurkan kehormatan Tini, Sementara Tini malah mengingatkan Kehormatan dirinya.


"Aku tidak peduli apapun, Aku hanya ingin Kamu memberi satu kesempatan buat Aku..


"Huuhf..."Tini terlihat menghela napas panjang lantas membungkukan tubuhnya berusaha meraih tangan Tonny dan menariknya agar bergegas berdiri.


"Hanya Tuhan yang tahu akhir dari semua ini.."Tini lantas menepuk bahu Tonny setelah berbisik pelan ditelinganya.


Seketika Tonny terdiam dengan raut wajah penuh pertanyaan saat Tini melangkah pergi tanpa peduli pada dirinya yang semakin tak berdaya dihadapan gadis itu.


"Aku bisa merasakan penyesalan kamu itu, Ton..Tapi kekecewaanku lebih besar dari penyesalan kamu..Aku tidak bisa untuk Tidak membenci kamu.." Tini bergegas masuk kedalam Hotel demi menghindari Tonny yang semakin berani bertindak tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi pada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2