
"SAYANG..ABANG KANGEN..!!!
Siti tersentak kaget hanya bisa terdiam mematung dengan gemuruh debaran jantung yang bergetar tak beraturan karna mendengar suara Boy diujung telpon.
"Bang Boy ? " Siti menatap layar ponselnya menyadari panggilan telponnya itu baru saja dimatikan sepihak oleh Boy.
"Aye juga kangen ,Bang..." Wajah Siti terasa panas bahkan air mata yang tiba-tiba menetes itu malah terasa hangat membasahi pipi nya.
"Jadi abang masih belum mau bicara sama Aye ? tapi ucapan abang barusan itu bikin Aye makin tersiksa.." Siti menghela napas begitu dalam menyadari Boy menutup telponnya karna tak mau bicara dengannya.
Siti masih saja menatap layar ponselnya seakan sedang berbicara dengan lelaki yang begitu dirindukannya.
💜
Sementara Halimah dan Bagas masih saja merasa heran dengan tingkah Boy yang tiba-tiba saja mematikan telpon setelah mengutarakan rasa rindu nya.
"Jelasin Will ! maksud lu apa ngomong kayak gitu sama sepupunya Halimah ? "Bagas mendadak emosi dengan kelakuan aneh Boy.
"Lu gak sopan Will...
"Bos Willy kenal sama sepupu aye ? "Halimah semakin penasaran.
Boy hanya terdiam memalingkan wajahnya enggan mendengar celotehan Bagas dan Halimah.
__ADS_1
"Jawab Will..!!! "Bagas semakin emosi melihat Boy hanya diam dan acuh seakan kedua telinganya mendadak tuli.
"Lu sadar gak ? Lu udah bicara gak sopan sama sepupunya Halimah dan itu bakal berimbas sama gua juga..."Suara Bagas semakin meninggi.
"Sabar Ka ! "Halimah mencoba menenangkan Bagas yang terlihat begitu emosi.
"Willy ?
"Braaakk...! "Bagas menggebrak meja hingga membuat Halimah terkejut dengan sikap kasarnya itu.
Boy masih saja diam dan tak peduli dengan kemarahan Bagas.
"Sabar Ka ! Tenang dulu ! Bos Willy pasti punya alasan..."Halimah kembali menenangkan Bagas meski dirinya juga merasa takut melihat calon imamnya mendadak murka.
"Apa SITI tau gua ada disini ?
"Heh ? SITI ? "Halimah dan Bagas seketika terdiam dengan raut wajah bingungnya.
"Jadi Ka Willy kenal sama CiCi ? jangan-jangan Ka Willy itu BOY ? Bang Boy nya Cici ?
Halimah terbelalak menyadari lelaki dihadapannya adalah orang yang selama ini menjadi topik utama curhatan sepupunya.
Bagas pun hanya bisa terdiam mendadak amarahnya pun lenyap tak bisa berkomentar ketika Boy menyebut nama SITI.
__ADS_1
"Masyaallah...jadi calon suami nya Cici yang kabur itu Bos Willy ? "Halimah masih saja merasa tak percaya.
Boy hanya menganggukan kepalanya tanpa menoleh kearah mereka.
"CICI ? SITI ? jadi dia orang yang sama ? "Bagas baru menyadari maksud perkataan Halimah.
"Cuma keluarga deket nya yang manggil dia Cici..."tegas Halimah.
"O" Bagas hanya bisa menganggukan kepala.
"Tapi kok si Willy bisa tau kalo yang nelpon itu Siti..?
"SUARA NYA..."Boy menyelak pertanyaan Bagas tanpa sedikitpun menoleh kearahnya.
"WOW...Dahsyat ! Lu sampe hafal sama suaranya padahal udah lama gak ketemu ?
"Huuuhfh..Semua tentang Siti gak bakal bisa gua lupain..."Boy kembali menghela napas lantas bangkit berdiri.
"Gua balik duluan ya ,Gas ! "Boy langsung melenggang pergi tanpa menunggu jawaban Bagas meninggalkan mereka yang masih terkejut mengetahui kenyataan tentang hubungan Siti dan Boy.
"ternyata kecurigaan Aye itu emang bener ? Pantes aja Bos Willy tiba-tiba aja introgasi aye soal cowo yang namanya Boy ? " Halimah masih terkejut namun seketika tersenyum menyadari lelaki yang dicari-cari oleh sepupunya itu ternyata ada didekatnya.
"Gua gak bisa komentar apa-apa kalo menyangkut cewe yang nama nya SITI ..Huuhfh..Gua yakin Si Willy makin galau.."Bagas hanya bisa menghela napas melihat Boy sudah tancap gas berlalu dari hadapannya.
__ADS_1