
"Haissh, bikin iri aja sih ? "Sonia mendengus sebal saat masuk ruangan dan mendapati Kakaknya sedang bermanja-manja pada istrinya.
"Ehh, Kamu kok sendirian ? Papah sama Mamah kemana ? "Boy beringsut ketika Siti melepas pelukannya.
"Emm..Lagi sibuk.."Sonia mendadak panik saat Boy menanyakan keberadaan Papah dan Mamahnya.
"Sibuk ? Sejak kapan mereka jadi orang sibuk ? Haissh, enggak usah bohong deh !
"Babeh sama Enyak juga tumbenan belon dateng ? "Siti pun merasa heran dengan orangtuanya yang belum datang seperti biasanya.
"Tadi Enyak sama Babeh sudah datang kok, tapi pulang duluan, katanya ada urusan.."Sonia semakin panik mendengar Siti ikut menanyakan keberadaan Babeh Jali dan Nyak Romlah.
"kok kebetulan sekali ? Kemana mereka ? Hey, kamu jangan coba-coba bohong sama Kakak ! kemana mereka ? "Boy sangat memahami sifat adiknya itu dan menyadari ada sesuatu yang tak beres.
"Aku bingung iisshh, Aku enggak boleh kasih tau kalian, tapi aku juga enggak tahan kalo enggak kasih tahu kakak.." Sonia malah mendadak terisak-isak dihadapan mereka.
"Kenapa ? Ada apa ? "Boy lantas bangkit dan memeluk adiknya. Siti pun mendadak merasa cemas melihat Sonia tiba-tiba saja menangis.
"Si Tua Kak, Si Tua kecelakaan..."
"Apa ? Bagaimana bisa ? Kapan ? bagaimana kondisinya ? "Seketika Boy terkejut mendengar penjelasan Sonia yang mengabarkan tentang Kong Mail yang mengalami kecelakaan.
"Engkong ? Enyak ? "Siti terkejut dan ternganga bahkan kedua matanya langsung basah oleh air mata.
__ADS_1
"Mobil Pak Tua tabrakan.."Sonia semakin terisak-isak dan Siti semakin tak kuasa menahan air matanya.
Tubuh Boy mendadak terasa lemas dan bergetar kencang mendengar kabar kecelakaan yang menimpa orangtua angkatnya itu.
"Dimana ? Dimana sekarang mereka berada ? Dirumah sakit mana ? "
"Aku juga enggak tahu, Kak ! Aku disuruh kemari menjaga kalian, Aku enggak sempat ikut kesana..."
"Astagfirullah...Engkong sama Nyai, Bang ! "Siti terisak-isak memeluk tubuh suaminya sementara Boy tertegun cemas seolah tak bisa menerima kabar buruk itu.
"Jangan sampai terjadi apa-apa sama Lu pak tua..Enyak..."Tubuh Boy semakin gemetar hingga Siti pun dapat merasakannya.
"Telpon Bang ! Tanyain kondisinye ! "
.
.
.
.
Sementara dikediaman Kong Mail terlihat dipenuhi oleh keluarga dan warga yang melayat, Nampak jelas raut wajah sedih dan tak percaya ketika mereka mendapat kabar meninggalnya Kong Mail berbarengan dengan istrinya dalam sebuah kecelakaan.
__ADS_1
"Nape jadi kayak gini ? "Kong Mamat tercengang saat melihat kedua sahabatnya terbaring kaku dihadapannya.
"Sabar Kong ! Udeh, jangan diliatin aje ! Hanyok kita urusin.."Arifin mencoba menenangkan Kong Mamat yang tengah larut dalam kesedihan.
Babeh Jali dan Petter nampak sibuk mengurus segalanya bahkan hingga urusan pemakaman pun sudah ditangani oleh mereka.
Shoffie, Nyak Romlah dan Bu Mirna nampak berusaha menenangkan Putry yang menagis histeris hingga membuat Andre kelimpungan dan tak berdaya.
Tonny dan Ricco terlihat masih membaca Al quran bersama Tini dan beberapa keluarga serta warga yang nampak khusyuk.
"Mending lu ikut baca qur'an ! kagak ada guna nye elu mewek sesegukan kayak gini, Babeh Mail sama Nyak Mumun moal balik lagi, Die pade cuma butuh Doa kite-kite..Lu kudu ikhlas, kudu redho ! Jangan ngebebanin almarhum.." Meski terdengar sarkas namun ucapan Nyak Romlah itu berhasil membuat Putry sedikit tenang.
"Saya belum sempat membalas kebaikan Engkong sama Nyai, tapi mereka..."Putry kembali terisak dalam pelukan Bu Mirna.
Nyak Romlah dan Bu Mirna terdiam mendengar ucapan Putry karena mereka sangat tahu tentang kebaikan Kong Mail pada keluarga Almarhum Rizal.
"Pegimane Si Boy sama Siti ? Die pade pan deket banget sama Babeh Mail, apalagi sama Nyak Mumun.." Nyak Romlah hanya bisa menghela napas mengingat bagaimana reaksi Siti dan Boy bila mengetahui kabar duka ini.
Para pelayat semakin berkerumun ketika jenazah hendak disholatkan.
Pelataran rumah Kong Mail yang luas itu membuat prosesi sholat jenazah dilaksanakan dirumahnya karena ukuran Musholla dikampung itu tak seluas halaman rumah Kong Mail.
Setelah semua prosesi dijalankan, iringan tandu dengan lantunan tahlil dan tasbih mengiringi dua keranda jenazah suami istri itu.
__ADS_1
"PAK TUUAAA......."Sontak semua terkejut mendengar teriakan Boy yang berlari mengejar keranda yang tengah ditandu oleh para warga.