SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
lega ?


__ADS_3

Boy yang sudah membulatkan tekad mengumpulkan semua keberaniannya terpaksa menelan kekecewaan setelah mendapati rumah Babeh Jali dan Kong Mamat terlihat sangat sepi tanpa ada seorangpun.


Dengan segala kecemasan yang berputar dalam pikirannya Boy memutuskan kembali pulang kerumahnya meskipun belum bisa menemui Siti.


Langkah kaki Boy setelah memarkirkan motor Sport kesayangannya mendadak terasa berat ketika suara obrolan dan celotehan yang begitu dihafal oleh telinganya terdengar dari ruang tamu rumahnya.


"Mereka ? " Terkesiap dan hanya mematung yang saat ini terjadi ketika kedua mata nya tertuju pada ruang tamu dan mendapati keluarga Siti dan keluarganya tengah berkumpul diruangan itu.


"Akhirnya pulang juga..."Pekik Andre antusias dan memicu semua mata yang berada diruangan itu melihat kearah Boy yang berdiri mematung diujung pintu masuk.


"Ya Allah Gustiiiiiii... Mantu gua beneran masih idup ? "Enyak Romlah memekik sumringah berhambur menghampiri Boy.


"Elu beneran kagak napa-napa kan Tong ? "Enyak Romlah mengguncang tubuh Boy yang masih saja mematung.


"Badan lu KURU amat ,Tong ? "


"Enyak ? "Sekuat tenaga Boy berusaha menutupi kecemasannya lantas mengecup tangan Enyak Romlah.


"apa kabar ,Nyak ? "Hanya basa-basi itu yang mampu keluar dari mulut Boy.


"Dasar bocah sableng , Bisa-bisa nya lu nanyain kabar gua sehabis bikin jantung gua kelojotan.."Enyak Romlah mendadak ketus menyambar telinga Boy mencapit gemas meluapkan kekesalannya.


"Haiisshh.."Boy hanya bisa meringis pasrah mengikuti langkah Enyak Romlah yang menarik nya keruang tamu.

__ADS_1


"Tolongin aku Mah..."Boy mengiba meminta bantuan Mama Shoffie ketika jemari Enyak semakin kencang mencapit telinganya.


"Mamam tuh...hihihi "Pekik Shoffie dan Sonia terkekeh kompak.


"Ampun Nyak ! Udah Dong ! "Boy semakin mengiba meringis kesakitan.


"Hajar terus Nyak ! Jangan cuma di jewer ! Pukulin sekalian..."Andre dan Tonny malah semakin antusias memprovokasi.Sementara Ricco mengulum senyumnya melihat tingkah Enyak Romlah.


"Sudah Romlah ! Kasian anak ku bisa makin kurus kalo disiksa kayak gitu.."Petter mencoba menghentikan tingkah bar-bar sahabatnya itu.


"Bodo amat ! Gua masih kesel sama bocah tengik ini..."Enyak Romlah malah menjambak kasar rambut Boy hingga kepalanya semakin tertunduk.


"Haiish..Ampuun Nyak..."Boy semakin meringis kesakitan tapi tak berani menghindar dari amukan Romlah.


"Udeh ! "Suara tegas Kong Mamat seketika membuat Romlah menghentikan aksinya.


"Yaaaahh...gak seru ! "Ejek Andre.


"Kong ? Gua kangen ! "Boy langsung berhambur memeluk tubuh renta yang terlihat menghindari pelukannya.


"Plak..."Satu kibasan tangan kong mamat mendarat tepat dipipi kanan Boy.


"Dasar Begajulan ! Cunguk tengik ! turunan Si Sableng emang gak jauh beda kelakuannya..."Kong Mamat mentoyor kening Boy hingga kepalanya menengadah keatas.

__ADS_1


"Terserah elu mau ngomong apa Kong ! Pokonya Gua kangeeennn..."Boy semakin mempererat pelukannya meluapkan kerinduannya pada sosok tua yang selalu menjadi pahlawannya meskipun menjengkelkan.


"Sesek Bocaaaaahhhh..."Ketus Kong Mamat berusaha melepas pelukan Boy.


"Bodo amat..."Boy malah semakin kencang memeluknya membuat semua orang yang berada diruangan itu seakan bisa merasakan hubungan dekat kedua manusia beda generasi itu.


"Udah Nyuk ! Kasian kulit aki-aki peot itu bisa copot kalo kelamaan lu peluk..."Andre berusaha mengalihkan suasana haru yang tercipta akibat kelakuan Boy.


"Haiisshh..."Petter memutar kedua bola matanya mendengar ejekan Andre.


"Beh ? "Boy beralih pada Babeh Jali yang duduk disebelah Kong Mamat.


"Maaf..."Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Boy seraya mengecup tangan Babeh Jali.


"Kesambet apaan lu ? "Babeh Jali mengulum senyumnya melihat raut wajah pias Boy yang mendadak begitu sopan dan ketakutan bersimpuh dihadapannya.


"Saya..saya..Saya..."Lidah Boy mendadak terasa kelu untuk berbicara hingga akhirnya Dia hanya bisa berhambur memeluk Babeh Jali dengan isak tangis yang membuat semua orang tersenyum haru.


"Kayaknya Bali udeh merubah Begajulan ini jadi bocah cengeng..."Babeh Jali menepuk punggung Boy mengejek tingkah nya yang sangat berubah.


"Terserah kalian semua mau ngomong apa..hiks..hikss.."Boy sudah tidak bisa menahan perasaannya hingga semakin terisak dalam dekapan Babeh Jali yang selama ini menjadi orang yang selalu menghalangi nya.


"Ternyata ada hikmahnya juga ya elu kabur dari jakarta ? "Kong Mamat mengulum senyumnya mengejek Boy.dan ucapannya itu seakan sependapat dengan pemikiran semua orang yang terharu melihat Boy akhirnya bisa memperbaiki hubungan nya dengan Babeh Jali.

__ADS_1


Namun keharuan itu seketika hening ketika seorang gadis Cantik berjalan tenang menuruni anak tangga.


"Siti ? "Boy terperangah mendadak semakin kelu tak mampu mengeluarkan sepatah katapun.


__ADS_2