
"silahkan Pak Andre ! "Bagas menyuruh Andre duduk berhadapan dengan Boy sementara dia duduk menengahi mereka.
"So ? "Andre mendelik sinis rasanya ingin sekali menghajar Boy kembali.
"3 hari yang lalu gua balik ! "Boy membuang wajahnya tak mau menatap Andre.
"Gua tau..."Ketus Andre pelan.
"Huuuhfh.."Boy menghela napas begitu dalam hingga bahunya terlihat sedikit menghentak.
"Lu sadar kan ? gua harus bayar pinalty kontrak dari label gara-gara Vocalis gua kabur? Andre mendengus kesal sambil mengeluarkan sebungkus rokok.
"Sorry soal itu..gua yakin lu bisa teckle "Boy sedikit mengulum senyumnya.
"Kunyuuukk.."Ketus Andre sengit lantas menyelipkan sebatang rokok dibibirnya.
"Ricco sama Tonny ? "Boy menyambar sebatang Rokok dan menghisap lantas menghembus kasar asap tembakau itu.
"Baru kali ini gua liat si Willy merokok ?"Bagas masih diam dan hanya menyimak tanpa mau berkomentar Dia hanya berusaha menengahi jika mereka terlibat baku hantam kembali.
"Dua kunyuk Sialan itu kayak layangan putus...Nyusahin "kini Andre yang terlihat menghela napas panjang dibarengi asap rokok yang keluar dari mulutnya.
"Hahaha..."Boy tergelak menyadari kelakuan sahabatnya yang sudah pasti menyulitkan Andre.
"Lu emang brengsseekk ,Nyuk..."Ketus Andre.
"Kayaknya mulai kondusif.."Bagas bisa sedikit tersenyum melihat Boy tertawa meskipun hanya sekilas.
"Minum dulu Bos ! "Leon menyodorkan tiga gelas Coffee late diatas meja.
"Thanks Man ! "Andre sekilas tersenyum tipis melirik Leon.
"Hemm..jangan baku hantam lagi ! "Ketus Leon mendelik sengit lantas pergi dari hadapan mereka.
"Heh ? kalian ? "Boy baru menyadari Andre mengenal Leon dari gelagat mereka.
"Hemm..Si Nyomana sama si Bagas pernah kerja ditravel nya Nyokap " Anggukan kepala Andre semakin mempertegas jawabannya.
"Shitt..jangan-jangan lu ? "Boy menunjuk wajah Andre dan Bagas.
"Hahaha..."Andre tak bisa lagi menahan tawanya melihat kebingungan Boy.
"Gua yang ngorek info dari si Bagas..."Andre mengulum senyumnya.
"Lu pikir Bon Jovi itu tidak mencurigakan ? "Andre terkekeh sambil menunjuk Fhoto Jhon Bon Jovi yang menempel diantara sekat kaca.
"Haissh.."Boy bedesis kesal menyadari kecerobohanya.
__ADS_1
"Gua kangen sama elu ,Nyuk ! "Andre tesenyum tipis membuang pandangannya melirik suasana Caffe yang mulai didatangi pengunjung.
"Hemm..im feel the same..."Boy melempar bungkus rokok kewajah Andre.
"Dasar bar-bar ! kelakuan lu gak jauh beda sama si Kulkas..."Andre mendengus sambil mengusap pipinya yang terkena lemparan bungkus rokok.
"Tapi ngangenin kan ? hihihi .."Boy terkekeh melihat Sahabatnya hanya bisa pasrah.
"Kong Mamat kangen sama musuhnya..."Andre menyecap Kopinya sambil melirik kearah Boy mencoba melihat reaksinya.
Boy hanya terdiam tanpa suara dan kembali membakar sebatang rokok.
"Lu gak kangen ? "Cecar Andre.
Boy masih saja diam membuang pandangannya menatap kearah luar caffe sangat menyadari maksud Andre yang ingin membahas tentang Siti dengan cara menyebut nama Kong Mamat.
"Huuuhfh.."Andre menghela napas dia pun menyadari Boy tidak sepenuhnya percaya pada ucapannya yang mengatakan Siti menolak perjodohan itu.
"gua emang gak tau kejadiannya,Nyuk !
Tapi Sonia yang bilang kalo Siti nolak perjodohan itu berkat bantuan Si Tua peot itu.. "Andre kembali menghisap rokoknya menyisakan kepulan asap yang tersapu angin pantai.
"lu jangan nipu gua ,Dre !
gua bakal pulang tanpa harus lu tipu ! saat ini kondisinya belum memungkinkan buat gua balik kerumah.."Boy menyecap kopinya berusaha menahan amarahnya karena baginya ucapan Andre hanyalah tipuan belaka untuk memaksanya pulang.
"Bocah sok aksi itu masih usaha deketin Siti..."Andre memperjelas keadaan Siti dengan menyebut nama Jamil.
"Udahlah , Dre ! Jangan banyak omong !
"keras kepala...dasar Batu ! "Ketus Andre sengit rasanya ingin melemparkan gelas kopi dihadapannya kewajah Boy.
"Baiklah ! Gua harus balik dulu ! 1 jam lagi gua take of ke jakarta..."Andre bangkit berdiri.
"Jangan kabur lagi ! minggu depan gua balik lagi kesini ! kalo lu ampe gak ada disini ,Gua bakar Caffe lu ini..."Andre mendengus menatap tajam Boy yang tersenyum mendengar ancamannya.
"Jangan kasih tau "Dia"...Ucap Boy pelan namun penuh penekanan.
"Hemm..."Andre hanya menganggukan kepalanya menyadari Boy masih berusaha menghindari Siti.
"Tante Shoffie ?
"Hemm..."Boy menganggukan kepalanya pelan menjawab pertanyaan singkat Andre.
"Baguslah ! Kasian emak lu mewek mulu.."Andre akhirnya bisa tesenyum mengetahui Boy mengijinkan Mamanya mengetahui keberadaannya.
Boy masih saja diam seakan bergelut dengan pikirannya tanpa merespons ucapan Andre.
__ADS_1
"Jaga kesehatan ! "Ketus Andre menyadari Sahabatnya terlihat lebih kurus.
"Hemm..
"gua cabut dulu..! "Andre menepuk Bahu Boy lantas bersalaman dengan Bagas dan melenggang cepat tanpa menoleh lagi menghampiri Leon di table Bar.
"Gua nitip Si Kunyuk ! Thanks kopi nya..."Andre menyunggingkan senyuman menyapa Leon yang hanya menganggukan kepala dan juga tersenyum mendengar ucapannya.
"Dasar Tuan muda.."Leon melirik Andre yang melangkah cepat keluar dari Caffe.
"Lu kenal sama dia Ka ? "Kartika tak bisa lagi menahan rasa penasarannya.
"Hemm..ex Boss..Partners in Crimes.."Leon tersenyum mengingat masa lalunya bersama Andre.
"Heh ? Tapi tampilannya kayak eksekutif muda? apa dia Mafia ? "Kartika makin berdecak heran namun pikirannya menerawang seakan pernah mengenal Andre.
"KePo..."Leon terkekeh melihat tingkah penasaran adiknya.
"Haissh...
Sementara Bagas akhirnya bisa bernapas lega melihat Boy dan Andre mengakhiri diskusi mereka tanpa harus baku hantam.
"Maen bakar aja ! dikira Caffe ini punya nenek moyangnya.."Ketus Bagas mengingat ancaman Andre.
"Dia serius , Gas ! "Boy tersenyum kecut mengingat ucapan Andre.
"Heh ? jangan ngaco deh !
"Dia itu lebih keras dari gua,Gas ! Dulu dia juga hampir ngancurin perusahaan Mama tiri nya..."Boy terkekeh mengingat kelakuan sahabatnya.
"Bu Sari ?
"Hemm...Jadi lu kerja sama Tante Sari ?
Travel itu punya dia ?
"Hemm.."Bagas menganggukan kepalanya.
"kenapa negara ini rasanya sempit sekali...
Bocah Drunker itu ternyata kenal sama lu dan Leon..Pasti tante Sari yang bantuin Si Andre..
"Tante Sari ? Si Willy ternyata deket sama Bu Sari ampe manggil dia Tante ? "Bagas sedikit terkejut menyadari kedekatan Boy dengan mantan Bos nya.
Sementara diujung pintu kitchen Halimah terus memperhatikan Bagas dan Boy yang masih mengobrol dimeja itu.
"Kenapa Pak Andre itu manggil Bos Willy pake nama Boy ? Astaga..Bos Willy pernah intrerogasi gua kan ? Dia nanyain calon nya CiCi yang namanya Boy juga.."
__ADS_1