
Boy dan Ahmad memasuki sebuah mini Cafe yang berada disudut bandara selepas sholat dzuhur diMusholla yang tidak terlalu jauh dari lokasi Caffe itu.
"Lu tetep mau berangkat Boy ? "Ahmad mencoba menggali informasi sekedar persiapan jika bang ifin menanyakannya.
"Hemmm..."Boy hanya menganggukan kepala sambil menyecap secangkir moccachino.
"kayaknya gua gak bisa temenin elu Boy , sebentar lagi gua tukeran Shiff karna ada temen yang lagi cuti.."Jelas Ahmad sambil menikmati potongan frenchfries.
"gak apa-apa bang..justru saya yang minta maaf karna udah ganggu jam kerja abang..
"Santay aja Boy ! lagian gua seneng kok kenal sama anak muda kayak elu..hihihi
Perpaduan yang unik ketika muka yang ganteng itu ternyata menutupi kelakuan cengeng nya..hihihi
"Haiissh..."Boy hanya berdesis malas melirik mobil taksi yang melintas disebrang parkiran bandara.
"Serahkan sama tuhan, Boy ! segala masalah akan terasa lebih mudah untuk dihadapi ketika kita hanya mengharap Ridho tuhan.."Ujar Ahmad dengan raut wajah seriusnya.
"Ridho ? "Seketika Boy terdiam dengan kedua mata yang sedikit berembun mengingat kata-kata yang selalu diucapkan Siti.
Bang Ahmad yang menyadari suasana hati Boy sedang kacau berusaha tetap tenang dan mencari obrolan yang tidak mengusik pikiran Boy yang tengah gelisah dan cemas.
"O ya Boy ..take of kan masih lama , terus lu mau disini atau ada rencana jalan-jalan dulu..?
"gua jalan-jalan dulu bang..nyari angin dulu deh biar gak bosen nunggu..
__ADS_1
"ok dah kalo gitu..gua duluan ya Boy ! gak enak kalo kelamaan diluar.."Bang Ahmad bergegas berdiri sambil menepuk bahu kiri Boy.
"Jangan lupa sama omongan gua ya...!
"iya bang..Makasih atas nasehatnya dan titip salam buat bang ifin yah..
"insyaallah..
hati-hati ya Boy..Salamikum
alaikum salam..
Boy hanya tersenyum disela raut wajah pucatnya menatap langkah Ahmad yang berlalu dari hadapannya.
"Makasih Bang..Nasehat lu bakal gua inget terus..." Boy terlihat menghela napas lantas berdiri menghampiri meja kasir.
Dia memanggil taksi yang berjajar disudut parkiran dan bergegas pergi dari bandara.
"mau kemana mas ? "Tanya sang Driver
"keluar aja dulu Pa ! Nanti saya arahkan.."Ucap Boy lesu sambil bersandar malas dikursi penumpang.
Driver taksi pun lantas tancap gas keluar dari bandara setelah bertanya tanpa ada jawaban pasti dari penumpangnya.
💔
__ADS_1
💔
Sementara dikediaman Boy , Suasana sepi begitu terasa meskipun ketiga sahabat Boy masih berkumpul dirumahnya.
Semua orang mendadak jadi pendiam dan hanya termenung mengingat dan memikirkan keadaan Boy yang mendadak pergi dengan membawa kesedihan yang mendalam.
Hanya Tonny yang masih terlihat tenang bahkan sesekali terlihat memainkan ponselnya.
"ASTAGA BOY... "Tonny terbelalak melihat Headline news disebuah beranda media sosial.
Seketika semua orang menoleh kearah Tonny yang sedang terkejut dengan kedua mata membulat sempurna.
"pesawat..pesawat..pesawat.."Tonny mendadak tercekat kesulitan untuk berbicara
"Apa sih ? "Ketus Andre menyambar ponsel Tonny karena penasaran melihat raut wajah sahabatnya yang begitu terkejut.
"BOY ?..."Seketika Andre berdiri dan memekik setelah melihat Headline news Pesawat tujuan Belanda yang mengalami kecelakaan udara.
"Pesawat Boy jatuh kelaut.."Suara Andre terdengar lirih namun seketika itu juga membuat tubuh Mama Shoffie dan Papa petter gemetar seakan hawa dingin menyeruak dan menggetarkan debaran jantung mereka.
"jangan sembarangan ngomong lu Nyet ! "Ketus Ricco menyambar Ponsel yang dipegang Andre.
"Astaga Boy.."Papa Petter , Ricco dan Sonia pun terbelalak tak percaya setelah membaca headline news itu.
"Mamaaa...Maaaahhhh.."Sonia berhambur memeluk Mama Shoffie yang mendadak pingsan diatas soffa.
__ADS_1
"Mamah..? Papa petter pun berhambur memeluk istrinya.
"Tante ?