SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Bingkai Masa Depan


__ADS_3

Semenjak pulang dan pertama kalinya Boy merasakan kehangatan suasana makan malam bersama keluarganya, Tak terasa sudah seminggu Boy terpaksa menghabiskan waktunya dengan bersantai sambil melepas kerinduannya dengan suasana rumah karena Mama Shoffie selalu saja menangis dan menahan dirinya tiap kali Boy mencoba untuk keluar dari rumahnya.


Papa Petter pun sudah mulai melunakkan hatinya dan tidak pernah mengungkit kelakuan buruk putranya itu.


Dan saat ini Boy tengah berbaring santai diatas ranjang kesayangannya yang sudah beberapa tahun ini tak pernah terjamah.


Boy mencoba menghilangkan kejenuhan dengan memainkan ponsel menjelajah dunia maya sekedar mengecek media sosial serta berita-berita seputar Band officiallnya.


"Haih, Membosankan sekali, Diam tanpa aktivitas ? Enggak Banget deh.."


"Ckk, Gua kangen sama Siti...Aihh, Baru seminggu dirumah saja, Sudah kangen berat sama Dia.."


"Apa gua kesana aja ya ? Tapi, Mamah pasti mewek lagi kalau tahu gua keluar dari rumah"


"Haish, Siti , I miss you so much ! Lu bener-bener istimewa.."Huuuhfh..


" Damn it ! Shiitt ! Kayaknya Gua benar-benar jatuh cinta sama cucunya Kong Mamat itu "


Boy terlihat semakin malas seraya bersandar pada dashboard ranjangnya menatap sebuah Frame Fhoto yang diganti dengan selembar uang pecahan 20 ribuan.


Selembar uang 20 ribu itu adalah pemberian Siti ketika pertama kali mereka bertemu saat insiden Tukang Ojek dadakan.


Boy menempelkan uang itu dengan bingkai cantik dari Frame Fhoto eksotis layaknya sebuah fhoto yang dibingkai sempurna dengan disisipkan tulisan Masa Depan.


"Siti ? Masa depanKu ? Huuhfh, Gua harus bisa meraih masa depan bagaimanapun caranya, Sekalipun harus berhadapan sama Macan Ompong dan Si Peot ?


"Ceklek "Pintu terbuka dan sapaan hangat mengusik dan membuyarkan lamunan Boy.

__ADS_1


"Holla Kakak Ku yang paling ganteng ! Pasti lagi galau merana ? Hihihi "Sonia yang baru saja masuk kekamar Boy lantas menyapa sekaligus mengejek Kakaknya yang terlihat mendengus sebal mendengar ejekannya.


"Haih, Gak sopan lu, Dek ! Kamu sudah lupa caranya ketuk pintu ?


" Ups, Sorry Hihihi, Aku lupa kalau aku masuk kedalam kamar bujang Hihihi.." Sonia malah terkikik geli mengejek Kakaknya.


"Haishh.."Boy hanya mendengus sebal.


"Kakak betah banget sih diam dikamar terus ? Apa belum puas melepas rindu sama kamar buluk ini ? Hihihi


Boy nampak malas menanggapi dan terus saja memandang Frame Fhoto diatas meja.


"Pffttt..Bhahaha..Kakak sudah stress ya ? Masa Duit lecek kayak gitu malah ditempel di Frame ? "Sonia merasa lucu sekaligus aneh saat melihat selembar uang lecek tertempel pada frame berwarna merah.


"Aww...Ckk " Sonia hanya bisa berdecak sebal saat sebuah bantal mendarat tepat diwajah cantiknya hingga membuat tubuhnya terhuyung manja.


"Hehehe, Sorry...Lagian Kakak aneh, Masa duit lecek gitu di bingkai kayak Fhoto ?


" Wait, Wait , Wait, Heh ? MASA DEPAN ?


Maksudnya apa, Kak ? Kok ada tulisan "Masa Depan'' dibawah nya ? "Sonia sudah pasti mendadak merasa penasaran.


"Anak kecil gak usah banyak tanya ! Belum cukup umur.."


"Haissh, Kakak gak asyik nih.."


Ehh, Kita keluar yuk, Kak ! Boring nih, Aku BeTe banget...Gabut level dewi.."

__ADS_1


Seketika Boy tersenyum licik mendengar ajakan Sonia lantas bergegas turun mendekap adik kesayangannya itu.


"Im agree, Lets go ! Ayo kita keluar jalan-jalan,


Tapi Kamu harus bantu Kakak minta izin sama Mamah..."


" OK, Santuy Bro !


Sonia terlihat begitu antusias karena sudah lama sekali mereka tidak menghabiskan waktu berduaan semenjak Boy kabur dari rumah dan tak pernah menemui dirinya.


*


*


*


*


*


*


Nanti kita sambung lagi yah...


Maaf..Othor lagi sibuk ngitung jumlah daun dipohon mangga jadi belum sempet UpDate.


Thanks for support.

__ADS_1


__ADS_2