
"Istri Abang kenapa nih ? Kok senyum-senyum sendiri ? "Boy yang baru saja kembali masuk kedalam kamar sudah pasti terkekeh senang melihat istrinya tengah duduk nyaman seraya tersenyum menatap sekeliling ruangan.
"Ehh, Udeh kelar meetingnye ?
"Uhss..Ditanya malah balik nanya.."Boy hanya berdecak lantas duduk cepat disamping istrinya.
"Bokin Abang yang paling cantik ini kenapa mesam-mesem aja ? "
"Isshh...Abang iihh..."Sudah pasti Siti berusaha menghindar dari jahilnya tangan sang suami yang mencubit gemas dagunya.
"Ayo cerita ! Kenapa kamu senyum-senyum sendirian ? "Boy malah semakin penasaran melihat istrinya kini tersipu dengan semburat rona merah diwajah cantiknya.
"Ehh, Gak nape-nape, Bang !
"Jangan-jangan kamu lagi keingetan sama malam pertama kita dikamar ini yah ? "Sudah pasti Boy terkekeh senang menggoda istrinya. Sementara Siti semakin salah tingkah sekaligus malu karena pertanyaan suaminya itu begitu tepat dengan apa yang sedang dipikirkannya.
"Apa sih Bang ? Jangan ngada-ngada deh ! "Seketika Siti membuang muka karna merasa malu sekaligus canggung akibat sikap jahil suaminya itu.
"Ciee malu...hihihi"
"Abang iihh...Ckk.."
"Cie..Cie..Cie..
Siti hanya bisa menghela napas tak berdaya seraya berusaha mencari pengalihan topik ketika suaminya sudah semakin antusias menggoda dirinya
"Tadi ngebahas apaan sih ? Aye jadi penasaran kalo inget sama muka tegangnye temen-temen Abang.." Meski tak mau mencampuri urusan suaminya, Namun Siti hanya terpikir cara ini yang bisa mengalihkan topik pembicaraan mereka.
"Aiihh..."Boy hanya menghela napas seraya bersandar pada dashboard ranjang.
"Ada apa sih Bang ?
"Hemm..."Sejenak Boy terdiam manakala isi kepalanya mulai berpikir cara bicara yang tepat agar tak menjadi beban pikiran istrinya.
"Ah iya Sayang ! Abang punya pertanyaan yang ngeganjel nih, Sebenernya pengen tanya sama Bang ifin tapi gak sempet.."
"Tanya apa ? "Siti hanya tersenyum tipis menyadari Suaminya tengah berusaha memilih alasan yang sebenarnya tak penting.
"itu loh, Kenapa selalu anak yang durhaka sama orangtua ? Apa orangtua gak bisa durhaka sama anaknya ? "Raut wajah Boy seketika terlihat serius dan penuh rasa penasaran.Sementara Siti malah tersenyum kecil menatap suaminya.
"Tumbenan Abang nanya soal beginian ? Ada masalah sama Mamah Papah ?
"Eh enggak , Abang gak pernah punya masalah lagi sama mereka, Sekarang suamimu ini udah masuk kategori anak baik-baik loh.."
"Emm..Narsisnye gak pernah hilang, Terus kenape Abang tanya soal begituan ? "Lagi-lagi Siti tersenyum kecil melihat tingkah narsis suaminya.
"Gak apa-apa sih, Abang cuma kepikiran sama temen aja, Dulunya Dia sama Abang itu cukup deket karna sama-sama korban Broken Home.."
"Terus ?
"Dia sempet gelap mata dan kena pasal percobaan pembunuhan gara-gara emosinya meledak.."
"Nastagfirullah..."Siti hanya bergumam pelan dan tetap fokus mendengarkan penuturan Boy meskipun tak bisa dipungkiri perasaannya mulai tak tenang.
"Maksudnye pegimane Bang ?
"Gak beda jauh kasusnya sama Abang, Orang tua sama anak sama-sama keras kepala, cuma masalahnya Dia itu punya emosi yang gak stabil dan bisa kapan aja meledak tanpa pandang buluh.."
"Sekarang Aye faham kenape muka temen-temen Bang Boy pade tegang..Pasti lantaran Tamu tadi sama orang yang satu ini.."
"Sampe sekarang masih begitu, Bang ?
"Abang juga gak tau sih, Semenjak Dia masuk penjara , Abang cuma 2 kali besuk kesana jadi kurang tau juga kabarnya gimana.."
"Jadi ini alesannye Abang tanya soal tadi ?
"Yups, Abang lagi nyari bahan materi buat persiapan ketemu sama dia.."
__ADS_1
"Segitunye ? Ampe nyari jawaban dulu kayak pengacara yang selalu siap menjawab tuntutan.."Sudah pasti Siti terkekeh menggoda suaminya, Sementara Boy semakin merasa tenang karna istrinya terlihat tetap fresh seakan tanpa beban.
"Gak ada yang gak mungkin, Bang kalo Allah udeh ngasih ketentuan, "Qun Fayakun.."
"Maksudnya gimana ?
"Jangan terlalu cemas sama sesuatu yang belum bisa dipastikan ! Kita hanya harus selalu ingat bahwa ketentuan Tuhan itu yang paling "Pasti ".
"Qodho and Qodhar ?
"Entu die Bang ! Segala hal bisa berubah,terkecuali Tuhan sendiri yang tak ingin merubahnya "Itupun pasti memiliki alasan kebaikan" atau bisa jadi orangnya menjauh dari hidayah.."
"Coba Abang muhasabah ! Abang sendiri kenapa sekarang bisa ada didepan Aye ? Bisa jadi suami Aye yang paling ganteng..hehehe ?
"Aishh..iya juga ya ! Abang juga bisa berubah, Dia juga pasti bisa.."
"Aamiin.."
"Terus kalo urusan yang tadi gimana ?
"Nyang mane ?
"Urusan durhaka ?
"Ohh..."Siti seketika terkekeh melihat Suaminya mendengus penasaran.
"Perkara Durhaka itu punya banyak makna dan definisi sesuai situasi namun tak lepas dari aturan yang mengikat.."
"Tolong Simple aja deh !
"Seorang anak bisa Durhaka pada orangtuanya, Sebaliknya Orang tua bisa Dzolim sama anaknya.."
"Dzolim ?
"iye , Ada banyak faktor yang bisa bikin situasi itu terjadi.."
"Orang terbiasa saling menyalahkan dan kurang berpikir tentang akar dari masalahnya itu.."
"Yeah, Im agree !
"Coba dipikir lagi deh sama kita ! Kenapa seorang anak bisa durhaka sama orangtuanya? Dan kenapa orangtua bisa Dzholim sama anaknya ? Pasti banyak Faktor yang melandasi situasi itu.."
"So, Whats a wrong ?
"Yang pasti itu minimnya iman menjadi faktor utama.."
"Heh ? Why ?
" Iman itu kayak Pohon, sekalipun bukan dari bibit unggulan, Tapi kalo dirawat bae-bae pasti bakal tumbuh dan berbuah manis.."
"kebanyakan orang tua sekarang lebih mendahulukan kekuatan ekonomi dibandingin sama kekuatan iman.."
"Eemm..."Boy hanya bisa mengangguk-anggukan kepala tiap kali istrinya berbicara.
"Mereka itu semata berpikir logis, Bahwa segala sesuatu berhubungan dengan ekonomi padahal Kekuatan iman bisa memperkuat ekonomi bahkan tanpa batasan.
"Heh , No limit ?
"Qun Fayakun itu bisa menembus batasan dan daya pikir manusia, Bang !"
"So ?
"Berdasarkan sejarah manusia, Faktor pendidikanlah yang melatar belakangi kecilnya kekuatan iman.."
"Why ?
"Iman seseorang sulit menguat dan selalu naik turun tanpa adanya pengetahuan yang berlandaskan pendidikan agama yang baik.."
__ADS_1
"Bagaimana seseorang bisa beriman kalo gak punya pengetahuan apa-apa sekalipun memiliki kemampuan berpikir.."
"Bagaimana dengan orang-orang yang mengenal keimanan melalui peristiwa atau alam raya (Ciptaan-Nya ) ?
"itu termasuk pengetahuan. Sudah pasti hidayah Tuhan yang menggerakan otak manusia untuk berpikir hingga akhirnya memperkuat keimanan mereka.."
"Berarti pengetahuan yang menjadi suplemen bagi iman ?
"Semakin banyak pengetahuan kita maka semakin baik kualitas iman kita.."
"Im agree, Bukankah para Rasul diutus untuk memberi pengetahuan ?
"Nah, Entu..Rasul menyampaikan pengetahuan untuk memupuk keimanan manusia..Semakin kuat iman manusia maka akan terhindar dari keburukan.."
"Bukankah Durhaka itu perkara yang buruk ? Maka keimanan yang baiklah yang bisa menjauhkan kita dari hal-hal buruk.."
"Dan kesimpulannya berarti situasi buruk bisa terjadi akibat kurangnya pengetahuan ?
"iye, Bahkan hidayahpun bisa berupa pengetahuan..Tapi, Bukan berarti orang yang memiliki pengetahuan sudah pasti memiliki iman yang kuat.."
"Heh ? Kok bisa ?
"Karna masih ada iblis yang selalu siaga merusak iman dengan memanfaatkan lemahnya emosi manusia dalam menghadapai situasi yang berat.."
"Kalo gitu gak guna dong punya banyak pengetahuan ? Tetep aja bisa kalah sama godaan iblis.."
"Logikanya, Kalo yang punya iman tebel aje masih kalah sama iblis, apalagi orang kayak Abang yang imannya tipis kayak kulit Somay.."
"Disitulah peran Taqwa yang berbicara..."Sejenak Siti mengulum senyuman melihat suaminya menghela napas begitu panjang.
"Taqwa ?
"Iye , Mangkinan orang punya amalan bae, Udeh pasti punya nilai lebih..Logikanya entu pan..Jangan lupa sama janji Allah, Ketika kita mendekat maka Allah lebih dan lebih mendekat lagi.."
"Berarti ketaqwaan gak berpengaruh sama pengetahuan dong ?
"Tetep berpengaruh dong bang, malah punya kualitas peranan yang hebat, Cuma kekuatan dorongannya berbeda..."
"Dorongan ?
"Pengetahuan yang mendorong keimanan menjadi lebih maju dan kuat, Pengetahuan juga yang mendorong amalan taqwa semakin meningkat..Mangkenye, Nabi pernah ngasih nasehat, tuntutlah ilmu hingga liang lahat.."
"Haisshh...Gimana Abang bisa ngajak orang lain jadi baik kalo Abang sendiri masih kekurangan pengetahuan ?
"Eh, jangan kecil hati ! Jangan lupa loh, Hidayah bisa datang darimana aja !"
"Iya juga ya.."
"Abang cukup lakuin yang terbaik aja, Sisanya serahin sama kuasa ilahi.."
"Abang beruntung banget punya istri kayak kamu, Udah cantiknya full , pinter pula kayak Mamah dedeh.."
"Kok Mamah dedeh sih ? Tua dong ?
"Aihh..maksudnya pinter kasih nasehat, Bukan tua kayak dia..hehehe.."
"Uhs..Abang gak Yuhuu...
"Ciee..ngambek nih ye
"ish..
"Cie..Ciee..Ciee..
"Abang iihh..." pada akhirnya Siti hanya bisa pasrah tiap kali Boy begitu menikmati situasi yang membuatnya tak berdaya menghadapi tingkah konyol suaminya.
"Aye cuma bisa berdoa buat Abang semoga tetep yakin bahwa setiap masalah akan berakhir sesuai dengan prasangka baik kita sendiri karna "Allah itu sebagaimana prasangka Hamba-Nya..."
__ADS_1