SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Tamu Rusuh


__ADS_3

Makan siang sudah tandas tak tersisa hanya menyisakan piring kotor dan rantang yang kosong, sementara perut Kong Mamat masih merasa lapar karena hari ini Dia harus berbagi jatah makan siang dengan Boy dan Sonia.


"Kenape Kong ? Nape Bengong aje ?


"Gua masih lapar "


"Ehh, Bentaran deh, Biar Aye ngambil makanan lagi dirumah.."


"Gak usah, Neng ! Anggap aje Gue lagi bebagi sama Kaum duafa nyang lagi kelaparan.."


Seketika Boy terkekeh saat melihat Kong Mamat mendengus mengejeknya.


"Hehe, Tenang saja, Kong ! Sebentar lagi makanan bakal datang..."


Dan benar saja, tiba-tiba saja Ketiga sahabat lacknatnya Boy datang Kerumah Kong Mamat mengendarai Motor Sport dengan suara kenalpot yang bising.


" Het Dah, Bujug ! Nyang dateng malah Trio Dedemit..." Kong Mamat mendelik sengit mendengar suara knalpot bising yang memekakkan telinganya.


" Holla Everybodies ! Cowo paling tampan dinegara ini sudah datang..." Andre terkekeh menyapa semua orang dengan kenarsisan dan tampang songongnya yang mendarah daging.


"Hey You, Pak Tua keriput, Apa kabar ?


"Apa lu kata, Tong..?


"Keriput Kong, Alias mengkerut..." Andre malah tertawa sambil mengedipkan sebelah matanya mengejek Kong Mamat yang mendadak terlihat begitu jengkel.


"Dasar Gacor.." Tonny lantas menepuk pundak Andre agar menghentikan celotehannya.


"Your request, Bro ! Shitt, Im like a Delivery Order Servent.." Ricco lantas menyodorkan tiga kantong besar berisi makanan dan minuman sambil mendengus sebal kearah Boy.


"Heh Kacung ! Taro sini makanannya.." Andre menyelak dan mengejek Ricco.


"Ka Andre ? Yang sopan yah sama Kak Ricco ! Mendadak Sonia menggerutu dan memarahi Andre.


"PLAK.."


"Aww.."Andre hanya bisa meringis saat sebungkus Rokok mendarat tepat diwajahnya.


"Dasar anak setan ! Kaum Barbarian, Selalu pake kekerasan..."Andre hanya bisa menggerutu sambil mengusap-usap wajahnya.


"kelakuan nye tengil juga nih bocah...." Kong Mamat terkekeh geli melihat Andre meringis kesakitan.


Boy seolah tak peduli dengan kelakuan sahabatnya dan mulai membuka bungkusan yang diberikan Ricco lantas menyerahkan kotak kardus pipih pada Kong Mamat.


"Cobain yang ini, Kong !


Boy lantas mengambil kardus paling kecil dan menyodorkannya kepada Siti.


"Kalau yang satu ini special buat Elu...."


Boy tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya hingga membuat Siti mendadak jadi salah tingkah.


"Makasih Bang.."Siti tersenyum canggung seraya menerima bingkisan kecil yang disodorkan oleh Boy.


"Sosor terus, Bro ! Jangan kasih kendor.."Andre berteriak mengejek sambil sibuk melahap potongan Pizza.


"Eni Bakwan gede amat, Tong.."Kong Mamat mulai menyentuh Pizza keju dihadapannya.


"Bhahaha..."Andre dan tonny seketika tertawa lepas saat mendengar celotehan Kong Mamat, Sementara Ricco hanya menghela napas dengan ekspresi dingin melihat kedua temannya menertawakan Kong Mamat.


"Dasar bocah tua nakal, itu namanya Pizza Pak Tua.." Andre masih saja terpingkal.


"Cobain dulu, Kong ! "Boy mencoba menenangkan Si Engkong yang mulai murka mendengar celotehannya Andre.

__ADS_1


"Tenang saja Pak Tua ! Pizza nya empuk kok, Gigi pak tua yang sudah karatan itu pasti masih bisa ngunyah Hihihi.." Andre masih saja terkekeh mengejek Kong Mamat dengan mulut gacor tanpa saringannya itu.


"Wadauu.." Sepotong Pizza seketika mendarat tepat dimuka Andre hingga membuatnya kaget dan hanya bisa meringis.


"Lu makan tuh mate pencarian Lu.." Kong Mamat terkekeh senang setelah berhasil membungkam Andre dengan sepotong Pizza tepat diwajahnya.


"Hahaha.."Semua orang tertawa lepas menertawakan Andre, Bahkan Siti pun nampak terkekeh melihatnya.Hanya Ricco yang tetap saja acuh seolah memiliki dunianya sendiri.


"Haish, Dasar Boneka Salju, Kenapa Aku bisa suka sama Cowok dingin kayak Dia..Haiihh " Sonia melirik Ricco yang tetap saja dingin dan tak peduli pada semua orang.


"Ehh, Lumayan Tong ! Enak juga, Gurih bener dah ah.."Kong Mamat mulai berceloteh saat mengunyah potongan Pizza ditangannya.


"Lu juga makan dong, Babe ! Apa mau gua suapin ?


"Ehh iye, Bang ! "Siti lantas membuka kotak kardus kecil berisi mini cake vanilla lantas mulai menyecapnya perlahan.


"Enak gak ?


"Eemm..Enak Kok ! Coklat Vanillanye banyak banget ampe meleleh, Bang..."


"Sama kayak hati Abang, Meleleh kalo liat Siti..


Boy terkekeh menggoda Siti.


"Gas terus, Bro ! "Tonny mendadak berceloteh mengejek Boy.


"Blush.." Seketika kedua pipi Siti nampak merona mendengar gombalan receh yang merosot dari mulut Boy.


"itu Cake favoritenya Kak Boy loh, Ternyata Kak Siti juga suka, Wow ! Kalian memang Satu Hati..Hihihi." Sonia malah ikut menggoda Siti.


"Sama kayak Elu, Babe ! you are My favouritte...." Boy semakin antusias menggoda Siti.


"Dasar Playboy Gurun Pasir..Nyengir terus kayak Onta.." Andre ikut menyelak dan mengejek Boy.


Seperti biasa, Ricco hanya acuh dan melengos sambil menikmati permen karet.


"Cabe-cabean Lu nanya noh.... " Andre terkikik geli melihat Ricco mengacuhkan Sonia.


"ish, Dasar Jabrik ! Aku tuh incess, Bukan cabe-cabean...."


"Betul tuh, Ndre ! Sonia itu bukan cabe-cabean... " Tonny terlihat membela sonia.


" terus apa dong ?


"Mak lampir versi Android..Hahaha "Tonny dan Andre tertawa lepas mengejek Sonia.


"Berisik ! "Ricco mulai bersuara dengan nada ketus.


"Wah, Kayaknya Kak Ricco juga gak rela Aku diejek sama Duo Jabrik itu ?" Sonia melirik wajah tampan Ricco yang selalu berekspresi dingin dan datar itu.


Sementara diujung Balai Bambu, Boy masih saja melirik dan curi pandang memperhatikan Wajah Siti tanpa peduli celotehan absurd ketiga sahabatnya itu.


"Damn it ! Gimana Gua gak kelimpungan ? Wajah secantik dan semanis ini memang pantas untuk dirindukan.."


Siti hanya tersenyum saat melihat keakraban Sonia dengan ketiga sahabatnya Boy. Namun Siti mulai merasa risih karena menyadari kedua mata Boy tak pernah berhenti menatapnya.


"Nape Bang Boy ngeliatin Aye terus sih ? Aye kan jadi canggung.."


"Pelototin terus Bro ! Jangan berhenti kalau belum pecah tuh mata.." Andre terkekeh menyadari Boy terus saja menatap wajah Siti.


Sudah pasti Siti semakin merasa canggung saat mendengar ejekan Andre.


"Haih, Ganggu aja Lu.."

__ADS_1


"Maklum jomblo Akut..." Tonny menyelak.


"Aw Aw Aw, Hey Kisanak ,Ucapanmu menyakiti hatiku.." Andre meringis sambil memegang dadanya mendramatisir reaksinya.


"Kacian..."Sonia terkikik geli.


"Elu gak usah nimbrung MAEMUNAH....." Andre menyelak Sonia yang terkikik mengejeknya.


"Dasar jomblo Gesrek.."


"Haih, Rumah Gua udeh kayak penampungan Alien.." Kong Mamat hanya terkekeh melihat kelakuan makhluk planet lain yang berkumpul dirumahnya.


"Ehh sudah mau sore nih, Cabut yuk ah...!


"ah iya Bro, Sore ini jadwal kita latihan " Andre mendadak antusias dan penuh semangat.


"Gak ah, Gua lagi males...." Boy malah menolak sambil tetap melirik kearah Siti.


"Haih, Dasar Bucin cap Badak..."Ketus Andre sengit.


"Eh Kampret, Elu udah seminggu enggak datang ke Studio..!" mendadak Tonny memarahi Boy yang terlihat malas untuk pergi.


"Berisik ! Sudahlah !


Boy tersenyum senang saat mendapat pembelaan dari Ricco.


"Ahh gak asyik Lu, Nyet..."


"Wahai Bucin Cap Badak !


Wahai Playboy Cap Onta, Ayolah ! Kita harus Ke Studio, Gua kangen sama gitar kesayangan gua.." Andre merengek sambil mendramatisir suasana agar Boy bisa berubah pikiran.


"Ayolah Boy ! Lu gak kasian sama kunyuk gacor ini..." Tonny ikut merengek.


Boy menghela napas kesal lantas melirik kearah Ricco yang hanya mengangkat bahunya seolah tak peduli.


"Ya sudah, Tapi Gua gak bisa lama-lama !


" Yess Yeaahh.." Andre mendadak ceria sambil mengangkat kedua tangannya berselebrasi.


"Terus Aku gimana dong ? Masa Aku ditinggal sendiri...."Sonia merajuk mendelik sengit pada Andre.


"Elu jalan-jalan aja gih sama Pak Tua itu pake motor sport Gua ! Kali aja kulit Pak Tua itu jadi kenceng gara-gara kena angin..Hihihi "


Andre kembali mengeluarkan kata-kata Mutiara yang berhasil membuat Kong Mamat kembali murka.


"Dasar Begajulan ! Entu Congor licin amat ? Asal jeplak aje, bekoar sembarangan ?" Kong Mamat makin senewen.


"Hehe, Becanda, Kong ! Sorry ! Hihihi


"Eh, Kak Siti ikut aja yuk ! Temenin Aku ! Kita liat latihan mereka di Studio, sekalian jalan-jalan.."Mendadak Sonia bertingkah manja dan memohon pada Siti.


Siti nampak berpikir dan sekilas melirik ke arah Boy, sebelum menatap ke arah Kong Mamat.


"Kalo Elu mao ikut, Ya udeh, pegih aje sono ! Tapi jangan lama-lama.." Kong Mamat lantas berbicara karena mengerti akan maksud tatapan Siti.


Siti mendadak tersenyum tipis seraya menganggukan kepalanya saat Kong Mamat memberinya izin.


"Yessss...."Seketika Sonia berhambur memeluk Siti.


"Thanks God ! This my chance..Gua bisa berduaan lagi sama Dia.." Sudah pasti Boy yang paling merasa senang saat mendengar Kong Mamat memberi izin pada Siti.


"Ayo ah, Lets go ! " Andre sudah semakin tidak sabar.

__ADS_1


Pada akhirnya mereka semua bergegas pergi dan hanya menyisakan Kong Mamat yang masih saja sibuk menikmati sisa Pizza ditangannya.


__ADS_2