
Dengan semangat 45 Boy melahap makan malam yang terlambat itu ditemani Siti yang setia menyuapi pemuda tampan yang kini mendadak manja dan banyak merengek.
"Nikmat mana lagi yang kau dustakan ? hihihi..Berasa kayak mimpi loh disuapin sama istri tercinta...hihihi.."Tangan Boy malah sibuk melingkar dipinggang Siti.
"Abang iihh..malu sama Enyak Babeh.."Siti berusaha menepis tangan kiri Boy.
"Biarin aja sih ! Mereka juga pasti ngertiin kita...hehe
"cepetan abisin makannya ! terus mandi biar segeran..!
"Ciiee..kayaknya udah gak sabaran..hihihi
"Abaaang iihh..."Ketus Siti melepas cubitan maut dipinggang suaminya.
"Aaww...Hahahaha...
OK OK OK...Gua mandi dulu yah!
Babeh Jali dan Enyak Romlah yang sedang beristirahat diruang tamu terlihat mengulum senyumnya melirik kemesraan mereka.
Siti yang merasa malu dengan tingkah manja Boy lantas masuk kedalam kamarnya setelah merapikan meja bekas makan suaminya.
Dan didalam kamarnya sendiri Siti malah merasa gugup menyadari malam ini Dia akan tidur bersama pemuda tampan yang sudah resmi menjadi suaminya itu.
"Bang ? "Siti semakin gugup melihat Boy masuk kedalam kamarnya hanya mengenakan handuk yang terikat dipinggangnya.
"Gua lupa gak bawa salinan ! Gimana nih ? "Boy malah terlihat acuh seakan tak peduli dengan raut wajah Siti yang semakin pias menutupi rasa gugupnya.
"Ma ma masa Abang lupa ? "Siti malah semakin gugup melihat penampakan tubuh Boy yang berotot dengan tatto yang terlukis dibagian dada ,leher ,tangan dan betis kakinya
ini adalah kali kedua Siti melihat penampakan tubuh kekar suaminya setelah dahulu tanpa sengaja melihatnya akibat insiden tungku abu.
"Haiissh..kenapa gua bisa lupa ya ? Lu punya kaos sama celana pendek gak ? "Boy semakin mendekat sementara Siti langsung melengos menghampiri lemari pakaiannya.
__ADS_1
"Astagfirullah..jantung Aye deg-degan..." Siti menghela napas mencoba menetralisir debaran jantungnya yang mulai terasa tidak baik untuk kesehatannya.
"Cuma ada kaos sama celana ini ,Bang ! "Siti menyodorkan sebuah kaos lengan panjang dan celana training.
"Gak apa-apa ,daripada masuk angin gara-gara telanjang..hihihi..gua gak biasa tidur telanjang..."Boy langsung menyambar pakaian itu dan mengenakan nya dihadapan Siti.
"Abang iihh..."Siti langsung tertunduk menghindari pemandangan yang semakin merobohkan pertahanannya.
"Kenapa ? hihihi..Gak usah malu ! Gua ikhlas kok pamerin badan atletis gua ini...Lagian kita kan udah resmi jadi suami istri..iya gak ?hihihi
Boy malah senang menggoda Siti yang semakin salah tingkah dan membuang pandangannya.
"Jangan kayak gini bang ! Aye jadi bingung.." Wajah Siti terasa panas hingga semburat rona merah semakin nyata menghias wajah cantiknya.
"Aarrgghh...."Boy menghempaskan tubuhnya diatas ranjang setelah selesai memakai kaos dan celana milik Siti.
"Heh ? berisik amat sih ranjang ini ? gawat nih ! Bisa ketauan kalo gua gempur sekarang..." Boy menghela napas menyadari Ranjang milik Siti terbuat dari kayu yang sudah pasti berdecit dan berisik jika dia meneruskan rencananya.
"loh kok bengong ? Sini dong ..."Boy terkekeh melihat istrinya yang semakin gugup hingga mematung diujung ranjang.
"Abaang iihh..."Siti menepuk dada yang saat ini menjadi landasan kepalanya.
"Hihihihi..."Boy malah terkekeh mendekap Siti semakin dalam dipelukannya.
Sudah pasti jantung Siti semakin bertalu-talu mengalami kejadian menegangkan yang baru pertama kali dirasakannya.
wajah Siti terasa semakin panas dengan gelenyar hebat yang mencubit perasaannya menyadari dirinya kini berduaan dengan posisi intim yang berpotensi lepas kontrol.
"Gua bener-bener bahagia ,Sayang ! Makasih sudah ikhlas terima gua jadi suami lu.."Boy menatap langit-langit kamar seraya mengusap lembut pucuk kepala Siti yang masih tertutup kerudung itu.
"Aye juga seneng Bang ! "Ucap Siti mendongakan wajahnya hingga dagu dan rahang kokoh suaminya itu menjadi pemandangan indah dikedua matanya.
"Makasih Sayang..."Satu kecupan mendarat dipuncak kepala Siti.
__ADS_1
"eemm..."Siti tak bisa banyak bicara berada diposisi ini karna godaan tubuh Boy berhasil merusak akal sehat dan menciptakan ketegangan yang hebat.
"Sleep Well ! Jangan lepas pelukan ini ! Gua pengen tidur sambil peluk istri..
"eemm..."Siti merasa lega mendengar ucapan Boy yang memilih tidur dan tidak memaksa Siti melaksanakan kewajibannya tanpa persiapan.
(Siti gak nyadar kalo suaminya frustasi pas tau ranjangnya itu berisik π..Kenapa gak gelar kasur dibawah aja Boy ? π)
.
"Ehh..Bang Boy beneran tidur ?" Suara napas yang teratur dan tangan Boy yang semakin mendekap erat Siti membuatnya tersenyum lega menyadari suaminya sudah masuk kealam mimpi.
Perlahan tapi pasti Siti pun memejamkan matanya dalam pelukan sang suami dengan senyuman yang menghias bibirnya.
"Sabar Boy ! Daripada tengsin..." besok bakal gua bawa kabur dari sini..." Akhirnya Boy pun terlelap setelah berjuang menahan gejolak godaan yang merusak akal sehatnya.
.
π
π
.
"Parah lu Thor ! Kenapa ranjang siti kayak gitu sih ? hari genee masih pake ranjang kayu ?π
"namanya juga orang kampung Boy π Mempertahankan tradisi π
"tradisi apaan ? ini namanya penyiksaan ,Thorπ
"hihihi..itu sih Derita lu ,Boy ! lagian gak kreatif banget sih lu ,Boy ?π
"Sue lu Thor ! Kamarnya sempit gak bisa gelar kasur Thooorrr...ππ
__ADS_1
"πππbodo aaahhh...π