
Boy memiliki lebih banyak waktu luang semenjak Leon bergabung diCaffe mengisi table bar namun ia malah semakin roaming bebas bergerak menghandle karyawan lain yang butuh bantuan.
Hanya dalam seminggu saja Leon sudah berhasil menguasai table bar bahkan membuat menu minuman baru racikan sendiri yang cukup mendapat respons baik dari pengunjung.
"Thanks Bro ! "Leon semakin mengenal sifat Boy setelah seminggu bekerja di Caffe.
"Buat ? "Boy nampak tersenyum tipis seakan mengejek Leon.
"Thanks udah percaya sama gua ! Gua gak nyangka orang asing lebih percaya sama gua dibanding Adik gua sendiri..."Leon tersenyum kecut sambil menyecap kopi hitam favourite nya.
"Cuma orang yang pernah mati yang bisa tau rasa sakitnya kematian..."Boy tersenyum kecil dan jari telunjuknya terlihat mengetuk-ngetuk bibir Cangkir dihadapannya.
"Gua pernah ada diposisi lu ,Bro ! dibenci keluarga dijauhi saudara bahkan dianggap sampah oleh sebagian orang.."
"apa dia beneran sama kayak gua ?
Leon menyimak ucapan Boy dengan raut wajah terkejut seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Lu beruntung masih bisa pulang kerumah meskipun keluarga lu benci sama elu, Bro !
..Bertahun-tahun Gua jauh dari keluarga bahkan hampir lupa kalo gua masih punya keluarga.."
"Jadi dia korban Broken home ? " Leon tersenyum getir menyadari Boy dan dirinya memang memiliki kisah hidup yang tak jauh berbeda.
"tapi lu gak pernah masuk Penjara kan ? "
Boy menghela napas kasar mendengar pertanyaan Leon.
"Pernah..Tapi gak lama, dan itu saat yang paling gua benci "
"Case ?
"Hemm..gua mabok di Club dan mukulin orang-orang..korban sama pihak Club nuntut gua lantas berakhir nginep di penjara.."
"So ?
"Gua bebas bersyarat berkat jaminan bokapnya temen gua...
"Heh ? Bokapnya temen ?
"ya iyalah..Bokap gua mana mau ngurusin anak yang selalu nentang dia.."
"Pantes aja dia punya nyali nantangin gua ? ternyata sama-sama BadBoy.." Leon kembali tersenyum tipis.
"Lu sendiri kenapa bisa masuk penjara ? "Boy balik bertanya meskipun sebenarnya dia sudah tau jawabannya.
"Crimes.. Gamble..and fight..lumayan lama juga nginep diprodeo.."
"Rese juga idup lu yah ? hihihi.."Boy terlekeh mengejek Leon.
"Mau gimana lagi ? pengaruh pergaulan sulit dihindari.."Leon menghentakan bahu nya seakan acuh.
"iya juga sih..hihihi , makanya gua lagi belajar hijrah ,Bro..
__ADS_1
"Hijrah ?
"Hemmm..Dikit-dikit ninggalin kelakuan ngaco dan mulai balik ke jalur meskipun masih berjalan lambat dan masih ditahap belajar..
"Jadi udah tobat ?
"intinya pengen hidup normal aja !
"Gua jadi penasaran sama si Willy ! Dengan semua pengalamannya itu kenapa malah terdampar disini ? " Leon semakin penasaran dengan latar belakang Boy.
"Udah sholat maghrib Bos ? "Halimah menyelak obrolan mereka.
"eh belum Mah..Kok gak enak ya manggil Mah? "Boy terkekeh merasa lucu sendiri.
"Emang kenapa Bos ? "
"Mah..Mah..kayak manggil Mamah..hihihi.."Boy makin terkekeh namun Halimah mendadak salah tingkah mendengar ucapan Boy.
"bisa aja sih Bos ?
"Mulai hari ini gua panggil elu Hally aja yah ? Daripada gua mangil Mah..Mah.. kayak manggil emak gua..hahaha...
"Hally ?
"Kalo gak salah Hally itu artinya Cantik atau Suci.. cocok lah sama elu yang punya muka cantik...hahaha.. "Boy makin tergelak senang . Sementara Halimah sedikit menundukan kepalanya makin salah tingkah menutupi dan gugup.
"Hally itu neraka ,Mah ! jangan mau nama kamu diganti ! Bagas menyelak sambil berjalan melewati mereka.
"itu Hell , Gas ! Dasar posessive ! hihihi
"itu Holli... Dasar bocil ! "
"seru tuh maen Holli di pantai.."Kartika ikut nimbrung
"itu Volly...
"Haisshh..gak ada abis nya..!
Ayo Hally ! mending kita Sholat maghrib berjamaah daripada disini dengerin kicauan gak bermutu !
💕
Dan untuk pertama kalinya Halimah sholat berjamaah bersama Boy meski terpaksa dilakukan Diruang Kitchen karna hanya tempat itu yang masih memiliki space ruang kosong.
Diakhir salam Boy meminta Halimah untuk membaca Doa namun gadis yang masih terkejut mengetahui Boy yang begitu fasih membaca Ayat-ayat pendek dalam sholatnya itu menolak untuk membaca doa.
"Subhanallah..Aye gak nyangka suaranya Bos Willy sebagus itu..." Halimah tersenyum kecil menyadari pemuda bertatto dihadapannya ternyata memilki sisi yang berbeda.
"Bismillah walhamdulillah wa nastagfiruKa yaa ghofur ! allohumma sholli alla muhammad wa ala alaih..." Boy mengawali Doa nya dengan istighfar dan sholawat.
Namun pada Doa selanjutnya tubuh Boy terlihat gemetar dengan kepala yang sedikit tertunduk.
"Rhobbana hablana min ajwajina wadjuriyatina qurrota a'yun wajalna lilmuttaqin na imama !
__ADS_1
"Aamiin.."Halimah mengamini namun jantungnya terasa berdebar kencang ketika Boy membaca Doa itu yang menunjukan sebuah permohonan tentang pasangan hidup dan keturunan yang sholeh.
"fagfirli ya Rhob ! Fagfir na ya ghofur ! bilbarkatil hadi muhammad !
"Aamiin Allahumma aamiin yaa ghofur..."Halimah semakin tersentuh setiap kali Boy membaca kalimat Doa nya.
"Washolu ala nabi wa ala alihi..irhamna taqobbal Dua'na...!
Boy menutup doa dengan sholawat pendek seperti biasa. namun kepalanya masih tertunduk dengan suara istighfar yang terdengar lirih.
"Seandainya diperbolehkan ? Aye pengen cium tangan Bos Willy..." Halimah tertegun menatap Boy yang masih duduk tertunduk.
"Dia seperti sangat berharap sama setiap kalimat doa nya itu ? Apa dia punya masalah soal percintaan ? "Halimah semakin larut dalam pemikirannya sendiri sambil melepas mukena miliknya.
"Bos ? Bos Willy ?
"eh iya Halli..ada apa ? "Boy memiringkan tubuhnya menghadapa Halimah.
"emm..boleh saya nanya ? "Halimah tersenyum mendengar Boy memanggilnya Halli , namun gadis itu mencoba memberanikan diri demi menjawab rasa penasarannya.
"Nanya aja ! segala pake ijin..hihihi
"Bos Willy punya masalah sama cewe ? "Pertanyaan Halimah On Point menohok tepat membuat telinga Boy terasa panas.
"Kok elu bisa berpikiran kayak gitu ? "Boy tersenyum kecil mencoba tenang menyembunyikan keterkejutannya.
"Maaf kalo aye salah Bos ! aye cuma penasaran aja ngeliat Bos khusyuk banget sama kalimat Doa yang kedua.."
"Astaga ! Dia bisa nyadar cuma karena bacaan doa itu ? " Sejenak Boy terdiam dan menghela napas.
"just Toxic relationship.."Boy tersenyum kecut mengingat kegagalan hubungannya.
"Toxic ?
"Hemm...gak usah dibahas !
and Sorry , jangan pernah nanya soal ini lagi ya !
"eh iye Bos , Maaf aye gak maksud nyinggung privasi Bos Willy !
"Hemm..gak apa-apa ! Gua maklum kalo lu penasaran , Ayo balik lagi kedepan ! "Boy beranjak bangkit.
"iye Bos ! Maaf ye !
"nevermind ! "Boy tersenyum kecil sambil menganggukan kepalanya.
"aye duluan Bos ! "Halimah merasa tak enak hati dan bergegas lebih dulu keluar.
"Lu berdua udah kayak suami istri Bos "Bisik Angga mengejek Boy yang berjamaah bersama Halimah.
"sialan lu ! Bisa diterkam si Bagas lu kalo ngomong gitu didepan dia..hihihi "Boy malah terkekeh mendengar ejekan Angga.
"iya juga ya ..hahaha..Dia kan lagi gencar-gencar nya deketin Si Imah...
__ADS_1
Hahahaha...