SHOLAWAT CINTA

SHOLAWAT CINTA
Anak Ku ?


__ADS_3

Setelah mendapat asupan semangat dan juga nasehat dari Ketiga sahabatnya, Akhirnya Tonny memberanikan diri untuk menemui Tini dan juga si kecil Budi yang kini sudah dapat dipastikan bahwa Si Kecil ini benar-benar anak kandungnya.


Meski ada sedikit keraguan serta rasa cemas mendadak bergemuruh melanda perasaannya, Tonny tetap bertekad menghadapi masalahnya dan siap menerima segala konsekuensi yang akan terjadi.


Belum sempat Tonny mengucap salam didepan kontrakan Tini, Mendadak Tonny terkesiap ketika mendengar teriakan Budi menyapanya dengan begitu antusias.


"Om Tonny ! Om Tonny dateng lagi ? Pasti mau ngajak Aku jalan-jalan ? "Budi yang sedang disuapi makan oleh neneknya seketika berhambur berlarian menghampiri Tonny yang baru saja tiba didepan kontrakan.


"Om ? Kok Bengong ? "Budi menengadah dengan ekspresi heran ketika Tonny mendadak mematung menatap dirinya.


"Om ? Om ? Om Tonny Kenapa ? "Budi menepuk-nepuk bahkan menarik-narik tangan Tonny hingga akhirnya Pemuda itu tersadar.


"Budi ? "Seketika tubuh Tonny merosot dan berhambur memeluk tubuh kecil dihadapannya.


"Anak Ku..Maafkan Papah.."Tonny tak bisa menahan diri lagi dan menghujani wajah Budi dengan ciuman hingga Si Kecil meronta-ronta tak mengerti dengan situasi yang dihadapinya.


"Maaf ! "Tonny kembali memeluk erat tubuh kecil itu dan seketika terisak pilu mendekap erat si Kecil yang terlihat kebingungan dengan sikap Tonny yang mendadak menangis sambil terus memeluk dirinya.


"Kamu ? Kamu Tonny ? "


Tonny hanya menganggukan kepala ketika neneknya Budi bertanya dengan ekspresi yang sulit diartikan.


"MasyaAllah, Jadi ? Jadi Kamu..?


Tonny kembali menganggukan kepala seakan mengerti arti dari keterkejutan Wanita tua yang menghampirinya.

__ADS_1


"Aku Papahnya Budi..."Sejenak Tonny menatap wajah tua yang begitu terkejut itu.


"Aku Papah Mu, Nak ! Maafkan Papah ! Maafkan Papah yang selama ini gak pernah tahu keberadaan Kamu.."Sekilas Tonny mengusap Airmata yang membasahi pipinya lantas meraup kedua pipi Budi dan mengecup kening Sang Putra yang terlihat semakin kebingungan.


"Pa Pah ? "Si Kecil Budi nampak terperangah heran mendengar Tonny mengaku sebagai Papahnya.


"Yah, Papah ! Aku Papah Mu, Nak ! "Sekilas Tonny tersenyum getir seraya mengusap airmatanya yang masih saja tak bisa dibendung membasahi wajahnya.


"Maksudnya gimana Om ? Kenapa Om Tonny bilang begitu ? "Budi malah semakin kebingungan hingga mimik lucu diwajahnya berhasil membuat Tonny terkekeh kecil.


"Dia Ayah Kamu, Nak ! Papah Mu ! "Neneknya Budi akhirnya angkat suara setelah cukup lama tak bergeming karena terkejut mendengar pengakuan Tonny.


"Ayah ? Papah ? "Budi malah memiringkan kepalanya menatap wajah Tonny.


"Kenapa ? Miripkan ? Muka kamu miripkan sama Papah ? "Tonny terkekeh kecil namun gemuruh perasaannya menyeruak hebat, saat Dia baru menyadari kemiripan wajahnya dengan Budi.


Seketika Tonnypun tak bisa lagi menahan diri dan menangis terisak-isak memeluk putranya ketika Si Budi kecil menangis haru dalam dekapannya.


"Bapa.." Satu Kata pertama yang keluar dari mulut Budi, Seketika berhasil membuat tubuh Tonny bergetar hebat hingga hampir terhuyung karena merasa kaget sekaligus senang mendapat pengakuan dari anaknya.


"iya Nak , Aku Bapa Mu , Ayah Mu, Papah Mu.."Tonny semakin mendekap erat tubuh Budi yang kini terisak dalam dekapannya.


"Bapaaa..."


"Anak Ku.."

__ADS_1


Tonny dan Budi semakin mempererat pelukannya dalam suasana haru, Hingga perempuan Tua yang sejak tadi melihat peristiwa pertemuan Bapak dan anak ini ikut menangis haru melihat Cucunya menangis sesegukan dalam dekapan sosok Ayah yang selama ini tak pernah hadir dalam hidupnya.


"Sebenernya Aku juga tahu kalo Om Tonny itu Bapa Ku.."


"Heh ? Tonny mendadak terkejut mendengar pengakuan Budi.


"Hehehe, Aku gak sengaja denger ibu ngobrol sama Nenek soal Om Tonny.."


"Haish, Dasar Satu Gen ! "Tonny sudah pasti terkekeh seraya kembali memeluk anaknya sekilas teringat akan dirinya yang sering mengintip dan mencuri dengar obrolan orangtuanya.


Sang Nenekpun nampak geleng kepala terkejut sekaligus merasa haru mendengar pengakuan cucunya.


"Sudahlah ! Kalian masuk dulu ! Ayo Nak ! Ajak Bapa Mu masuk.."


"Gendong !


"Ahh, Siap Komandan ! "Tonny terkekeh senang melihat putranya bertingkah manja pada dirinya.


"Thanks God ! Sejenak Tonny menengadah menatap hamparan langit biru, Kini Tonny sedikit merasa lega karena Si Kecil Budi mau mengakui dirinya bahkan sudah tahu terlebih dulu, Dan Sambutan ibunya Tini pun sangat diluar dugaan, berbanding terbalik dengan segala kecemasan yang menggelayuti pikirannya beberapa hari ini.


"Kamu dimana Tini ? Aku harus ketemu sama Kamu, Izinkan Aku menebus semua dosaKu"


.


.

__ADS_1


.


"Ya Allah, Aku harus bagaimana ? " Tini yang sedaritadi memperhatikan mereka dari balik tembok disamping kontrakan nampak tersandar pada dinding menengadah pilu dalam keraguan dan kebingungan, Perasaannya bergejolak dan bergemuruh saat melihat putranya menangis dalam pelukan Ayah kandungnya yang selama ini menjadi alasan kekecewaan terbesar dalam hidupnya.


__ADS_2