Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Kecelakaan


__ADS_3

...Author POV...


*Flashback


Andini hendak pulang ke rumahnya. Namun saat di perjalanan dia melihat taman kanak-kanak yang begitu riang dan gembira membuat hati Andini tergerak ke sana memperhatikan tingkah lucu mereka. Dia sudah jarang melihat anak kecil di tempatnya tinggal.


Tidak masuk ke dalam TK tersebut, Andini hanya duduk di taman yang tak jauh dari TK itu. Hanya sekedar istirahat.


Andini melihat seorang anak kecil tengah berjalan ke arahnya dengan tenang dan penuh wibawa. Rasanya sedikit lucu melihat anak kecil yang tampil seperti anak ini.


Anak itu duduk di kursi taman sebelah Andini dengan memperhatikan sekitarnya sebelum duduk. Kemudian dia duduk di sana.


Anak itu memutar ranselnya dan mengeluarkan buku dalam tasnya dan mulai membaca dengan seksama.


Andini menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil, "Hei." Panggil Andini yang.


Anak itu menoleh, "Ada apa?"


"Apakah kamu tak bermain bersama temanmu yang ada di sana hm? Hari ini begitu cerah bukan?" Ucap Andini.


Anak itu mengedikkan bahunya santai, "Tidak berguna. Bermain main membuang waktu saja."


Andini terkekeh singkat. 'Ada saja anak ini. Bisa bisanya dia berfikir seperti itu."


"Belajar? Itu sama sekali tidak mengasikkan. Bermain di taman lebih asik kamu tau." Andini mulai tertarik dengan anak kecil ini.


"Itu memang benar. Tapi bermain membuat saya berkeringat dan jadi bau, jorok, saya tidak suka. Tapi kalau saya belajar, selain saya semakin pintar, saya juga takkan menjadi kotor seperti mereka." Anak itu kembali membaca bukunya.


"Di tambah lagi nek, jika saya semakin pintar Ibu saya akan memberikan hadiah spesial pada saya." Sambung anak itu.


Andini tertawa dan mengelus kepala anak ini.


Andra, itulah namanya.


"Namamu siapa?"

__ADS_1


Andra berfikir, "Tidak. Saya tak dapat memberitahu."


Andini bingung, "Kenapa?"


"Karena kita tak saling kenal." Jawab anak itu singkat.


Andini tersenyum, kemudian mengusap kepala Andra, "Pintar."


Andra mengangguk. Dan kembali membaca bukunya santai.


Andini mengambil coklat yang ada di dalam tasnya, "Ini buat kamu." Ucap Andini pada Andra.


"Benarkah?" Mata Andra berbinar.


"Tentu.."


Andra segera mengambil coklat Andini. "Terimakasih."


Andini tersenyum.


"Nanti saja. Tadi barusan makan."


Andini menganguk singkat.


"Ibu dan ayahmu pasti bangga punya anak sepertimu." Ucap Andini dengan senyuman.


Andra diam beberapa saat sebelum dia mulai berbicara. "Ibu saya mungkin bangga. Tapi kalau ayah... Saya pikir tidak."


Andini menatap Andra sedih, "Jangan bilang seperti itu. Nenek yakin dia pasti bangga."


Andra menggeleng, "Tidak. Kalau dia bangga, kenapa dia meninggalkan kami." Ucap Andra dengan wajah sendu.


Mendengar kalimat Andra membuat hati Andini teriris, kasian sekali anak ini.


Andini memeluk Andra, "Lupakan saja ayahmu. Jika tak Ayah, ibu juga tak apa. Ibumu pasti sangat hebat." Andini menguatkan Andra.

__ADS_1


Andra mengangguk, "Iya. Saya tau. Ibu adalah superhero. Dia paling hebat."


Mendengar kalimat polos Andra namun terdengar begitu kuat itu membuat Andini meneteskan air mata. Dia menepuk nepuk punggung Andra pelan, "Kamu juga hebat!"


Andra mengangguk kuat sambil tersenyum lebar, "Iya nek!"


Setelah beberapa saat berpelukan Andini melepaskan pelukannya. Andini kembali mengingat dia juga memiliki pekerjaan lain di rumah, "Oh ya. Nenek gak bisa berlama lama, ada pekerjaan lain. Nenek pulang ya."


Andra mengangguk. "Baik nek."


Saat Andini bangkit berdiri kemudian berjalan meninggalkan Andra, saat menyebrang jalan Andini menoleh ke belakang melihat Andra anak kecil pintar yang barusan dia ajak berbincang tadi.


Namun dia melihat Andra berlari ke arahnya dengan panik dan saat posisi Andra sudah sangat dekat dengannya Andra menarik Andini sekuat kuatnya membuat Andini tertarik dan terjatuh ke arah trotoar sedangkan Andra berputar posisi ke arah jalan karena tubuhnya yang yak sanggup seimbang.


Brakk...


Sebuah mobil menabarak Andra. Tubuhnya terpental beberapa meter dari tempat posisinya tadi dengan tak sadarkan diri.


Sang pemilik mobil menggas mobilnya dan melewati Andra. Dia kabur begitu saja.


Andini panik dan ketakutan, anak itu telah menyelamatkan nyawanya dengan mempertaruhkan dirinya sendiri.


Apa yang dia lakukan hingga anak ini menjadi korban?! Kenapa dia bisa seteledor ini?!


Andini bangkit dari posisinya yang tersungkur.


Bruk


"Argk!" Pekik Andini kembali terjatuh dan tersungkur.


Kaki Andini terluka dan engsel lututnya sangat sakit.


"Tolong!!!! Tolong anak itu!!!!" Jerit Andini panik.


Banyak warga yang datang menghampiri mereka dan kemudian menggotong mereka ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


*Flashback End


__ADS_2