Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Kau Siapa?


__ADS_3

catatan penulis:


jangan lupa like, comment dan vote ya....


buat aku jadi semakin semangat up ceritanya ya guysss... lop yu 💓💓


________________________________________________


...Ryan POV...


Aku tersentak terbangun dari alam mimpiku.


Damn!


Kenapa aku belakangan ini memimpikan seorang wanita yang sama? Dan sialnya kenapa aku selalu tak dapat melihat wajahnya?


Ck.


"Hm... Tuan..." desah wanita yang baru terbangun dari tertidur juga.


Ck, dasar ******.


Aku menyingkirkan tubuhnya dan bangkit berdiri dari ranjangku dan mengenakan handuk melingkarkan di pinggangku, aku mencampakkan yang ke arahnya, "Itu bayaranmu."


Dia menatapku tak percaya, "Tapi Tuan... Kenapa kau mencampakkanku?... Tuan... Aku sangat mencintaimu..."


Aku tersenyum miring, "Cih... Sudah ku katakan padamu, aku tak pernah mencintaimu. Pergilah. Kalau tidak aku akan menembak kepalamu."


Wanita itu ketakutan dan kemudian bersujud padaku, "Ku mohon Tuan... Hanya kau yang ku cinta..."


Keras kepala.


Ku ambil pistol yang ada di laci meja kecil yang dekat ranjang,


Dorr


Aku menembak kepalanya. Dan masalah selesai.


Dasar ******.


Aku sama sekali tak pernah mencintai siapa pun wanita di dunia ini. Bahkan ibuku sendiri.


Setiap wanita sama saja. Hanyalah ******.


Dasar rendah.


Seketika beberapa ajudanku datang karena mendengar suara tembakan. Pastilah mereka tau akan ada mayat baru di pagi hari. Karena ini bukan kali pertama aku melakukan ini. Ini adalah kebiasaanku.


Mereka mengetuk pintu,

__ADS_1


Tok tok tok


"Tuan."


"Masuk dan bereskan mayat yang menyusahkan ini," kataku tajam.


Mereka masuk dan kemudian menunduk hormat, "Baik Tuan."


Aku berjalan santai ke kamar mandi dan membenamkan diriku di bathtub.


Yang ku pikirkan sekarang adalah, bagaimana bisa aku memimpikan seorang wanita hingga lebih dari 2 kali?


Dan bahkan aku tak pernah berjumpa dengannya.


Mungkin?


Ataukah dia merupakan arwah gentayangan wanita yang ku tiduri?


Tapi rasanya aku tak pernah mengingat wanita itu bermalam bersamaku.


Ini sungguh aneh.


***


Aku mengerjakan pekerjaan ku dengan cepat.


Memangnya apa yang ku kejar di rumah sehingga aku ingin pulang lebih awal?


Arh... Kenapa aku begitu aneh belakangan ini?


Ting


Seseorang datang ke tempatku. Seorang wanita dengan pakaian ketat yang pastinya berniat untuk menggodaku.


"Tuan... Apa lagi yang bisa saya kerjakan?" Dia menatapku dengan nakal dan berani duduk di pangkuanku.


Sungguh aku sedang tak berminat dengan wanita sekarang.


Pikiranku masih kacau karena rasanya ada yang kosong dalam jiwaku.


Aku bangkit berdiri dia kemudian mengambil pistol dari sakuku.


Dorr


Aku menembak kepalanya dan darah segar mengalir tepat saat peluru menembus kepalanya dan berakhir malah menodai karpet imporku.


Ck. Menyusahkan.


Salah satu ajudanku mengetuk pintu hendak masuk, "Tuan bolehkah saya.."

__ADS_1


"Masuklah," kataku cepat tanpa pada basi.


Dia masuk dan melihat mayat baru, "Bersihkan dan buang karpet ini. Impor yang baru."


Dia mengangguk dan langsung mengerjakan tugasnya bersama dengan beberapa orang lainnya.


Ck. Pikiranku sangat kacau.


***


Aku membaringkan tubuhku di ranjangku setelah membersihkan diri. Aku menghembuskan nafas berat dan mulai tertidur.


Tubuhku sangat lelah...


Serasa aku memeluk seseorang, dan rasanya sangat nyaman... Aku membuka mataku perlahan. Aku mendongak ke atas, aku kembali melihat wanita yang selama ini ku mimpikan. Dan kali ini aku dapat melihat wajahnya begitu dekat.


Aku memeluknya erat dan membenamkan wajahnya di lehernya, kenapa rasanya begitu nyaman?


"Kau siapa hm? Kenapa kau selalu menghantuiku?" tanyaku masih tetao memeluknya.


Dia tersenyum kecil dan mengelus kepalaku tanpa kata.


Aku mendongak melihat wajahnya dan kemudian mencium bibirnya.


Aku memperdalam ciumanku, sekarang aku sangat merindukannya yang selama ini pergi ntah kemana.


Dia mendorongku, "Sesak tau." Rengeknya.


aku tersenyum miring, "Salahmu sendiri kenapa menggodaku."


Dia tersenyum kecil dan begitu manis membuat aku kembali menciumnya.


Aku mempererat pelukanku sambil terus memperdalam ciumanku.


Menggulingkan badanku agar dia terus berada dalam kungkunganku.


Brukk


Aku terjatuh dan tersentak bangun dari tidurku.


"Akh.." pekikku karena lenganku berbentur dengan lantai saat aku terjatuh dari ranjang.


Aku bangkit duduk di lantai sambil kembali mengingat mimpiku tadi.


Damn!


Kenapa aku kembali melupakan wajahnya?!


Arhh... Dia sebenarnya siapa sih?!

__ADS_1


__ADS_2