Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Peperangan


__ADS_3

...Author POV...


Suasana kantor semakin mencekam, rapat semakin ketat dan semakin menakutkan.


Salah satu karyawan mulai mengangkat suara, "T-tuan. Tentara Nippon Jepang telah mengambil alih setengah dari wilayah kekuasaan Java. Tepat di wilayah kekuasaan kita."


"Iya Tuan. Mereka semakin keras dan mulai terlihat agresif dengan melakukan beberapa penyerangan."


Ryan semakin berdebar, "Kapan terakhir mereka melakukan penyerangan?"


"Kemarin mereka melakukan penyerangan di daerah barat. Dan menurut kabar mereka akan mulai menyerang di daerah timur."


Deg!


Jantung Ryan terasa tertekan, daerah itu adalah daerah bagian rumahnya. Pikiran Ryan langsung terbesit pada Vie. Tanpa pikir panjang Ryan segera bangkit berdiri. Namun tangan Ryan tertahan oleh seseorang, "Tuan. Tuan mau kemana?"


"Aku harus pulang sekarang!"


"Tidak Tuan! Tuan tidak bisa pulang! Sekarang sekutu kita sedang berperang di sana, jika Tuan ke sana berarti Tuan akan di pastikan takkan selamat!"


Ryan menepis tangan Rekannya dengan nafas yang menggebu gebu, "AKU TAKKAN PERNAH PEDULI SEKALIPUN AKU MATI!! ISTRIKU ADA DI SANA!!"


Mereka kembali menahan Ryan. Karena hanya Ryanlah yang dapat di andalkan dalam perancangan sistem pemerintahan kolonial. Jika Ryan meninggal takkan ada yang sanggup menggantikannya. "Jangan Tuan!! Biarkan wanita itu di sana, lagipun dia hanya pribumi, kau bisa mencari yang lain!! Nyawamu lebih berharga Tuan!!"

__ADS_1


Plakk


Ryan menampar pipi lelaki yang menahannya itu. Kemudian mengacungkan pistol ke arah kepala lelaki itu, "JIKA KAU SEKALI LAGI MENGATAKAN ISTRIKU SERENDAH ITU, AKU TAKKAN SEGAN SEGAN MENEMBAK KEPALAMU HINGGA PECAH!!"


Semua terdiam. Tak ada yang berani mencegah Ryan dalam bertindak.


Ryan segera bergegas pulang dengan hati ketakutan dan jantung tak dapat terkontrol. Sungguh dia menyesal dan menyumpahi dirinya sendiri, "SIAL!! KENAPA AKU HARUS BEKERJA HARI INI?!"


Air mata Ryan mulai membendung. Dia takkan pernah bisa memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu yang buruk pada Vie. Dia takkan bisa hidup lagi!


***


Dion di pertengahan perjalanan pulang. Dion melihat banyak gerombolan tentara Jepang tengah menyerbu kota. Dion dengan menggunakan dengan sisa kekuatannya mengubah dirinya menjadi tak kasat mata oleh mereka.


"HAIK!!" Jerit tentara Jepang itu sambil menebas kepala para pribumi dan setiap orang yang menghalangi langkah mereka.


Dengan brutal dan cipratan darah terpancar kemana mana.


Deg!


Mereka berjalan ke arah wilayah tempat Vie berada. "VIE!!" Jerit Dion mengingat Vie masih berada di rumah.


Seketika itu juga langkah kakinya terhenti saat melihat Ryan tengah berlari menuju ke rumahnya dengan melewati semak semak dengan cekatan.

__ADS_1


"Dasar bodoh! Bagaimana dia bisa seteledor itu dalam menjaga Vie!! Apa dia sungguh mencintai Vie?!! Aku meragukannya!!!" Dion berdecih dan kemudian berlari menuju rumah Ryan sekelas Ryan lebih cepat menyusul ke sana.


***


Terdengar suara gemuruh rusuh dari luar rumah Vie. Vie segera menuju pintu depan.


Brakk


Pintu terbuka paksa dengan menampilkan sosok Ryan yang telah basah dibanjiri keringat. "VIE!!"


Vie terkejut melihat itu dan mulai menghampiri Ryan, "Kamu kenapa?"


Dengan cekatan Ryan menutup pintu Rumah dan segera berjalan berlari ke arah Vie, di menggendong Vie menjauh dari situasi ini.


"R-ryan. Ini kenapa? Kenapa bkau begitu ketakutan? Apa yang terjadi di luar sana? Katakan Ryan. Katakan!"


Ryan menatap Vie, "Tentara Jepang tengah menyerang. Dan sekarang mereka akan segera ke sini. Mereka..."


Sebelum Ryan melanjutkan perkataannya, pintu terdobrak kuat, "DIMANA TUAN RYAN?!! BERIKAN KAMI KEKUASAAN ATAS BAGIAN BESAR JAVA!!! JIKA TIDAK KAMI AKAN MENEBASMU!!!"


Tentara Jepang telah masuk dan mengancam Ryan.


Apa yang akan terjadi?! Dan bagaimana ini bisa terjadi?!

__ADS_1


Ryan menatap mereka tajam sedangkan Vie dengan ketakutan yang luar biasa memeluk Ryan ketakutan.


__ADS_2