Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Tahanan Fian


__ADS_3

Vie pergi ke kantin hanya sekedar agar dia tidak di dalam tempat sunyi yang bisa bisa membuat diam dapat melakukan hal macam macam padanya.


Vie menghela nafas berat dan duduk di kantin dengan membawa botol mineralnya sendiri.


Yup, ngak ada uang 😭...


Tiba tiba ada seseorang yang duduk di sebelahnya dan memeluknya dengan kepala orang tersebut berada di bahu Vie. Vie menoleh dan...


Cup


Matanya terbelalak saat lelaki itu mencium bibirnya tanpa rasa malu melakukannya di depan umum.


Fian


Dia yang mencium Vie singkat dan tersenyum nakal padanya.


"KAU..."


Cup


Dia kembali mencium Vie.


Ntahlah. Fian juga tak tau kenapa dia bisa jadi se-n*fsu ini dengan wanita yang bahkan tak memiliki penampilan yang menggoda sama sekali.


Fian hanya tak ingin ada lelaki lain yang mencoba mendekati Vie. Jika ada, dia akan menghabisi lelaki itu!


Wajah Vie memanas malu dan jantungnya berdegup kencang. Ini sungguh gila!


"Mulai hari ini kau tidur di kamarku dan seterusnya." Bisik Fian diakhiri dengan kecupan di leher Vie. Membuat Vie emosi bukan main!


****!


Vie mendorong keras tubuh Fian dan berdiri. Menunjuk Fian dengan tatapan tajam dan amarah. "AKU BUKAN BARANG! CUKUP! JANGAN MENDEKATIKU DAN MENJAUHLAH DARI HADAPANKU! ATAU KAU AKAN MATI" Teriak Vie dan kemudian berlari menuju kelas dan mengambil tasnya lalu bergegas cabut dari sekolah.


Vie tau dia akan di cap sebagai seseorang yang tak tau diri karena berani mengancam anak paling berpengaruh se-antero sekolah dan bahkan negara. Tapi dia tak perduli!


Karena Vie tau bahwa dia akan di keluarkan dari sekolah. Lebih baik dia keluar sekarang saja. Toh dia juga ngak punya biaya untuk semester depan.


Merasa lelah berlari seharian tanpa arah. Akhirnya Vie menemukan taman yang cukup ramai dan terdapat bangku taman yang hanya satu orang yang duduk di sana.


Vie duduk di sebelah lelaki itu yang lumayan berjarak, karena Vie dan dirinya sama sama duduk di sudut kursi kanan dan kiri.


Lelaki itu menghela nafas berat begitu pun Vie. Vie sedikit melirik ke arah pria itu. Lelaki tua dan pakaian lusuh.


"Hidup memang susah nak. Tapi kau harus jalani." Kata kakek itu tiba tiba membuat Vie menatap ke arahnya.


Kakek itu melihat Vie. "Apa yang paling kau harapkan sekarang?"


Vie tak menjawab. TakutĀ  takut kalau kakek ini adalah orang jahat.


Kalau di pikirkan, Vie sangat ingin hidup dimasa lalu. Rasanya lebih baik hidup di jaman kerajaan yang tampaknya lebih memungkinkan untuk hidup aman dan tentram.


"Hm.. Jaman kerajaan kah?" Tanya kakek itu.


Vie terbelalak. Bagaimana kakek ini bisa tau apa yang dia pikirkan.


"Kau sebatang kara dan hidupmu banyak yang membuat mu merasa dirimu adalah manusia yang kurang beruntung." Ucap kakek itu dengan pengertian.

__ADS_1


Mendengar itu, Vie merasa kena sekali di hatinya.


Bagaimana..? Vie bahkan belum pernah cerita mengenai hidupnya. Tapi lelaki ini tau!


Vie langsung berdiri dan pergi meninggalkan kakek itu.


Sungguh aneh.


Vie kembali berjalan pulang dengan sempoyongan.


Cobaan apa lagi ini? Apakah hidup menderita dengan kekurangan uang tidak cukup untuk membuatku tersiksa...


Dreb..


Tangan seseorang menariknya membuat badan Vie berbalik karena tarikan orang tersebut.


Orang itu langsung merangkul pinggang Vie dan menatapnya marah. "Siapa yang suruh pulang?!" Bentak orang itu.


Vie sungguh murka saat melihat Fian, orang yang memeluknya sekarang. Vie memukul mukul badannya. "LEPAS! LEPAS! TOLONG!" Teriak Vie.


"Diem atau ngak aku cium." Fian melotot.


Deg


Kalimat itu mampu membuat Vie bungkam.


Fian menarik tangan Vie menuju mobil yang ada beberapa langkah jaraknya dari mereka berdiri.


Vie menarik narik tangannya membuat tangan nya terlepas dari Fian, "LEPASIN! AKU NGAK MAU!... "


"Siapa yang bilang kau j*l*ng." Kalimat Vie terpotong dengan kata kata Fian.


Terus kalau bukan j*l*ng kenapa dia malah menyuruh aku ke rumahnya dan tidur di kamarnya?! Dia pikir aku bodoh apa?!


Fian mendekatkan wajahnya pada Vie, "Cukup ikuti dan kau selamat. Dengar. Aku punya kuasa untuk tidak mendapatkan penolakan apa pun dari siapapun. Termaksud kau. Paham hm?"


Vie ingin mengumpat, "BRENGS.."


CUP


Fian mencium Vie dan ******* bibirnya rakus. Kemudian dia melepaskan tautan bibirnya sembari menlap bibir Vie yang sungguh basah karena liurnya. "Jangan pernah berkata kasar padaku. Aku tak menyukai itu. Paham." Dia tersenyum miring.


Sungguh Vie sangat murka.


Kenapa First Kissku harus di renggut oleh pria brengsek ini dan malah dia semakin menjadi!


"KAU TAK BERHAK MENCIUMKU DAN MELAKUKAN HAL LEBIH! AKU BUKAN MILIKMU SEKALIPUN KAU MEMILIKI BUMI PERTIWI DAN SEGALA ISINYA! KAU TAK BERHAK MENDAPATKAN APAPUN DARIKU!"


Fian terdiam sejenak memikirkan sesuatu.


"Am I the first that kiss you?" Fian menaikkan salah satu alisnya dan tersenyum nakal.


Blush..


Wajah Vie memerah. Sial!


Fian melentikkan jarinya dan membuat banyak bodyguard yang menghampiri Vie dan menahan tangan Vie.

__ADS_1


"APA INI?!!!" Teriak Vie.


Sekeras apapun Vie berteriak. Tak ada yang memperdulikannya. Kenapa? Karena tak ada yang mau berurusan dengan Fian.


Lihat lah betapa terkenalnya garis keturunan Fian di masyarakat.


Siapa yang berkuasa dia yang menang. Dan siapa yang lemah dia akan selalu tertindas.


Arhh... Kenapa hidupku sangat sial?!


***


Vie diam di kamar Fian dan berdiri di seberang ranjangnya. Sedangkan Fian bersandar pada ranjangnya dan menatap Vie datar.


"Ngapain di situ. Sini." Fian menepuk nepuk ranjangnya.


Vie membuang muka. "Gak! Lebih baik aku mati!"


'Ck. Keras kepala.' Batin Fian.


Fian merebahkan diri di ranjang dan menyelimuti dirinya berpura-pura tidur.


Vie mencoba mencari jalan untuk kabur dengan matanya liar mencari celah untuk kabur.


"Tak bisa kabur. Rumahku ketat penjagaan." Kata Fian tiba tiba membuat Vie terkaget.


Sial!


"Maumu apa sih?!" Tanya Vie kesal.


Fian kembalikan badan dan melihat Vie, "Kau."


"Ck. Aku tu miskin! Gak punya apa apa! Ngak seksi! Jelek! Bodoh! Alay! Lebay! Gak jelas! Terus apa hebatnya?!" Vie mengacak rambutnya di akhir kalimat nya prustasi.


Rasanya perut Fian tergelitik. Jadi gemas sendiri.


"Kenapa malah senyam senyum! Gak ada yang lucu! Dasar setres!" Vie kembali memarahi Fian.


Fian menutup matanya acuh, "Bodo amat. Yang penting sekarang kau harus mengikuti segala apapun perintahku."


"Kalau mau cari babu, cari yang berkompeten lah! Yang udah terlatih! Lah aku ngak bisa ngerjakan apapun, untuk apa kau menjadikan ku babu?! Kau bego apa tolol sih?!"


Vie terus berteriak membuat kuping Fian sakit.


Fian bangkit dari tidurnya dan mendatangi Vie dengan tatapan datar dan tajam.


Deg!


Vie ketakutan setengah mati.


Fian memojokkannya tapi Vie berusaha tetap berani dan tak ciut walaupun dia sungguh gemetar.


"Jangan cerewet. Dasar babu." Hina Fian.


Fian tersenyum miring merendahkan. Dia sengaja untuk memancing Vie terus marah, itu caranya untuk mencari perhatian Vie.


Fian suka saat pikiran Vie hanya ber-ospek padanya.

__ADS_1


__ADS_2