Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Bukan Malam yang Mengasikkan


__ADS_3

...Author POV...


'Siapa wanita yang ada di mobil Vie ini? Ck. Menganggu saja.' batin Claire mendengus melihat ada seorang lain berada di antara dirinya dan Vie.


"Claire, ini Ana. Sekretaris aku. Dia orangnya baik kok." Vie memperkenalkan Ana yang sekarang berada di hadapan mereka di depan mobil Vie.


"Salam kenal pak," Ana mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah. "Bapak sama Buk bos saling kenal?" Tanya Ana.


Vie mengangguk dan tersenyum, "Iya, teman waktu SMA."


Ana mengangguk paham.


'Gila ya bos qu satu ini. Kenalannya cogan semua. Ckckck. Wajar sih, ibu bos kan cuantik yak.. beda ama ane,' batin ana meringis menyadari dirinya hanyalah seperti kain lap. Nyesek ya Bun.


Tapi kemudian Ana berfikir, 'Btw, kaya pernah lihat nih orang.'


Claire tersenyum tipis dan kemudian kembali memasang wajah datar.


'Kayaknya bapak ini ngak suka deh liat aku. Iss.. sok kece banget.' batin Ana melihat gelagat Claire saat melihatnya.


Claire hanya memutar bola matanya malas.


Mengenai kejadian tadi, itu adalah rancangan Claire. Dia menyewa berandalan itu untuk berpura-pura menghajarnya untuk mendapatkan perhatian Vie, dan semua berjalan sempurna seperti yang di inginkan Claire dan berakhir dengan puncaknya Vie mengajaknya untuk menginap di rumah Vie. Sungguh perhitungan yang tepat Claire.


Tapi karena wanita sialan yang merupakan sekretaris Vie ini. Membuat bayangan akan keromantisan dirinya dengan Vie hancur berantakan. Kenapa wanita ini harus ikut dengan mereka?! Sungguh membuat Claire muak.


'Tenanglah Claire, wanita ini hanya akan di antar oleh Vie pulang ke rumahnya, dan kau bisa berduaan dengan Vie.' Batin Claire.


Dia benci mengatakan ini. Tapi untuk pertama kalinya Claire terobsesi dengan wanita, dan itu Vie.


Dulunya dia malah menghina abangnya Brandon yang terobsesi dengan Vie, kini malah hinaannya berbalik padanya sendiri. Sedangkan abangnya saja sudah menikah dengan wanita lain.


Semenjak Vie tak ada kabar di sekolah Claire menjadi gusar sendiri. Pikirannya terpecah dan batinnya merasakan hal tak tenang.


Sifat egois dan kejam Claire semakin menjadi jadi. Dalam perlombaan taekwondo sekolah Claire menjadi sangat garang dan bahkan mematahkan tulang lawannya dengan membabi buta, dalam bertindak dia semakin kasar dan tak tau tempat jika menghajar orang lain, dan bahkan hanya satu wanita yang berani padanya itupun dari sekolah lain di mana mereka di pertemukan dalam pentas seni yang di adakan sekolah mereka dulu dan juga setelahnya perlombaan Fisika dalam dua hari. Namun gadis itu telah pindah keluar kota tanpa Claire sendiri perduli, karena menurut Claire wanita itu sangat menyebalkan padahal hanya berjumpa 3 hari sudah membuat otaknya pusing.

__ADS_1


Semenjak kehilangan Vie, Claire selalu mencari keberadaan Vie.


Keberadaan Vie di ketahui Claire beberapa bulan kemudian, pas di saat liburan tamat sekolah.


Dia melihat Vie tengah hamil dan bersusah payah mencari pekerjaan.


Geram, tentu itu yang di rasakan Claire, dia dapat membaca pikiran Vie dan kehidupan Vie beberapa bulan yang lalu, Vie telah meninggalkan Fian karena pertengkaran hebat.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan bertanggung jawab atasmu, walaupun aku akan membenci anaknitu selamanya." Claire bermonolog.


Claire dengan kekuasaannya telah menyewa seseorang untuk mengajak Vie untuk tinggal di panti asuhan yang merupakan salah satu tempat di mana keluarga Claire menjadi donatur terbesar di sana. Dia menyuruh mereka untuk merawat Vie sampai Vie sehat total dan kemudian menawarkan pekerjaan ringan di panti asuhan pada Vie melalui perantara orang lain. Dengan maksud agar Vie tetap berada dalam pengawasannya.


Namun setelah bayi itu lahir dan Vie beberapa bulan bekerja Vie mengundurkan diri karena merasa terlalu banyak merepotkan panti.


Claire sempat geram karena pihak panti malah memperbolehkan Vie untuk pergi. Namun mereka menjelaskan bahwa Vie lah yang sangat memohon untuk keluar dari tempat ini dan ingin hidup mandiri. Dia memohon dengan bersungguh-sungguh untuk dapat menghidupi dirinya sendiri dengan tidak menyusahkan panti lagi. Vie merasa sangat tidak enak.


Akhirnya Claire dengan sudah payah lagi mencari keberadaan Vie.


Dan gotcha!


Wanita dambaannya itu telah menjadi pemilik salah satu toko kue kecil dan membuat Claire semakin mencintai wanita tangguh itu.


Dan kali ini dia takkan bisa melepaskan Vie.


"Dan untuk malam ini kita semua akan menginap di rumahku." Ucap Vie dengan senyuman buang mengembang.


Claire membelalakkan matanya. Claire menatap wanita yang menjengkelkan itu tajam, bisa bisanya wanita ini menganggu malamnya bersama Vie!


Ana terkekeh, sepertinya dia tau apa yang ada di benak lelaki ini. Pasti sebelumnya Claire sangat senang bisa menginap di rumah Vie karena dia pikir mereka akan berduaan saja, ternyata ada dirinya yang seakan akan menjadi penganggu. Wkwk.


Tapi dia yakin si bosnya takkan berfikir seperti itu melainkan lelaki buaya darat ini yang berfikir kotor seperti itu.


'Eh pak. Diriku bakalan nginap di rumah buk bos sampai nih bapak pulang. Jadi jangan coba macem macem sama si buk bos ya... Wkwk' batin Ana ngakak.


Claire menatap tajam Ana. Bisa bisanya anak satu ini berfikir seperti itu. Walaupun itu memang kebenaran tapi Claire tetap tak menyukai anak ini.

__ADS_1


"Ayo masuk. Biar kita langsung berangkat." Ajak Vie dengan dirinya masuk ke dalam mobil.


Ana dan Claire pun berjalan masuk ke tempat duduk depan secara bersamaan membuat mereka saling dorong dorongan.


"Pak. Bapak duduk di belakang dong. Cewe ya sama cewe." Kesal Ana.


Claire menatap tajam Ana, "Saya yang di depan. Kamu di belakang."


"Wih. Ngak bisa gitu pak. Bapak yang harus di belakang."


Claire membolangkan matanya, anak ini sangat keras kepala membuat dia ingin segera mematahkan tulangnya sekarang juga. 'Sabar Claire. Di sini ada Vie, kau ngak boleh tampak jahat di matanya.' batin Claire mengingatkan dirinya sendiri.


"Udah udah. Kalian berdua duduk di belakang saja. Biar saya sendiri yang di belakang." Ucap Vie pada akhirnya.


Kedua insan ini sontak menatap Vie tak percaya, "Gak!" Ucap mereka serentak kemudian mereka saling tatap dengan bengis.


"Wow wow... Sabar sabar. Ngak ada yang perlu di pertengkarkan ya... Semua harap tenang." Vie mencoba melerai.


"Gak bisa gitu kak. Dia ngeselin udah gitu mukanya ketat lagi kaya CD baru!" Ana menunjuk Claire.


Claire semakin murka, bisa bisanya dia di samakan dengan ****** *****?!


"Heh! Cewe cerewet! Mending kamu diam sebelum aku melemparkankanmu ke dalam got!"


"Coba aja kalau bisa! Saya bakalan laporin bapak ke Komnas HAM!"


Claire menatap tajam Ana, ini anak sungguh ingin di patahkan tulangnya.


Vie segera keluar dari mobil dan berdiri di tengah mereka, "Jangan bertengkar! Kalian mau pulang apa gimana?! Mau kita tidur di sini karena kalian tak berhenti henti bertengkar?!" Kesal Vie pada akhirnya. Dan mereka berdua pun diam namun tetap dengan tatapan saing menusuk.


"Udah. Kalian duduk di belakang. Saya yang mengemudi. Tidak ada yang boleh membantah." Ucap Vie mengakhiri pertengkaran.


Ana tak berani berbicara lagi kalau bosnya ini sudah marah. Dia terpaksa menurut dengan berat hati. Sama seperti Ana, Claire pun terpaksa menurut karena jika tidak Vie akan semakin marah dan berakhir pada dirinya akan kehilangan Vie lagi.


Mereka bertiga pun berangkat menuju rumah Vie.

__ADS_1


__ADS_2