Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Hari Pernikahan


__ADS_3

Fian menyewa seluruh isi hotel Green Angelica's yang merupakan hotel termahal dengan fasilitas super mewah dengan anterior berlapis emas dan permata murni yang indah di setiap sudut ruangan, membuat siapa saja akan betah di dalamnya dengan pelayanan yang terbaik dan makanan yang super duper enak dan yang pastinya mahal.


Dengan maksud menyewa hotel ini agar menyediakan tempat bagi para tamunya untuk beristirahat di malam hari nantinya, dikarenakan acara pernikahan ini di adakan hingga malam hari.


Tapi itu semua membuatku muak.


Sungguh aku membenci keadaan ini. Aku terpaksa harus menikah dan itu karena Fian sudah menyetubuhiku bahkan lebih dari sekali! Sudah di pastikan aku pasti akan hamil, dan siapa yang akan bertanggungjawab jika bukan dia! Jika aku mengandung tanpa ada seorang suami maka semua orang akan menghinaku bukan? Padahal mereka tak tau apa yang ku rasakan?!


Sungguh berengsek!


Ntah bagaimana Fian mengatur acara ini secepat kilat alias hanya satu malam aku juga tak tau.


Dan, bagaimana Fian bisa mendapatkan restu dari kedua orang tuanya secepat ini pula? Ini terasa aneh!


Setelah acara selesai semua orang berpesta di hotel ini dengan bersukaria, dan aku hanya diam. Aku menatap Fian dari kejauhan tengah berbincang dengan temannya.


Tidak semua teman Fian dia undang, itu adalah keinginanku. Aku tak ingin pernikahan ini di ketahui oleh teman teman sekolah. Sungguh sangat memalukan! Jadi dia hanya mengundang teman-temannya yang bisa di percaya.


Aku berjalan ke arah Fian yang sedang asik ngobrol bersama teman-temannya. Aku menggenggam lengan Fian dengan tatapan datar, "Aku mau bicara."


Fian menatapku dan kemudian mengangguk. Seketika teman-teman Fian menyoraki,


"Vie hati-hati ya! Fian agak ganas soalnya!" Geo mengingatkan dengan sumringah.

__ADS_1


"Haha... Tapi sans aja! Udah terlatih kok dia. Wkwk," timpal Zidan dengan kekehan


"Auto jadi uncle aku, wkwk..." Exel menaik turunkan alisnya


"Aku pastiin anaknya bakal mirip Fian. Kelihatan banget kok siapa yang paling agresif. Hahai.." Duga Rival.


Sial!


Mau Fian mau teman-temannya, mereka sama sama ngak punya moral!


Ingin sekali aku menimpuk kepala teman-teman Fian dengan batako sangking kesalnya. Apa isi otak komplotan Fian selalu begini huh?!


Fian malah terkekeh dan memukul lengan temannya, "Diamlah." Kemudian Fian kembali melihatku dengan senyuman, dia mensejajarkan wajahnya padaku dan tiba-tiba,


Cup


"Udah ku bilang jir. Pasti anaknya copas sama muka Fian," heboh Rival membenarkan kalimatnya sebelumnya.


"Anjir...," Exel menggeleng


"Masih polos anjir istrimu! Nyosor aja bangsat! Haha," Geo terkekeh.


"Kalian lanjut aja. Aku mau manjain istri dulu." Ucap Fian dengan senyuman nakal padaku tanpa menoleh teman-temannya.

__ADS_1


****!


"Oalah Oalah..."


"****** mah si Fian,"


"Emang iye."


Tanpa memperdulikan teman temannya itu aku Fian pergi meninggalkan mereka dengan aku dahulu yang berjalan.


Fian segera mengejarku dan berdiri di sebelahku sambil tetap berjalan, "Kenapa?" Tangannya.


Aku menghentikan langkahku dan menatapnya tajam, "Bagaimana bisa kau mendapatkan persetujuan dari pernikahan kita?"


Tanyaku, aku sungguh kepo.


Dia merotasikan matanya malas, "Bukan urusanmu."


Ck. Sungguh lelaki ini sangat mengesalkan!


Beberapa hal yang perlu di ingat. Aku setelah ini akan menggugat cerai Fian.


Setidaknya status janda lebih baik dari pada hamil di luar nikah bukan?

__ADS_1


Aku pasti takkan tahan dengan Fian. Sampai kapanpun dia tetaplah lelaki brengsek! Yang dia tau hanya dapat menuntaskan segala hal dengan uang, dan itu termaksud seperti sekarang!


Cih!


__ADS_2