Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Membuat dia mati kutu


__ADS_3

Catatan penulis:


Hayoo... up terus nih author nya... wkwk...


mau nambah lagi ngak?...


boleh.....


tapi jangan lupa tinggalkan jejak ya...


like comment vote... don't forget yaa


hehehe... happy reading 🤗


---------------------------------------------------------------------------


...Author POV...


Claire tersenyum kecil dalam kamar tamu yang Vie sediakan untuknya. Bagaimana tidak dia tidak tersenyum, dia tengah baper karena Vie memberikan baju kaosnya yang kebesaran pada Claire.


"Maaf ya ngak bisa ngasih baju yang lebih bagus dari ini." Ucap Vie tak enak hati. Jujur saja, Claire adalah orang yang baik di mata Vie di waktu SMA, jadi Vie merasa seharusnya dia bisa memberikan Claire lebih.


Claire mengusap pipi Vie lembut, "Ngak apa. Bajunya nyaman kok."


Seakan sadar akan posisi Claire yang semakin dekat membuat Vie tak nyaman dan mundur, "Em. Baiklah kalau begitu. Aku akan siapkan makan malam."


Claire tersenyum, "Gak usah Vie, aku udah makan tadi."


"O-oh gitu. Baiklah, aku akan pergi ke kamarku."


Claire mengangguk. "Bye.."


"Bye."


Segera Vie keluar dari kamar Claire dan berjalan cepat menuju kamarnya lalu mengunci kamarnya.


Ana yang tengah menidurkan Andra yang tadi sempat terbangun terkaget melihat Vie yang tiba tiba datang dan mengunci pintu.


"Kenapa kak?" Tanya Ana.


Vie menggeleng dan segera menetralkan wajahnya. Vie berjalan ke arah ranjang dan duduk di salah satu sisi ranjangnya yang lain.


Ana menoleh ke arah kanan melihat Vie, "Kak, tadi Andra terbangun kak. Tiba tiba Andra malah memeluk Ana ketakutan, waktu Ana nanya kenapa dan mimpi apa, Andra malah menggeleng dan tak menjawab. Dia malah memilih untuk tidur kembali."


Vie mengangguk, "Iya. Dia belakangan ini sering mimpi buruk. Dan tak mau memberitahukan apapun padaku."


Ana mengangguk, "Mungkin hanya mimpi buruk biasa kak."

__ADS_1


"Hm. Mungkin."


Sedangkan Andra masih tak dapat tidur dan mendengarkan mamanya dan Ana berbincang.


Andra memang memimpikan hal yang sangat buruk, dia bermimpi ada acara yang besar di adakan, dimana mamanya tengah berdiri berdua dengan seorang lelaki. Tentu saja Andra sangat tak setuju. Anak kecil ini sangat pencemburu berat jika mamanya berdekatan dengan orang lain kecuali Ana yang dia anggap sebagai pacarnya.


Yup, pacar.


Dia bahkan pernah mengutarakan isi hatinya pada Ana. Dan karena gemas dengan tingkah konyol Andra Ana malah mengangguk mengiyakan ajakan pacaran Andra.


Siapa coba yang bisa menolak anak kecil umur lima tahun yang notabenenya adalah anak yang cool dan galak tiba tiba mengajaknya pacaran? Cute sekali bukan? Haha


Andra memang genit namun hanya pada satu wanita. Andra anaknya setia dan bahkan menganggap serius ucapan terima Ana waktu itu.


Andra juga bermimpi buruk mengenai Ana juga segera menikah dengan pria lain yang membuat dia semakin kesal.


Sungguh mimpi yang menjengkelkan.


Andra memeluk erat Ana dan kemudian membuka matanya, "Cium..." Rengek Andra pada Ana.


Kalimat menggemaskan itu mampu membuat Vie dan Ana tertawa renyah.


Ana terkekeh dan gemas sendiri melihat Andra. "Mana yang mau di cium hm?" Ana langsung mencium pipi Andra kanan kiri dengan gemas membuat Andra senang bukan main.


Sangking senangnya Andra pun kembali tertidur dengan senyuman yang merekah.


"Ana, terimakasih sudah mau memberikan kasih sayangmu pada Andra, kamu adalah partner sekaligus teman yang sangat baik." Vie sangat bersyukur memiliki teman seperti Ana.


"Tidak masalah kak. Kakak bahkan jauh lebih baik pada Ana." Ucap Ana tulus.


Vie dan Ana pun saling menguatkan bagai kakak dan adik kandung.


"Baiklah sudah malam, lebih baik kita tidur. Besok banyak pekerjaan yang menanti kita." Ucap Vie.


"Shiap bos," kata Ana sambil menghormat layaknya prajurit pada kaptennya.


Vie terkekeh, "Sudah sudah. Jangan berlebihan..


Selamat tidur Ana." Ucap Vie sambil mematikan lampu."


"Selamat tidur Kak."


Mereka pun terlelap dalam tidur.


***


Pukul menunjukkan pukul 5 pagi. Ana terbangun dari tidurnya karena mendengar suatu suara dari dapur.

__ADS_1


Karena berfikir itu merupakan pencuri, Ana pun menggenggam tongkat stik golf milik Vie dan berjalan perlahan menuju dapur.


Perlahan semakin mendekati dapur Ana melihat seseorang tengah sibuk mengerjakan sesuatu.


'Itu si bapak ngeselin ya?' tanya Ana dalam hatinya.


Claire yang notabenenya memiliki Indra ke enam menoleh ke arah Ana. Membuat gadis itu terkaget dan mengacungkan tongkatnya ke hadapan Claire, "Bapak ngapain di sini! Saya laporin ke Kak Vie baru tau rasa!" Ana mengancam Claire.


Claire memutar bola matanya malas, anak ingusan ini sangat menyebalkan.


"Saya masak sarapan pagi untuk kita semua. Jangan pikir yang aneh aneh." Tukas Claire dan melanjutkan masaknya.


Ana menatap curiga Claire. Dia masih tak percaya dengan lelaki aneh ini. 'Aku curiga. Jangan jangan dia mau ngasih racun lagi! Wah!... Gak bisa di biarin ini!' batin Ana yang membara.


Claire yang sudah dapat membaca pikiran Ana menatap wanita itu dan menjitaknya geram. "Kurang kerjaan saya meracuni kalian. Apa lagi ngeracunin manusia freak sepertimu. Buang buang waktu."


'Idih! Ngeselin banget manusia jahanam ini. Kan dia yang Freak masak pagi pagi buta, kenapa dia yang ngeledek aku yang Freak?!' batin Ana tak terima.


Ana tak perduli dan berbalik badan hendak meninggalkan Claire.


"Heh!" Panggil Claire.


Ana kembali menoleh, "Apa lagi sih!"


Claire menatap tajam Ana, "Jangan halangi saya mendekati Vie. Jika kau masih menghalangi saya tak akan segan segan melakukan hal yang buruk padamu." Claire mencamkan kalimatnya.


Ana melipat kedua tangannya di dada, "Saya tak perduli! Demi kenyamanan keluarga Bu bos saya akan berusaha menghalangi rencana jahat bapak!"


Claire menaikkan salah satu alisnya bagaimana wanita ini tau jika dia akan melakukan sesuatu?, "Rencana jahat? Saya tak pernah berfikir untuk melakukan itu." Claire mencoba mengelak.


"Ntah la yau. Yang penting yang perlu


bapak ketahui. Bu Vie sudah punya suami, walaupun saya gak pernah lihat saya yakin suaminya pasti sangat baik makanya Bu Vie sangat setia padanya." Ucap Ana yakin. Karena memang sebelumnya Vie mengatakan dia memiliki suami, namun karena ada suatu hal dia jadi terpisah oleh suaminya. Mengenai alasannya Vie tak pernah memberitahukan pada Ana. Jadi menurut Ana itu pasti alasannya karena pekerja suaminya saja makannya mereka memiliki jarak.


Claire tersenyum miring sinis, "Kau tak tau apapun mengenai bosmu itu. Jangan berlagak mengetahui segalanya." Hina Claire.


Ana tak terima, "Heh! Kau yang sok tau! Jangan pernah urusi hubungan Kak Vie dengan suaminya! Dasar pebinor!"


Claire menaikkan salah satu alisnya, "Pebinor?"


"Iya, perebut bibi orang! Dasar tak tau malu!"


Claire membolangkan matanya, "Jaga ucapanmu. Bisa saya pastikan hidupmu akan menderita!" Kecam Claire dengan berapi api.


"Tes! Aku tak takut!"


Claire berjalan perlahan ke arah Ana untuk segera akan mematahkan tulang wanita ini. Dia sungguh muak dengan tingkah laku tak beradab Ana.

__ADS_1


__ADS_2