
Catatan penulis:
Jangan lupa tinggalkan jejak loh ya...
Ingat : "Semangat kalian baca adalah semangat ku dan support kalian adalah kekuatan ku... 🥰👍"
Happy reading guys 🤗...
-----------------------------------------------------------
Aku melihat ke arah jam dinding. Akhirnya aku bisa mengkoordinir diriku untuk bisa mengerjakan tugas dengan cepat antara pekerja rumah tangga dan kerjaan kantor Ryan.
Aku merenggangkan tubuhku dan kemudian membaringkan tubuhku di ranjang kamarku. Aku melihat sekitar, rasanya sangat tidak baik jika aku hanya tiduran dan bermalas diri.
Aku mencari kegiatan dengan berbelanja ke pasar.
***
Aku melihat banyak rempah rempah yang jarang aku jumpai di rumah Ryan kecuali Jahe.
Aku berniat untuk mengembangbiakkan tanaman ini di halaman belakang agar aku punya kerjaan yang lain dan hansilnya bisa di konsumsi juga bukan? Hehe
Aku melihat beberapa tanaman dan biji bijian. Sungguh baku tertarik dengan semuanya itu sehingga aku membelinya beberapa menggunakan uang belanja sisa membeli perlengkapan rumah tangga tadi.
Aku kembali ke rumah dengan membawa barang yang lumayan banyak.
Mau gimana lagi? Semua pelayan sudah di pecat Ryan.
Aku teringat akan kejadian tadi pagi. Sungguh kasar dan jahat ku rasa.
Aku menghembuskan nafas berat dan masuk ke rumah.
"Perlu bantuan?" Tanya seseorang dari belakangku dengan suara tak asing.
Dion!
Aku langsung menoleh dan membelalakkan mataku, "Dion! Kita perlu bicara sekarang!"
__ADS_1
Aku menurunkan semua belanjaan ku dan menariknya, "Kau ini..."
"Sttt. Tak baik bicara di depan pintu. Kalau ada tamu itu di ajak masuk," ucapnya sambil membungkam mulutku dengan satu jari telunjuknya.
Aku mendengus kesal, "Ya udah. Silahkan masuk." Ucapku pada akhirnya.
***
Dia menyeruput teh jahe buatanku dan kemudian kembali melihatku, "Kenapa melotot gitu terus?"
"Dion kau.."
"Eh kau tau. Aku baru mempelajari bagaimana cara masak shushi masakan Jepang." Katanya tiba tiba.
"Sushi?" Aku menggeleng geli, "Euh... Itukan makanan mentah. Mana enak. Uekk."
Kataku membuat dia terkekeh, "Makanya kita buatnya jangan yang mentahlah. Kita buat yang masak dan cocok di lidah mu." Ucapnya dengan menaik turunkan alisnya.
Aku mendekatkan wajahku penasaran, "Memangnya bisa? Kalau gitu namanya ngak sushi lagi dong."
Aku membantu segala apa yang di perintahkannya. Cukup mudah di mengerti dan aku pikir ini akan menjadi makanan yang sedap karena beneran di masak bukan mentah.
Lama kami memasak akhirnya jadi.
"Cobain dulu," katanya sambil menyulangkan makanan yang kami buat tadi.
Aku membuka mulutku dan mulai mengunyah. Mataku berbinar merasakan masakan yang sangat lezat ini. "Oishi!" Ucapku sok sok-an bahasa Jepang yang artinya enak.
Dia terkekeh, "Arigato neh." Ucapnya sambil tersenyum kecil.
Aku mulai menyusun deretan sushi tadi dan menghidangkan dia piring karena kami masak banyak tadi. "Wow, aku ngak nyangka kau pandai memasak Dion! Lain kali ajarin aku masakan lainnya."
Dia terkekeh, "Tentu. Dengan senang hati."
Setelah membereskan semuanya aku menoleh ke arah Dion, "Kalau barbeque gimana masak.... Lah Dion?"
Dion menghilang dari pandangan.
__ADS_1
"Besok besok kita masak barbeque nya... Aku balik dulu yaa..." Bisiknya di telingaku, namun hanya suara yang dapat ku tangkap sedangkan raganya sudah hilang.
"Yah... Curang..." Aku mendengus kesal dan kemudian kembali melihat sushi di meja.
Terdengar suara pintu terbuka. Aku menoleh dan menangkap sosok Ryan yang menatapku tajam. "Mana makan malam ku."
Damn! Aku kelupaan masak makan malam.
Kemudian mataku tertuju pada sushi.
Aha! Ini aja ya kan?
Aku mengambil piring yang penuh berisi sushi baru di masak beserta sausnya yang terpisah dan ku hidangkan di hadapan Ryan. Tak lupa aku menyediakan gelas dan kemudian menuangkan air putih ke dalamnya.
Dia menaikkan salah satu alisnya, "Apa ini?"
"Sushi." jawabku.
Dia mengambil sepotong dan mengunyahnya. Wajahnya sangat datar sehingga baju tak dapat membaca apa yang dia pikirkan. "Enak?" Tanyaku.
Dia menatapku tajam, "Pergilah. Kalau tidak aku akan menghukummu." Ancamnya membuat aku merinding ketakutan.
Aku segera mengangguk dan kemudian pergi meninggalkannya.
Apakah lidah Ryan sudah mati rasa?
Bagaimana bisa sushi seenak itu dia sama sekali tak menikmatinya?
Dion memasaknya sungguh lezat tadi dan...
ASTAGAH!!! KENAPA AKU BISA LUPA UNTUK MENANYAKAN PERIHAL DION TADI PAGI COBA?!...
aku belum ada nanya dia itu sebenarnya manusia apa bukan... Sampe kelupaan karena masak tadi!
Aku mengusap wajahku prustasi.
Bego Vie!!! Bego!!!
__ADS_1