Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Aku = Dion ?!


__ADS_3

Catatan penulis:


Jangan lupa tinggalkan jejak loh ya...


Ingat : "Semangat kalian baca adalah semangat ku dan support kalian adalah kekuatan ku... 🥰👍"


Happy reading guys 🤗...


-----------------------------------------------------------


...Ryan POV...


Sungguh ini sangat enak!! Aku bahkan ingin menghabiskan satu piring ini. Tapi sayangnya aku terlalu murahan jika aku melakukannya. Aku harus  terlihat sungguh kejam di matanya dan harus menyiksanya sebelum akan membuangnya bukan?


Mataku terpejam mencoba tidur.


"Sayang..." Aku membuka mata saat terdengar suara lembut wanita yang tak asing. Aku sedikit membangkitkan tubuhku dengan bertumpu pas sikuku.


Vie?


Aku menatapnya tajam saat melihat dia merangkak mendekatiku, "Untuk apa kau ke sini."


Dia mendekat dan sekarang melekatkan dirinya seperti posisi ***** *****.


"Apa yang kau..."  Kalimatku berhenti saat dia mencium leherku sensual membuat aliran darahku naik ke ubun-ubun.


Dia menurunkan bokongnya dan memelukku sambil terus mencium leherku dan menjilatinya.

__ADS_1


Milikku serasa tegak dan menegang sekarang, "Vie hentikan..." ucapku dengan ******* berlainan dengan hasrat ku yang meminta lebih.


"Sayang... Kamu menginginkannya bukan?..." Bisiknya manja di telingaku.


Alue mengerang nikmat saat tiba tiba dia mengelus kesayanganku di bawah sana. Dia menatapku nakal, "Dia ingin di puaskan sayang..." Desahnya membuat aku menatapnya penuh gairah.


Tak perduli apakah kami sedang bertengkar atau tidak. Aku merindukannya dan menginginkannya.


Aku kembalikan badannya dan menciumnya, melum*tnya.


Aku mulai menerkamnya dengan buas dan liar. Membuat dia mendesah dan menggeliat, sangat seksi....


Sungguh aku menikmatinya...


Aku melihat wajahnya yang memerah menikmati setiap sentuhan dan penyatuan yang panas ini, membuatku tersenyum miring dan kembali menciumnya.


Aku mengeluarkan milikku darinya dan menatap wajahnya lagi. Dia tersenyum dengan peluh keringat yang membasahinya menambah kesan semakin menggoda...


Aku memeluknya dan menyelipkan sedikit rambutnya yang berantakan tadi ke belakang telinganya.


Dia menatapku intens, "I love you Dion..."


Aku menatapnya tajam, "Dion?!"


Dia melingkarkan tangannya di pundakku mengecup bibirku singkat dan menoleh ke arah kiri membuat aku menoleh ke arah kiri juga.


Mataku terbelalak karena pancaran di cermin bukanlah aku dan Vie.

__ADS_1


Tetapi lelaki berengsek itu dengan dirinya!


Seperti aku jiwaku masuk ke dalam tubuh lelaki sialan ini! Kenapa bisa begini?!


"Aku bukan Dion!" amarahku dengan sungguh.


"Aku Ryan! Ryan! RYANNNN!!!"


Aku terlonjak kaget karena suatu sentuhan tangan di bahuku. Aku membuka mataku dan mendapatkan Vie yang menatapku kuatir dan cemas berdiri di samping ranjangku berpakaian rapi dan sopan.


B-bukannya dia berada di bawahku tadi dan telanjang?


Dia sedikit menjauh saat aku terbangun. Kepalaku sangat pusing.


"I-iya Tuan. Saya tau nama Tuan itu Ryan. Tidak perlu berteriak." Ucapnya membuat aku bingung dan aku mencoba untuk duduk.


Aku melihat bajuku yang masih terpasang lengkap dengan... What! celanaku basah dan aku langsung menarik selimut menutupinya.


"Saya tadi masuk karena Ruan menjerit memanggil nama sendiri. Saya pikir tuan tadi kenapa kenapa makanya saya masuk," ucapnya.


Aku memegangi pelipisku dan mengebas kebaskan tanganku di udara menyuruhnya pergi, "Pergilah. Kau akan membuatku tambah marah!"


Dia mengangguk dan segera pergi dan mengunci pintu.


Aku mengusap wajahku gusar, "Kenapa bisa mimpi yang menyebalkan seperti ini? Semua begitu nikmat sampai aku berubah menjadi si sialan itu!"


Aku mengumpat dan membuang bantalku kemudian bangkit berdiri mengganti celanaku yang sungguh basah.

__ADS_1


Sialan!


__ADS_2