Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Panas


__ADS_3

Catatan penulis:


Hai hai guys.... Jangan lupa di like, komen, beri hadiah dan kalau bis di vote yaa..... Please tinggalkan jejak kalian... Jangan jadi pembaca gelap yang hanya bisa menikmati dan setelah itu mencampakkan begitu saja 😭🤲....


Please lah guys... Dengan jejak kalian itu akan membuat aku semakin sering untuk up ceritanya giat kalian loh.... Seenggaknya jadilah pembaca yang memberi satu like di setiap bab.


Kuy lah buat aku semakin semangat guys...


Ya ya ya ya..............


Happy reading guys 🤗😁✌️....


______________________________________


"Selamat malam pak Brandon."


Brandon menoleh melihat ke arah sumber suara dengan wajah datar. "Hm?"


Wanita itu tampak gelagapan salah tingkah. Begitu membosankan.


Brandon menghidupkan pematik api dan ku arahkan pada cerutu.


Wanita itu datang ke arahnya dan berlagak manja berharap harap Brandon tergoda dan menghabiskan malam bersamanya. Murahan.


Hm, Brandon lumayan suka bermain main dengan wanita jika hanya semalam, tak lebih. Setelah itu dia akan mencampakkan wanita itu walaupun wanita itu menyembah.


Mengingat kejadian kemarin malam, seorang wanita remaja menolaknya mentah-mentah. Membuat dia mengeram kesal.


Bagaimana pesonaku tak memikatnya huh?!


Brandon akan memastikan wanita itu harus bertanggung jawab atas kekesalannya ini.


Wanita genit yang tadi malu malu masuk ke dalam kantor CEO nya kini bertindak liar dengan duduk di paha Brandon.


Hm. Masalah wanita itu nanti saja di pikirkan, kini dia butuh pemuas ***** untuk menghentikan kekesalannya.


***


Vie tengah berada di kafetaria tempat Fian dan dirinya menghabiskan waktu untuk sekedar minum.


Ini kesempatan bagus untuk kabur bukan?


Vie melihat ke kanan ke kiri, kemana dia harus kabur sesegera mungkin.


"Mau kabur huh?" Tanya Fian yang mengetahui gerak gerik Vie dengan tepat.


Deg!


Vie diam dan menatapnya kesal. "Bukan urusanmu."


"Kalau kau kabur dan aku menemukanmu. Aku akan menyiksamu sampai kau lemas."


"Iss... Iya loh! Gak akan kabur aku!" Kesal Vie.

__ADS_1


Fian menatap Vie datar, "Hm."


Setelah meneguk minuman dengan tenang. Tak ada angin tak ada hujan Fian bangkit berdiri dan duduk di sebelah Vie, "Cium."


Mata Vie terbelalak. "HUH?"


"Cium." Ulang Fian santai.


Ck, ini cowok kenapa sih?! Suka banget di cium!


"Ini di tempat umum Fian...." Vie menatap Fian dengan tajam.


Fian menunjuk ke arah bagian tempat duduk orang lain.


Di sana ada orang yang tengah ciuman.


Kemudian Fian menunjuk ke arah lainnya, dan di sana ada orang yang tengah bermesraan.


Mata Vie memanas. Kenapa dunia itu sudah kehilangan akal sehat dan hilang moral seperti sekarang?!


Vie menoleh ke arah Fian, Fian menatap Vie datar. "Cium." Perintah Fian.


"Gak!"


Fian berdecak menghadapi wanita keras kepala ini. Kenapa harus jual mahal?


Tak ambil pusing Fian mencium bibir Vie dan melum*tnya meskipun Vie terus berontak rontakkan.


Ada suatu pikiran imajinasi yang di harapkan Fian akan terjadi sekarang.


Yup, Fian ingin Vie membalas ciumannya dengan lembut.


Fian menatap Vie, "Mandi bareng nanti." Kata Fian.


Cukup sudah! Ini gila!


"BRENGSEK!" Pekik Vie prustasi.


Fian tersenyum kecil singkat melihat tingkah laku Vie, lucu..


"Kalau ngak mau, kau harus balas ciumanku." Tawar Fian.


Deg!


"Satu." Fian mulai menghitung.


Sial!


"Dua."


Cup


Vie menempelkan bibirnya pada Fian membuat Fian tersenyum miring.

__ADS_1


Ini l nih baik dari pada dia harus mandi bersama Fian dan berakhir pada hilangnya kesucian bukan?


Cukup kaku ciuman yang Vie lakukan, tapi rasanya sangat manis bagi Fian sehingga Fian membalas ciuman Vie dan melum*at nya


Fian bahkan tak memberikan jeda saat Vie menciumnya dan rasanya tubuh Fian memanas. Ntah lah, tapi dia tak ingin kegiatan mereka ter-ekspose dan memutuskan untuk menghentikan ciuman dan membawa Vie ke dalam mobil dengan menggendong Vie ala bridal style.


Brugh...


Fian meletakkan Vie di dalam mobil dan langsung menguncinya bersama dia masuk ke dalam.


Fian mengunci pergerakan Vie dan mulai ******* bibir Vie ganas dan panas.


Kaki Vie dan tangannya terus menolak nolak tubuh Fian dengan kasar dan memukulnya sebisa mungkin!


Tapi Vie tetaplah perempuan. Dia tak sebanding dengan tubuh Fian yang atletis dan kekar.


Fian menurunkan ciumannya dan bergerak ke arah leher Vie yang putih dan bersih. Sedangkan tangannya sibuk mencari celah masuk ke dalam baju Vie.


Vie merasakan hal aneh yang berkecamuk dalam dirinya. Seperti... Rasa panas dan jantung yang berdegup kencang sekali.


"FIAN STOP!!..."


Seperti tuli Fian terus melancarkan aksinya dan perlahan baju Vie hampir terbuka secara paksa dan sungguh membuat Fian semakin tersiksa jika harus berhenti sekarang.


Kini Fian menatap wajah Vie yang memerah.


Menggoda sekali...


"FIAN! JIKA KAU MELAKUKAN HAL LEBIH, AKU AKAN MEMBENCIMU SEUMUR HIDUPKU!"


Deg!


Kalimat itu membuat Fian berhenti. Kenapa dia harus perduli jika wanita ini membencinya?...


Fian menatap datar, kenapa wanita ini dapat memainkan emosi nya?...


Dia bahkan biasanya tak pernah perduli dengan wanita yang memohon padanya... Tapi dia...


Fian berhenti secara perlahan kemudian semakin mendekap erat Vie. "Belum di apa apain udah cape aja hm?" Bisik Fian membuat bulu kuduk Vie meremang takut.


****!...


"Dengar. Kau hanya boleh melakukan ini dengan ku saja. Tidak dengan siapapun. Paham hm?" Kata Fian.


Fian menatap tubuh Vie... Hm, badannya mulus dan aromanya sangat khas saat berkeringat... I like it.


Vie menampar Fian. "M-MATAMU K-KE ARAH M-MANA HUH?!" Kata Vie dengan suara yang di kencangkan sedang dia menahan malu.


Fian menaikkan salah satu alisnya dan tersenyum miring. "Lain kali kau yang akan melihat tubuhku."


Deg!


Kalimat macam apa itu huh?! Dasar gila!!!

__ADS_1


__ADS_2