
...Author POV...
Fian melihat Vie tengah mengobrol dengan Claire rasanya sangat panas. Emosinya meledak-ledak terutama saat melihat kepala Vie di elus oleh Claire dan bahkan yang lebih tak termaafkan adalah Vie malah tersenyum.
Senyuman Vie terlihat tulus dan membuat Fian sungguh geram.
Fian memukul meja yang ada di hadapannya membuat meja itu retak dan hampir jebol. Sial. Fian begitu marah.
Jiwa kasar Fian mulai muncul. Dia tersenyum miring, "Vie. Aku akan menghukummu."
***
Jam pelajaran berakhir dan semua murid pun berhamburan pulang ke rumah mereka masing masing. Tak terkecuali Vie dan Fian.
Dalam perjalanan serasa sunyi. Wajah Fian sangat dingin tak sama seperti biasanya membuat Vie jadi takut.
"K-kenapa?" Tanya Vie sedikit takut memecahkan keheningan yang ada.
Fian hanya diam dan melihat jalanan yang di terpa hujan itu dengan datar.
Sungguh dia sama marah dengan Vie, dia tak pernah menyangka bahwa istrinya bisa mendekati lelaki selain dirinya.
Sesampainya di rumah Fian menarik tangan Vie kasar dan membawanya ke kamar, "Fian jangan di tarik. Tangan aku sakit."
Fian hanya diam tak menjawab. Dia terus saja menarik tangan Vie kasar.
Brak Brak
Pintu terbuka paksa dan tertutup paksa. Vie semakin takut dengan tingkah Fian. Vie manahan tangannya untuk tidak di tarik lagi oleh Fian. "Fian aku ngak mau di tarik. Sakit."
Fian menatap tajam Vie dan langsung menggendongnya. Kemudian dia berjalan dan mencampakkan Vie di atas ranjang.
Fian segera menindih Vie dan mencium bibirnya dengan agresif tanpa sedikitpun kelembutan di sana.
Vie menahan tubuh Fian agar bisa lebih tenang, namun Fian tak mau melepaskannya.
Fian segera melepaskan pakaian Vie dan mencium bibirnya, meremas dan menyesap segala yang bisa di lakukannya dengan sangat kasar.
Vie sangat kesakitan sedangkan Fian tersenyum miring melihat Vie menderita.
"Fian sakit..." Keluh Vie hingga menangis.
"Sakit? Aku bahkan lebih sakit melihat mu dengan pria lain!" Bentak Fian.
Vie meremas punggung Fian merasakan siksaan intim Fian, "Fian sakit..." Vie mulai menangis.
__ADS_1
Fian tersenyum miring, "Tapi aku merasakan nikmat sayang."
Fian sungguh brutal. Vie tak dapat berbuat apa apa. Tenaganya sangat lemah juga berhadapan dengan Fian.
Vie hanya dapat menangis merasakan ngilu di setiap tubuhnya.
***
Fian tersenyum kecil melihat Vie. Wanita ini sungguh kelelahan melayaninya tadi. Fian tak perduli apakah itu menyiksa Vie atau tidak, namun tadi sungguh memuaskan.
Fian mengelus leher Vie hingga ke pinggangnya yang kecil sembari memposisikan Vie menghadapnya yang tidur menyamping.
Fian menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Vie sambil melingkarkan kakinya di antara kaki dan pinggang Vie, Fian tersenyum miring, "Kenapa kau selalu membuatku candu sayang... Tubuhku bergetar hebat menahan hasrat saat bersamamu. Aku ingin kau selalu memuaskanku. Selalu..."
Vie terbangun dari tidur, melihat Fian tepat di hadapannya. Rasa sakit kembali ngilu di sekujur tubuhnya, "Aw.." ringis Vie.
Vie memukul dada Fian. Dia kembali menangis. "Kau jahat! Kau menyakiti ku Fian!"
Fian tertegun. Apa Fian keterlaluan?
Vie menatap Fian dengan air mata terus berjatuhan, "Jika kau suamiku seharusnya berlaku baik dan menyayangiku. Tapi kau menyiksaku!"
"Kau bahkan tak menyelamatkanku dari kerumunan wanita yang menggilaimu. Mereka mau menyiksaku di sekolah! Tapi kau kemana?!"
Fian bingung dengan apa maksud Vie.
"Kenapa bukan kau! Kenapa bukan suamiku yang menyelamatkanku!" Tangisnya semakin membludak. "Dan kenapa kau malah semakin menyiksaku seperti ini Fian... Kenapa?..."
Deg!
Fian tertegun. Lelaki yang di anggabnya berselingkuh dengan istrinya malah menyelamatkan nyawa Vie.
Dan apa yang dia lakukan?... Dia malah menyiksa Vie tanpa bukti yang kuat.
"A-aku. Aku pikir kamu selingkuh tadi. Jadi.."
"Jadi kamu siksa aku? Kamu belum lihat kebenarannya dan belum bertanya langsung main hakim sendiri?!" Vie semakin menangis.
Fian merasa sangat bersalah.
"Maafkan aku sayang..." Fian memeluk erat Vie dan mengusap wajah Vie yang penuh dengan air mata.
Vie hanya menangis. Dia sangat takut dengan Fian tadi, Vie bahkan tak dapat melakukan apa apa.
Fian mengecup kecup pipi Vie dan kemudian bibirnya lembut, "Maafin ya sayang."
__ADS_1
"Mana yang sakit? Aku mainnya kasar banget ya? Sayang maafin..." Fian sangat merasa bersalah.
Vie memeluk Fian dan menelungkupkan wajahnya di dada bidang suaminya itu. "Semuanya sakit."
Ntah apa yang ada di pikiran Vie. Dia ingin marah, tapi desiran hatinya menyayangi Fian. Ntah rasa apa ini, namun dia seperti merasakan menerima Fian menjadi suaminya.
Aneh?
Memang aneh, Vie pun merasakan keanehan ini. Seakan akan Vie pernah mencintai Fian dalam waktu yang lama, namun tak tau kapan dan sejak kapan. Bukankah Vie sangat membenci Fian?
Fian mengelus semua lekuk tubuh Vie sambil mengecup pipi Vie, "Maaf."
Vie menyukai elusan Fian. Sangat lembut membuatnya memeluk Fian lebih erat.
Tanpa di sadari Vie, kakinya berada di ************ Fian dan menyentuh daerah sensitifnya. Seketika menjadi tegang dan Fian mengerang tertahan.
Vie bingung saat tangan Fian malah berhenti pada pinggangnya dan malah mengelus elus daerah itu.
Vie melihat wajah Fian. Wajahnya memerah dan pandangannya sayu. "Vie..." Mata Fian mengarah ke bawah membuat Vie melihat ke bawah juga.
Milik Fian telah tegang dan mengeras dan di antara itu ada kaki Vie yang menekannya.
Fian menutup matanya dan mendongakkan kepalanya. Dia harus tahan.
Sedangkan Vie langsung menjauhkan dirinya dari Fian, "Maaf."
Fian mengangguk.
Tapi tetap saja, sulit untuk kembali merelekskan bagian bawah Fian ini jika bukan Vie yang membantunya.
Fian melakukan beberapa hal untuk menenangkannya, namun tak bisa. Dia malah semakin mengerang dan malah semakin membayangkan ******* Vie.
Sulit sekali.
Vie yang melihat itu tak tega, Vie kembali mengeratkan pelukannya membuat Fian membuka matanya dan melihat Vie.
"Lakukan semaumu. Tapi jangan terlalu kasar." Bisik Vie membuat Fian tersenyum bahagia.
Fian menatap Vie dan mencium istrinya perlahan. Fian terkejut saat Vie mulai membalas ciumannya dengan tangannya yang lembut mengelus tengkuk Fian. Tentu saja membuat Fian semakin terangsang.
Vie mulai bergerak mengikuti irama Fian. Vie yang dulunya kaku kini lebih pandai dan lihai membuat Fian menggila.
Nafas Fian menggebu dan semakin panas.
Dan untuk pertama kalinya hubungan intim ini sungguh luar biasa memabukkan. Keduanya saling menginginkan satu sama lain. Dan mereka sama sama ingin pemuasan.
__ADS_1
Mulai hari ini Fian pastikan Vie takkan lepas darinya. Dan siapapun takkan ada yang bisa menyentuh istrinya.
Fian sungguh mencintai Vie setengah mati! Tidak ada yang lain selain Vie!