Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Mimpiku Jadi Kenyataan


__ADS_3

...Ryan POV...


Sudah beberapa bulan aku sama sekali tak memimpikan dia.


Wanita itu... Kemana dia?


Aku telah membuat diriku lebih sehat seutuhnya. Aku selalu menjaga kesehatan dan diriku agar aku dapat berjumpa lagi dengannya.


Tapi... Kenapa dia menghilang?


Hariku rasanya menjadi sangat gelap. Kehidupanku sangat hampa terasa.


Aku merebahkan tubuhku di ranjang. Dan mencoba kembali tertidur, rasanya begitu sakit sampai saat ini tanpa kehadiran, hatiku rasanya tercabik cabik oleh rasa kehilangan dan kesedihan mendalam.


Air mata mulai menetes saat membayangkannya agar dapat hadir kembali. Aku mulai terlelap.


***


"Ryan." Panggillan itu...


Panggilan itu mampu membuat aku langsung menoleh. Aku terdiam dan kemudian memeluknya erat sambil menangis deras, "Kamu kemana saja?!... Kau tau aku sangat merindukanmu! Kau menyiksanku! Kau sungguh kejam!!"


Aku langsung mencium bibirnya tanpa aba-aba, melupakan rasa kesedihanku. Yang ku inginnkan adalah dia.

__ADS_1


Dia membolangkan matanya namun tak berontak, seperti sadar bahwa aku sangat terpukul oleh karenanya.


Aku menghentikan ciumanku saat pasokan udara menipis kurasa. Aku menatapnya lekat, "Aku marah padamu. Tau ah. Aku marah," aku berlagak seperti anak kecil. Aku memeluknya erat.


Aku menghirup aroma tubuhnya dalam dalam, Lavender... Sial! Kenapa mimpi ini rasanya sangat nyata?!


"Sayang... Tidak bisakah kau hadir dalam hidupku dalam wujud manusia. Hidup bersamaku hingga akhirnya hayat." Pintaku membuat dia tersenyum dan meneteskan air mata.


Dia membalas memelukku erat, "Sungguh aku ada bersamamu. Sungguh ada."


Setelah dia mengatakan itu. Rasanya batinku tersayat, bagaimana mungkin dia hadir? Dia bahkan hanya imajinasiku.


Aku hanya memeluknya. Menangis.


Dia mengusap wajahku membuat aku mendongak, "Sayang... Jangan menangis. Aku juga mencintaimu. Sangat." Dia pun menangis.


Dia berhenti menangis namun masih tersendat sendat, "Aku sayang kamu.."


Aku menciumnya lembut. Dia membalas ciumanku, sangat tenang dan menguatkan ikatan cinta kami.


Aku mulai terbawa suasana. Seakan tubuhku meminta lebih. Dia adalah wanita pertama yang membuatku terangsang dalam waktu singkat seperti ini. Namun ini berbeda, seperti ada kenikmatan lainnya, rasa cinta dan kasih berpadu di sana. Tidak pernah aku jumpai hal seperti ini dalam kehidupanku sebelumnya.


Hanya dia yang dapat membuatku begini.

__ADS_1


Aku membuka pakaiannya perlahan hingga tak menyisakan apapun yang menutupi tubuh kami, aku memeluknya erat mendominasi tubuhnya. Lampu kamarku yang redup tak menghalangiku dapat melihat tubuhnya yang indah.


Desahannya semakin membuatku gila tatkala aku mulai penyatuan. Peluh keringat membasahi tubuh kami dan membuat dia tampak terlihat sexy dan menggoda.


Ah... Nikmatnya...


Beberapa saat kami bergumul dalam kenikmatan dan akhirnya berakhir dengan rasa puas dan nafas yang menggebu-gebu. Aku memeluk tubuhnya dan melihat wajahnya yang kelelahan karena telah melayaniku dengan baik malam ini.


Aku berbaring di sebelahnya dan menatapnya sambil masih memeluknya, "Terimakasih sayang..."


Dia tersenyum,


Aku mengeratkan pelukanku dan tertidur nyenyak.


Aku terbangun dari tidurku, aku langsung menoleh ke sebelah kiriku. Wanita itu kembali menghilang. Dan saat inilah aku tau aku telah terbangun dari mimpi.


Aku bangkit dari tempat tidurku dan bersiap untuk pergi bekerja.


***


Kali ini aku berjalan pergi kerja. Butuh refreshing menenangkan pikiran makanya aku berjalan di pagi hari seperti ini.


Deg

__ADS_1


Langkahku terhenti dan aku terhenyak menangkap sosok seorang wanita.


Dia wanita yang ada dalam mimpiku!


__ADS_2