Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Awal Menikah


__ADS_3

...Dion POV...


Aku membuka mataku perlahan dan melihat Vie berada di sebelahku. Sungguh rasanya jantungku berdegup kencang, memperhatikan wajah pengantinku.


Aku memeluknya erat dan mengelus  wajahnya, membayangkan betapa bahagianya kami di malam tadi. Karena kekuatan ini aku dapat berbuat apapun yang ku inginkan.


Termaksud mendapatkan Vie...


Vie terbangun dari tidurnya sambil merenggangkan kedua tangannya. Aku terkekeh singkat, dia begitu menggemaskan saat bangun tidur.


Begitu mengesalkan jika membayangkan si sialan itu bisa menikmati pemandangan ini saat menikah dengan Vie dulu. Seperti aku ingin segera membunuhnya.


But well, Vie telah menjadi pengantinku. Takkan ada lagi yang namanya kegusaran dan kekesalam karena aku telah memilikinya.


Aku mencium bibirnya dan menindihnya sambil memeluknya, "Kamu tau, aku sungguh bahagia kamu ada di sini."


Aku merasakan degup jantungnya sama sepertiku. Membuat aku ingin meneteskan air mata, aku sungguh memilikinya seutuhnya.


Aku kembali menciumnya dan menghangatkan tubuhnya di pagi yang dingin ini.


"Aku mencintaimu. Dan selamanya akan begitu," kataku tulus dengan Vie menjawabnya dengan senyuman dan anggukan, "Aku juga mencintaimu."


***


Aku berjalan menyusuri kastil dengan pakaian kerajaan bersamaan dengan Domblert sang penasehat tua kerajaan.

__ADS_1


Semua pelayan menatapku dengan tercengang dan terdiam kaku.


Aku menatap mereka tajam dan membuat mereka segera menunduk dan berlutut menyembah.


Cih.


Itu ekspresi yang wajar ketika melihatku bukan?


Selama ini aku tak pernah menampakkan ragaku karena memang aku tak ingin di lihat oleh siapapun. Aku hanya menampakkan diri saat mereka melakukan penyembahan terhadapku dan kemudian aku menghapuskan ingatan mereka mengenai wajahku karena menganggap mereka semua najis dan begitu rendah untuk dapat melihat wajahku.


Namun kali ini, aku akan menampakkan diri sebagai bukti bahwa hanya akulah yang dapat di pandang setiap mata terutama di pandang Vie.


Dia pengantinku dan hanya akulah yang akan selalu membuatnya terpukau.


Aku duduk di singgasanaku dan menunggu kehadiran Vie.


Semua pelayan datang dan berbaris di  kedua tepi sisi karpet merah sambil menunduk hormat. Beberapa saat kemudian Barisan dayang datang, kemudian berpencar ke kanan dan kiri layaknya tirai hendak menampilkan sosok yang istimewa.


Mataku melebar dan badanku serasa di sengat listrik saat melihat Vie berpenampilan sangat cantik dengan balutan pakaian ratu kerajaan.


Dia berjalan ke arahku sedikit kaku, seperti kaku karena sepatunya yang begitu tinggi.


Aku tersenyum kecil melihat Vieku yang begitu lugu ini.


Aku berjalan ke arahnya dan merangkul pinggangnya membuat dia spontan melingkarkan tangannya di leherku karena hampir terjatuh.

__ADS_1


"Kalau tak nyaman pakai sepatunya, kenapa di pakai hm?" tanyaku.


Dia terkekeh singkat malu, "Hehe. Ya mau gimana lagi. Sebagai istri bangsawan aku harus tampil bersinar. Biar mata kamu gak jelalatan lihat wanita lain." Dia menoel hidungku menggodaku.


Aku tersenyum dan langsung mencium bibirnya.


Kenapa istriku selalu menggodaku huh?


Dia mendorong dadaku. Wajahnya memerah, "Malu di lihatin orang." Cicitnya terdengar menggemaskan.


Aku mendekatkan wajahku ke telinganya, "Ya udah kalau gitu... Kita lanjutin di kamar saja gimana?" bisikku dengan kemudian mengecup telinganya yang kemudian jadi memerah.


Aku memekik kesakitan saat Vie mencubit perutku, "Aw, sakit.."


"Makanya jangan aneh aneh deh. Udah ah aku mau ke taman aja. Kamu mah mesum!" rutuknya kesal.


Aku terkekeh dan menahannya sebelum dia melepaskan diri, "Tapi akunya gak mau lepas, gimana?"


Aku hendak menciumnya lagi namun dia menutup mulutnya, alhasil aku hanya mencium punggung tangannya, "Dion..."


Aku tersenyum miring kemudian melentikkan jariku membuat kami berteleportasi ke kamar, "Vie buat anak aja ya. Tanggung."


Matanya terbelalak sedangkan aku malah menikmati ekspresinya dengan langsung menciumnya.


Dan aku akan membangkitkan keturunanku darimu Vie... Never let you go...

__ADS_1


__ADS_2