Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
After 5 Years


__ADS_3

...Author POV...


Kini Vie tengah bekerja di salah satu toko kecil miliknya sendiri. Dengan usaha keras dia telah membangun toko kue itu dengan keringat dan usaha kerasnya selama ini.


Vie telah memiliki anak lelaki bernama Andra. Umurnya kini menginjak usia 5 tahun. Jika kalian bertanya siapakah ayahnya, tentu jawabannya adalah Fian.


Yup. Fian.


Sebelum itu Vie tengah mengandung anak Fian saat keluar dari rumah Fian. Wanita kuat itu menumpang tempat tinggal di panti asuhan untuk dapat bertahan hidup, dan setelah melahirkan dan Vie rasa dia cukup kuat untuk dapat hidup di dunia luar Vie pun mulai berusaha untuk mandiri.


Segala kesusahan dapat di tempuh oleh Vie. Menjadikan dia sungguh keras dan sangat kuat dalam menghadapi segala situasi dan kondisi.


Dan bahkan Vie telah melupakan Fian. Dia sangat muak dengan tingkah Fian dahulu yang menyudutkannya padahal dia sama sekali tak mengetahui kenyataannya. Vie tak mau ambil pusing dan sungguh telah menghilangkan rasa cinta bahkan ingatan mengenai Fian.


Kini dia bahkan sering mengirimkan sembako kepada panti asuhan yang pernah menolongnya di saat tersulit dalam hidupnya itu.


"Bu, kita mendapatkan pesanan besar di perusahaan Gladation Bu! Perusahaan besar yang gak sembarangan bisa masuk ke sana!" Pekik Ana, sekretaris utama yang mengatur segalanya dalam perusahaan.


"Sungguh?" Vie sedikit terkejut dengan pesanan itu. Sungguh suatu kemajuan yang sangat membanggakan tokonya bisa dikenal oleh perusahaan besar itu.


"Tentu Bu!" Ucap Ana.


"Baiklah. Kita harus siapkan yang paling terbaik agar menjadi kesan yang terbaik pula bagi mereka." Semangat Vie.


"Shiap Bu!"


Mereka sangat bersemangat hari ini karena pesanan itu.


Tapi kalau di pikir pikir perusahaan itu seperti tak asing bagi Vie. Ntah apa hubungannya Vie dengan perusahaan itu, Vie pun lupa. Namun sepertinya dia tak asing dengan itu.


Ah. Sudahlah. Vie tak mau mengingat hal yang akan menambah pikirannya saja. Palingan itu hanya hal sepele atau apalah, lebih baik dia fokus pada kuenya saja.


***


Fian tengah bersama dengan seorang wanita bertubuh padat bak gitar spanyol di ruangan pribadinya di kantor. Sekretaris barunya itu terus saja menggodanya padahal Fian sedang tak bersemangat untuk hari ini.

__ADS_1


Dia terus memikirkan hal yang sangat menjengkelkan mengenai kliennya yang pikirannya sulit untuk di tebak. Fian berusaha keras untuk berfikir bagaimana dia bisa merebut hari kliennya itu.


"Pergilah! Aku sedang sibuk!" Usir Fian pada sekretarisnya.


Wanita itu bangkit berdiri dan mendengus kesal.


Bagaimana tidak? Fian dengan seenak jidatnya mengusir Amanda yang merupakan sekretaris sekaligus wanita pemuas berahinya. Fian selalu bertindak sesuka hatinya. Namun wanita itu tak dapat menuntut ataupun marah karena Fian memiliki kuasa besar.


Dan jika kau mengingat mengenai istri kedua Fian. Wanita itu telah lama di ceraikan olehnya. Sungguh wanita yang malang, karena sering di sakiti oleh Fian dengan seringnya Fian membawa wanita lain ke rumahnya, istri kedua Fian tak tahan dan akhirnya meminta untuk bercerai.


Ckckck. Dasar lelaki kurang ajar!


"Selamat pagi pak." Ucap seseorang saat setelah sekretaris pribadi Fian keluar.


"Ya. Cepat katakan apa kepentinganmu datang." Kata Fian to the point.


"Klien kita telah datang pak. Dan kini telah berada di ruang rapat."


"Hm. Baiklah. Aku akan segera ke sana."


Beberapa langkah berjalan kaki Fian terhenti karena tak sengaja melihat seseorang. Jantungnya berdegup kencang dan bibirnya seketika Kelu tak dapat berbicara, dia bahkan mematung di saat itu juga.


'Sayang?...' Batin Fian melihat Vie tengah mengobrol bersama dengan wanita pekerjanya dengan membawa plastik besar bertuliskan Lovely Cake's.


Lelaki yang berada di belakang Fian melihat ke arah pandangan Fian dan kemudian tersenyum melihat Vie. Wanita yang telah lama di incarnya sehingga dia memutuskan untuk mendekati Vie dengan cara memesan kuenya untuk pertama kalinya untuk rapat perusahaan.


Perlahan tapi pasti. Itulah yang akan di lakukan Alvaro yang akan mendekati Vie.


Segera Alvaro berjalan ke arah Vie dan mengambil bungkusan plastik tempat kotak kotak kue itu terkumpul. "Biar saya saja yang membawanya nona." Ucap Alvaro sopan.


"Ah. Tidak usah Tuan. Biar saja saya langsung yang mengantarkan kue ini ke ruangan kerjanya." Kata Vie dengan senyuman yang manis.


Sungguh membuat Alvaro melted melihat wajah cantik Vie. 'Sumpah! Cantik banget! Pingin aku terkam!' batin Alvaro.


Alvaro mengusap dadanya, 'Sabar Varo... Sabar... Ntar lagi juga bakalan kau miliki.' batin Alvaro lagi.

__ADS_1


Fian menggeleng dan memukul sedikit kepalanya, bagaimana bisa dia berjumpa dengan Vie di saat seperti ini? Dan bagaimana bisa pikiran otaknya memanggil Vie dengan kalimat sayang tadi?! Dasar tak berguna!


Fian memilih diam dan berjalan ke arah Vie. "Hebat sekali. Dulu pergi sekarang malah mengejarku sampai di sini. Serendah itukah kamu?" Hina Fian menatap datar Vie.


Vie menoleh menatap Fian.


Damn!


Vie terkejut bukan main. Bagaimana bisa dia berjumpa dengan lelaki sialan ini?!


Sudah Vie Suga tempat ini tak asing. Ini adalah salah satu perusahaan Fian yang pernah di ceritakan Fian saat dia dan Fian masih dalam satu atap dulu. Sial! Kenapa Vie bisa melupakannya?! Kalau tau tadi ini perusahaan Fian, sungguh dia takkan mau menginjakkan kaki ke tempat busuk ini!


Segera Vie mendesis emosi. "Huh?! Apakah aku tak salah dengar? Perusahaan mu lah yang telah memesan makanan dari tempatku!"


'Memesan? Apakah makanan ini buatan tangannya? Dia telah bekerja? Maksudnya... Apakah dia yang memiliki kue nya? Bagaimana ini bisa terjadi?' batin Fian bertanya tanya.


"Dengar Tuan. Aku muak mengatakan ini. Tapi sungguh kehadiranmu membuat aku merasa sangat jijik!" Hina Vie tak kalah garang.


Vie segera berbalik dan menarik tangan anggotanya, "Kita pergi dari tempat kotor ini. Cih. Membuang waktunya saja!"


Deg!


Bagai di sambar petir kata kata Vie sangat menusuknya. Vie jijik terhadapnya?! Seharusnya dia yang jijik terhadap Vie bukan?!


Dan bagaimana bisa Vie sangat garang sekarang? Kalimat Vie sungguh sangat kasar. Fian sungguh membenci itu.


Vie pergi begitu saja dengan meninggalkan kue nya tadi karena tersulut emosi.


Tak perduli itu membuatnya rugi atau tidak. Yang penting dia tak akan pernah mau berjumpa dengan Fian lagi. Kini dan selamanya!


Fian menatap kue yang sudah di paketkan ini. Sungguh merindukan masakan Vie, rindu akan pelukan hangat Vie, cinta Vie dan semuanya tentang Vie... Fian merindukannya...


TIDAK!


Fian menepis semua pikiran itu. Vie adalah bencana. Dia takkan mau kembali mencintai wanita seperti Vie. Tidak! Tidak akan pernah!

__ADS_1


__ADS_2