Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Kembalilah Padaku


__ADS_3

Catatan penulis:


jangan lupa dukungannya yaa (Like, comment and vote ya... kalau bisa di beri hadiah juga authornya biar makin semangat mengupdate ceritanya. heheh)


love you all.....


happy reading guys 🤗


---------------------------------------------------------------------------


...Author POV...


Fian menutup dirinya dalam rumah. Sudah dua hari dia tidak masuk ke kantor dan hanya meminum minuman keras beralkohol.


Dia tidak tidak dan makan.


Rasa sakit perutnya pun tak di rasakannya lagi. Yang hanya di pikirkannya hanyalah kematian.


Dia sungguh tak dapat hidup tanpa Vie. Terutama saat mengetahui kebenarannya. Dia kecewa pada semuanya dan prustasi sangat berat.


Kepalanya pusing. Fian menghentikan sejenak meminum minuman itu dan menutup matanya.


Di sisi lain Vie tengah berada dalam perjalanan ke rumah Fian. Dia ingin melengkapi berkas mengenai perceraian yang masih berlanjut.


Sesampainya di rumah Vie mengetuk pintu,


Tok tok tok


"Fian.."


Tak ada jawaban.


Vie mengerutkan keningnya, bukannya kata bawahan Fian hari ini lelaki itu tidak masuk dan berada di rumah?


Aneh sekali.


Tok tok tok


Vie kembali mengetuk pintu.

__ADS_1


Creakk


Pintu terbuka dan menampakkan sosok Fian dengan tatapan sayu dan bau alkohol.


"Fian apa yang terjadi?"


Fian tak menjawab. Kepalanya sungguh pusing. Dia merasa mual.


Vie segera membopoh Fian masuk ke dalam rumah dan mendudukkannya di sofa.


Fian segera memeluk Vie.


Cup


Fian mencium bibir Vie membuat sang empunya tubuh terkejut, "Aku sudah tau semua. Mama bersalah akan semua ini, dia jahat Vie.. dia jahat..." Fian menangis.


Fian memeluk Vie lebih erat. "Aku merindukan mu. Aku mencintaimu. Kau milikku."


Fian menggeleng, "Gak. Gak. Kamu gak boleh cerai sama aku. Gak. Aku suami kamu. Selamanya!"


"Fian. Cukup. Jangan..." Vie kaget saat Fian menindihnya.


Fian mencium bibir Vie rakus. Dia sungguh merindukan Vie.


Vie mendorong tubuh Fian, "Fian! Kau mabuk! Sadarlah!"


Fian mengeraskan rahangnya, "Aku sadar seutuhnya! Aku mencintaimu!"


Fian menangis dan memeluk Vie, "Hu hu hu... Aku sadar Vie... Mengertilah..."


Fian seunggukan. Sesungguhnya Fian berkata dengan sadar apa yang di ucapkannya pada Vie. Namun karena minuman keras itu membuat kepalanya blank mau ngomong apa.


Vie jadi merasa kasian.


"Sayang... Aku ngantuk... mau tidur sayang..." Fian sungguh nyaman ada Vie dalam pelukannya.


Selama dua hari dia tak dapat tidur akhirnya dia dapat merasakan nyaman untuk tidur sekarang.


Fian tertidur pulas.

__ADS_1


Fian tertidur berjam jam. Membuat Vie juga lelah menunggu dan tertidur.


Setelah puas tertidur Fian terbangun. Wajahnya tepat dalam ceruk leher Vie.


Fian tersenyum dan mengeratkan pelukannya. Fian menghirup aroma tubuh Vie yang dia rindukan, "Istriku." Ucap Fian lembut.


Fian mendongak dan kemudian mengarahkan wajahnya menatap wajah Vie, "Cantik banget istri aku."


Fian menyisir rambut Vie dengan tangannya dan kemudian meraih tengkuk Vie, Fian mencium singkat bibir Vie lembut.


Beberapa saat kemudian Vie terbangun.


Fian menatap Vie, "Vie... Aku sakit. Perutku sangat sakit."


Vie tak perduli dan segera ingin bangkit namun Fian menahannya, "Vie. Sungguh sakit. Aku sudah dua hari tak makan. Hanya minum alkohol." Ucap Fian jujur sambil menunjuk botol botol alkohol yang ada di bar minimalis di dekat mereka berbaring.


"Siapa suruh kau minum yang begituan. Itu salahmu." Kata Vie cetus.


Vie mencoba bangkit dan tak sengaja menyenggol perut Fian yang sakit itu.


"Arkh..." Ringis Fian hingga ingin menangis.


Vie spontan memegang perut Fian seakan merasakan sakit juga, "Aduh..."


Fian tersenyum kecil, ingin rasanya kembali mencium istrinya, namun perutnya sedang sangat sakit sekarang.


"Ya udah. Makan sana." Suruh Vie.


Fian menggeleng, "Gak kalau ngak kamu yang masak."


Vie menatap tajam Fian, "Gak."


Fian kembali memegang perutnya dan meringis, "Aw aw.... Ish... Sakit banget..." Ucap Fian mendramatisir agar Vie simpati.


Dan dugaan Fian benar, Vie spontan memegang perut Fian lagi, "Aish... Makanya jangan cari penyakit lah. Lihat kan jadi penyakitan gini.


Kalau dah berpenyakitan malah nyusahin! Ngeselin banget!" Kesal Vie.


"Ya udah cepet sana geser. Biar aku masak!" Kata Vie.

__ADS_1


Fian bangkit duduk dan mempersilahkan Vie bangkit dari tidurnya. Vie segera berjalan ke dapur dengan di dampingi Fian di belakangnya yang sedari tadi tersenyum senang melihat Vie yang masih perhatian padanya


__ADS_2