
...Author POV...
Dengan susah payah Ryan melangkahkan kakinya yang sangat kaku karena masih shock melihat wanita yang selama ini dia mimpikan ada di dunia nyata, "H-hei! Hei!" Panggil Ryan pada wanita yang sebenarnya jaraknya lumayan jauh darinya.
Saat kakinya mulai normal untuk berlari, Ryan berlari mendapatkan wanita tercintanya. Sungguh rasa senang meliputi dirinya hari ini. Mungkin Dewi Fortuna sedang berada di pihaknya.
"Hei!" Panggil Ryan saat dia sungguh berada di depan wanita itu.
Wanita itu menoleh dan kemudian berbalik badan menatap Ryan.
Aliran listrik kebahagiaan mengalir di sekujur darah Ryan. Tanpa di sadari bendungan air mata lelaki tampan nan mempesona itu pecah membuat cairan bening mulai menetes dan membanjiri pipinya.
Ya! Wanita itu Vie!
Vie menatap Ryan terkejut bukan main, kenapa lelaki ini malah menangis di hadapannya setelah memanggilnya?
Namun rasanya seperti ada desiran kuat yang membanjiri harinya. Membuat Vie luluh dan merasakan sedih saat lelaki di hadapannya menangis pilu seperti sekarang.
Vie tak tau mengapa dia merasakan hal ini pada lelaki yang baru di jumpainya ini. Ini aneh?
Vie menlap air mata Ryan, mengusap pipinya yang basah karena air matanya sendiri, "Kenapa Tuan? Apakah kau baik baik saja?" Tanya Vie kuatir.
Sentuhan tangan Vie membuat Ryan tersenyum bahagia. Ryan menutup matanya sambil menahan tangan Vie tetap berada di pipinya, Ryan sungguh bahagia.
Ryan mengusap air matanya dan mengenggam tangan Vie dengan senyuman bahagia. "A-apa kau mengenaliku?" Tanya Ryan ragu.
Dia ingin sekali wanita yang di hadapannya ini mengingatnya. Walaupun Ryan tau itu mustahil karena mereka bahkan hanya saling berjumpa dalam mimpi.
Vie yang bingung dengan pertanyaan Ryan memiringkan kepalanya melihat wajah Ryan dengan serius, sungguh dia tak mengenal pria yang di hadapannya ini. Dia bingung. Namun segan untuk mengatakannya.
__ADS_1
Ryan mengangguk mengerti, sepertinya memang wanita ini tak mengenalnya. Ya memang benar, karena kan memang tak pernah berjumpa.
"Tak apa jika kau tak mengenalku. Itu tak masalah. Cukup berjumpa denganmu saja cukup membuatku bahagia," Ryan tersenyum bahagia.
Saat ingin memeluk Vie, Ryan terkejut bukan main. Dia baru menyadari bahwa wanita yang ada di hadapannya ini tengah mengandung.
Tunggu! Dia hamil?
Siapa suaminya?!
Bagaimana bisa?!
Wajah Ryan berubah seketika. Kembali wajahnya menampilkan aura mencekam dan tajam. Dia tak suka akan hal ini.
Sebenarnya Ryan tak memiliki kendali untuk marah pada wanita ini, karena toh juga wanita ini bukanlah siapa siapanya. Namun Ryan tetaplah Ryan, setiap wanita yang sudah di cap nya sebagai miliknya tidak akan pernah lepas lagi dari padanya.
Tangan Ryan yang menggenggam Vie tertepis oleh seseorang. Membuat kedua insan itu menoleh spontan melihat sang pelaku yang menepis tangan Ryan.
Dion! Yup Dion hadir!
Ryan yang sama sekali tak mengenal Dion menatap Dion tajam.
Apakah ini suami wanitaku ini?
Dion yang dapat membaca pikiran Ryan sangat marah. Bukan saja karena pikiran Ryan yang mengatakan bahwa Vie-nya adalah wanitanya. Dion sangat marah kenapa hal ini bisa terjadi! Bagaimana bisa Ryan berada di pulau kekuasaannya?!
Dion mengumpat dalam hatinya dengan amarah yang membeludak. Kenapa bisa dia meninggalkan Vie tadi?! Dasar bodoh!
Dion menarik tangan Vie ke belakang punggungnya membuat Vie spontan tertarik ke belakang Dion, "JANGAN PERNAH SENTUH ISTRIKU!" Jerit Dion membabi buta.
__ADS_1
Vie yang baru pertama kali melihat suaminya ini marah terkejut bukan main.
Beberapa saat Dion memarahi Ryan, Vie merasakan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya.
"Hei. Kau siapa huh? Berani beraninya kau padaku." Sindir Ryan tajam.
Dion berdecih dengan senyuman miring muak, "Cih. Aku penguasa di daerah ini. Kau mau apa?!"
Belum selesai berdebat Vie memekik kesakitan.
"Aaa!!!" Jerit Vie kesakitan membuat Ryan dan Dion menoleh ke arah nya.
"Vie kamu kanapa?!" Ucap Dion ketakutan.
Karena terlampau kesakitan yang sangat nyeri, Vie pingsan dan langsung di tangkap Dion.
Sial! Kutukan ini mulai beraksi! Vie akan menjadi tumbal!
Tanpa pikir panjang Dion langsung mengangkat Tubuh Vie ala Bridal style. Sebelum akan pergi bahu Dion tertahan oleh tangan Ryan, "Biarkan aku yang.."
"DIAM!!" jerit Dion sebelum Ryan menyambung kalimatnya tadi.
"DIA ISTRIKU!! JANGAN USIK KEHIDUPAN KAMI!!" Amarah Dion membelunjak.
Dion segera berlari menuju kereta kuda mereka dan akan segera melaju ke istana mereka.
Dion menangis sejadi jadinya, rasa sesak di dada dan ketakutan yang teramat sangat akan kejadian ini. Apa yang akan terjadi pada Vie? Dion ketakutan jika sungguh kutukan karena perjanjiannya dengan Dewa Kebengisan jadi kenyataan. Dia ketakutan jika Vie akan menjadi tumbal karena perjanjian gelap itu.
Sial! Apa yang harus Dion lakukan?!
__ADS_1