Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Love Me...


__ADS_3

...Dion POV...


Aku sungguh membenci lelaki ini. Bagaimana dia bisa menikah dengan Vie?!


Ini sangat memuakkan!


Aku duduk bersandar pada kursi panjang yang di hadapanku ada gambar wajah Ryan si sialan itu!


Aku melemparkan busur kecil menancap di gambar itu tepat di kepalanya.


Aku kembali menatap datar ke depan, "Hei.. Aku takkan membiarkanmu hidup tenang bersama Vie. Aku akan memenangkannya dan tertawa puas."


Aku bangkit berdiri dan berjalan keluar kastilku. Melihat ke bawah melalui singgahsanaku yang agung.


"Yang mulia, sebagai penasehatmu saya menyarankan Yang Mulia Untuk melakukan cara lain untuk menjadikan wanita itu Pengantin Abadi Tuan."


Aku menoleh ke arah ke arah Domblert sang penasehat tua dalam kerajaanku, "Cara apa maksudmu? Langsung saja bicara! Tak perlu basa basi!"


Dia tersenyum miring, "Lakukan penumbalan seorang bayi wanita pada dewa kebengisan dan kau akan mendapatkan wanitamu seutuhnya."


Aku menegakkan tubuhku dan berdiri menatapnya. "Dimanakah aku dapat berjumpa dengan dia?"


"Yang kau lakukan hanyalah mempersiapkan meja kurban dan bertapa di atasnya. Lumuri dirimu dengan darah bayi itu dan bacakan kaliamat kramat Trapinataka."

__ADS_1


Aku mengangguk. Kemudian Domblert menahan tanganku saat hendak pergi. "Tuan, pemujaan ini begitu beresiko. Jika kau gagal kau akan mati dan jika kau berhasil kau tak dapat mengingkarinya."


Aku menepis tangannya, "Aku tak butuh kalimat lemahmu itu penasehat payah. Sekali aku bertindak akan ku selesaikan. Pergilah!"


***


Aku melakukan penyembahan. Fokus dan tak akan pernah akan terusik oleh apapun.


Angin berhembus kencang dan terasa mengeringkan tubuhku. Rasa terbakar menggerogoti kulitku, melahap habis cairan darah korban bayi yang ku lumuri pada kulitku tadi.


Namun aku tak perduli. Aku tak perduli lagi. Sekali bertindak aku takkan pernah mundur ke belakang!


Deg!


Darah?


Pada akhirnya darah mengalir dalam ragaku yang telah mati karena kutukan.


"Selamat untuk kehidupanmu Hasassco Perlantiotika. Ku alirkan darah tumbalmu itu." Ucap seseorang yang akhirnya menampakkan dirinya.


Aku menatapnya datar.


Dia bahkan mengetahui namaku, aku sungguh berharap dia dapat di andalkan, "Aku lakukan penyembahan karena.."

__ADS_1


"Aku tau. Untuk wanita bukan?"


Deg!


Seperti melayang dia mendekat padaku dengan cepat, "Hei... Hassasco, asal kau tau... Semua akan berjalan dengan lancar..." Dia berkata mendayu dengan nada terdengar licik menurutku.


"Karena kepatuhanmu dalam penyembahan mu padaku aku akan mengabulkan permohonanmu...." Dia tersenyum miring, "Namun jika kau melanggar peraturanku, aku akan mencari pengganti tumbalnya yaitu jiwa hee?..."


Aku menatapnya datar. "Aku akan setia, dan katakan apa maumu."


Dia menatapku takjub, "Hee... Kau keras kepala. Tapi baiklah jika itu maumu."


Dia menunjukkanku sebuah kristal besar. Sebesar kepala orang dewasa, bundar dan bersinar. Terpampang wajah Vie di dalamnya, "Dia akan menjadi milikmu dengan sebagian kekuatan ku yang akan ku serahkan padamu, wanita ini akan lupa mengenai lelakinya begitu pun lelakinya akan melupakan dirinya," gambar Vie berubah menjadi lelaki sialan yang merupakan suami Vie sekarang.


Dia mulai tersenyum kecil, "Namun kau tau, ini semua akan musnah jika setelah kau menyihirnya dia berjumpa kembali dengan lelaki ini,"


"Asal kau tau, dia adalah cinta sejati wanita ini. Dan jika mereka bertemu kekuatan gelapku takkan bertahan dan akan berusaha menyerap energi lain. Yaitu energi wanita yang akan kau sihir ini. Dia akan mengering hingga mati," jelasnya


Dia menatapku dengan senyuman miring sambil tertawa jahat, "Dia adalah tumbal penggantinya jika kau melanggarku."


Aku meyakinkan diriku bahwa aku takkan membiarkan lelaki itu berjumpa dengan Vie setelah Vie ku miliki dia akan selamanya untukku, "Aku menerimanya!"


Seketika angin berhembus kencang dan sesuatu energi merambat dalam tubuhku.

__ADS_1


Kekuatanku menjadi bertambah dan aku siap melakukan apapun tanpa halangan apapun!


__ADS_2