
...Author POV...
Karena kelelahan mencari Vie
Dion pun duduk di bangku panjang taman yang lumayan jauh dari taman sebelumnya yang di singgahi tadi.
Citt
Terasa ada seseorang yang duduk di sebelah Dion. Dion menoleh sesaat kemudian kembali menghadap depan, jantungnya sebenarnya terasa tak karuan. Karena yang duduk di sebelahnya adalah Vie. Namun Dion berusaha setenang mungkin.
Dion sudah cukup sakit hati karena hal yang terjadi barusan. Sungguh Vie bukanlah jodoh Dion sampai kapanpun, dia menyadari itu. Dan lihatlah, kejadian yang di alami Vie sekarang memiliki kesamaan dengan kejadian masa lalu Vie sendiri di jaman dahulu, yaitu berjumpa dengan seseorang yang berkuasa di atasnya hingga dia tak dapat berbuat apa apa.
Dion menghela nafas berat begitu pun Vie. Vie sedikit melirik ke arah Dion sekedar penasaran saja kemudian kembali menghadap depan.
Dion tau Vie sedang merasa gusar dan lelah sekarang.
"Hidup memang susah nak. Tapi kau harus jalani." Dion memulai pembicaraan membuat Vie menatap ke arahnya.
Dion melihat Vie. "Apa yang paling kau harapkan sekarang?"
Vie tak menjawab. TakutĀ takut kalau kakek ini adalah orang jahat.
Kalau di pikirkan, Vie sangat ingin hidup dimasa lalu. Rasanya lebih baik hidup di jaman kerajaan yang tampaknya lebih memungkinkan untuk hidup aman dan tentram.
__ADS_1
Dion yang dapat membaca pikiran Vie tersenyum kecut dan kembali melihat ke arah langit.
"Hm.. Jaman kerajaan kah?" Tanya Dion.
Vie terbelalak. Bagaimana kakek ini bisa tau apa yang dia pikirkan.
"Kau sebatang kara dan dalam hidup banyak yang membuat mu merasa kau adalah manusia yang kurang beruntung." Ucap Dion dengan pengertian setelah membaca alur kehidupan Vie di jaman sekarang.
Mendengar itu, Vie merasa kena sekali di hatinya.
Bagaimana..? Vie bahkan belum pernah cerita mengenai hidupnya. Tapi lelaki ini tau!
Vie langsung berdiri dan pergi meninggalkan Dion.
Sungguh aneh. Pikir Vie
Cobaan apa lagi ini? Apakah hidup menderita dengan kekurangan uang tidak cukup untuk membuatku tersiksa...
Dreb..
Tangan seseorang menariknya membuat badan Vie berbalik karena tarikan orang tersebut.
Orang itu langsung merangkul pinggang Vie dan menatapnya marah. "Siapa yang suruh pulang?!" Bentak orang itu.
__ADS_1
Vie sungguh murka saat melihat Fian, orang yang memeluknya sekarang. Vie memukul mukul badannya. "LEPAS! LEPAS! TOLONG!" Teriak Vie.
"Diem atau ngak aku cium." Fian melotot.
Deg
Kalimat itu mampu membuat Vie bungkam.
Fian menarik tangan Vie menuju mobil yang ada beberapa langkah jaraknya dari mereka berdiri.
Vie menarik narik tangannya membuat tangan nya terlepas dari Fian, "LEPASIN! AKU NGAK MAU!... "
"DENGAR! AKU BUKAN J*L*NG! KAU.." Tekan Vie yang kemudian terpotong saat Fian mulai berbicara
"Siapa yang bilang kau j*l*ng." Kalimat Vie terpotong dengan kata kata Fian.
Terus kalau bukan j*l*ng kenapa dia malah menyuruh aku ke rumahnya dan tidur di kamarnya?! Dia pikir aku bodoh apa?!
Fian mendekatkan wajahnya pada Vie, "Cukup ikuti dan kau selamat. Dengar. Aku punya kuasa untuk tidak mendapatkan penolakan apa pun dari siapapun. Termaksud kau. Paham hm?"
Vie ingin mengumpat, "BRENGS.."
CUP
__ADS_1
Melihat kejadian itu di depan mata Dion, membuat matanya sangat panas. Namun memang itulah kenyataan yang harus Dion hadapi. Dia memang hidup bukan untuk menjadi satu dengan Vie.
Walaupun seperti itu Dion sudah merasa bahagia, setidaknya karena Vie... Dia dapat merasakan yang namanya cinta dan kehidupan. Walaupun itu terasa sangat singkat dan menyakitkan.