
...Author POV...
"Wanita itu tampak sangat baik. Namun dia terlihat seperti seseorang yang paling ku benci di dunia ini." Batin mama Fian setelah kepergian wanita yang menolongnya mengambil kunci mobilnya yang terjatuh karena membawa barang banyak selesai belanja tadi.
Mama Fian membuka mobilnya dan memasukkan segala barang yang di belinya tadi ke kursi belakang sedangkan dia kembali keluar mobil untuk segera duduk di kursi kemudi dan segera pulang.
Mama Fian kembali mengenang masa lalunya.
Flashback
"Mas! Kenapa kalian masih saja berduaan?! Aku ini istri kamu mas!" Mama Fian sangat emosi tak terkendali.
"Cukup Andini. Tak ada apapun yang terjadi pada kami. Aku hanya memenuhi janjiku pada Hans! Kita harus menjaganya, itu wasiat suaminya sebelum tiada Andini! Tolonglah mengerti."
"Tidak mas! Dia wanita licik! Bukankah dia itu mantan kamu mas?! Dia sengaja cari perhatian kamu!"
"Andini!"
Andini alias mama Fian hanya mengeraskan rahangnya dan pergi meninggalkan suaminya bersama Ayu, wanita yang merupakan istri dari suami teman suaminya dan juga teman karib Andini
__ADS_1
Sebenarnya Agatha -ayah Fian- dari dulu memang sangat mencintai Ayu. Namun semenjak Andini datang hubungan Agatha dan Ayu semakin renggang dan akhirnya Agatha memutuskan untuk menikah dengan Andini.
Yup. Dari sini dikehuilah bahwa Andini adalah teman yang buruk. Dia merebut kekasih dari sahabatnya sendiri bahkan di saat temannya telah bertunangan.
Namun karena kebesaran hati Ayu. Dia mengiklaskan semua itu terjadi dan bahkan lebih berfikir bahwa itu terjadi memang sudah kehendak yang maha kuasa yang memberitahukan bahwa Agatha bukanlah jodohnya.
Namun Andini, dia tetaplah egois. Di saat dia telah menikah dengan Agatha dia tetap tak suka melihat Ayu bahagia menikah dengan pria lain yang bernama Alex -Rekan kerja Agatha-. Andini selalu mencari cara agar hubungan Ayu dan Alex bisa berantakan, namun karena Alex adalah pria yang setia dan tegas dia tak pernah sekalipun mengingkari janji pernikahannya dengan Ayu.
Walaupun sekarang naasnya Alex meninggal di usia mudanya karena serangan jantung membuat Ayu harus
menjadi janda muda dengan mengandung anak Alex.
Ayu yang menyadari posisinya dapat membuat keutuhan rumah tangga temannya jadi berantakan memutuskan untuk tak berhubungan apapun dengan Agatha. "Agatha. Sepertinya aku akan pulang kampung. Ibuku menunggu di sana dan aku juga sangat merindukannya."
"Begitukah?"
Ayu mengangguk, "Hm. Kau kembalilah pada istrimu. Dia tampak sangat marah."
Agatha semakin pilu mendengar kalimat dari Ayu. Wanita ini sangat baik padanya maupun istrinya yang sudah berlaku buruk terhadapnya. Terutama Agatha yang telah melukai perasaannya terdahulu.
__ADS_1
Sedikit menyesal karena pernah meninggalkan wanita sebaik Ayu. Namun apa mau di kata, dia telah menikah dengan Andini.
"Em. Aku pergi dulu." Pamit Ayu.
Namun Agatha menahan tangan Ayu, "Aku akan mengantarmu ke bandara."
Ayu melepas tangan Agatha sopan dan menggeleng sambil tersenyum, "Tidak perlu. Aku baik baik saja. Lebih baik kita tak perlu berhubungan lagi Agatha. Jangan melakukan apapun yang akan menyakiti istrimu, termaksud dekat denganku. Ingat Agatha kau akan menjadi calon ayah, kau harus lebih bertanggung jawab pada Andini yang kini pun telah mengandung." Ucap Ayu pengertian.
Ingin rasanya Agatha memeluk Ayu untuk terakhir kalinya. Namun kalimat Ayu sudah sangat keras untuk menolaknya menjauh dari kehidupan Ayu sendiri.
Agatha mengangguk, "Hm. Sekali lagi aku ucapkan maaf padamu. Aku belum bisa melakukan hal yang baik untuk menebus kesalahanku."
Ayu hanya tersenyum, "Tidak. Kau sudah sangat baik telah menjaga Andini teman terbaikku. Semoga kalian selalu bahagia. Aminn." Ucap Ayu.
Agatha membalas senyuman Ayu dengan ketir dalam perasaannya.
Ayu pun pergi dan meninggalkan Agatha.
Flashback end
__ADS_1
Andini membuang nafas berat. Dia sangat membenci Ayu walaupun Ayu sendiri tak pernah melakukan hal buruk padanya.